Antena
Antena Bowtie
Melengkapi tulisan pada ruangan ini pada edisi lalu, Amir Makhmud mengirimkan tulisan yang disadur dari Jawa Pos, yaitu Antena UHF Bowtie. Antena ini dirancang untuk menerima siaran televisi swasta, misalnya SCTV dan RCTI, yang sudah mengudara secara nasional. Antena Bowtie (baca: Bou-tai) mudah dibuat sendiri, ekonomis, lantaran bisa memanfaatkan bahan bekas yang ada, memiliki polar pattern baik, band width lebar, front to basic ratio tinggi, serta tanpa side lobe.
Bowtie jenis Hoverman memiliki konstruksi sederhana. Elemen driven sepintas seperti sebuah dasi kupu-kupu, ukuran 1 panjang gelombang, terdiri dari dua lembar aluminium berbentuk segitiga. Bisa juga dari bahan kuningan atau tembaga yang mudah disolder. Dipole yang selebar ini memiliki bandwidth yang sangat lebar, mencakup seluruh band UHF televisi channel 14 sampai 83 (470 MHz sampai 890 MHz). Impedansi terminal mendekati 300 ohm.
Reflektor berbentuk kisi-kisi dibuat dari tembaga, kawat, kuningan, baja tahan karat, atau kawat anyaman, yang dipasang pada jarak sekitar 1/4 panjang gelombang di belakang driver. Bentuk antena Bowtie tunggal sangat ringan dan kompak, murah, serta mampu memberi penguatan sebesar 5 sampai 8 dB, pada band 0, durasi yang lebar. Dipole bisa dibuat dengan selembar aluminium, dipotong seperti gambar 1.
Ujung kerucut bagian tengahnya dibaut pada isolator pemegang, yang bentuknya bebas. Isolator ini bisa dibuat dari bahan mika, acrylic, atau pertinaks, bakelet, atau plastik berkualitas baik. Di bagian tengah kedua ujung kerucut itu disambung dengan saluran transmisi kabel. Reflektornya berbentuk kerangka segi empat, dipasang pada jarak sekitar 11 sampai 12 meter di belakang dipole. Lebar kerangkanya 50 cm, tinggi 25 cm. Ukuran ini tidak kritis.
Pada kerangka tersebut, disolder atau dilas batang-batang yang sama sehingga berbentuk kisi-kisi. Yang satu sama lain dengan jarak 2,5 cm, atau beli jadi di toko. Antena Bowtie cocok untuk antena indoor (dalam rumah), atau outdoor (luar rumah). Untuk memperoleh penguatan yang lebih tinggi, kita bisa memparalelkan empat buah dipole Bowtie menjadi antena Bowtie empat cabang, four bag Bowtie, seperti gambar 2.
Antena ini memiliki penguatan tinggi, sekitar 10 sampai 13 dB, dengan band width sangat lebar. Agar hasil penggabungan ini bisa menghasilkan impedansi akhir pada terminal mendekati 300 Ohm. Maka impedansi setiap dipole-nya harus dinaikkan dulu. Oleh karena itu, dipole tak bisa dibuat dengan lembaran logam, tapi diganti dengan batangan logam yang ditekuk membentuk sudut sekitar 30 derajat, hingga impedansi lebih tinggi.
Setelah diparalel, hasil akhirnya bisa mendekati 300 ohm. Reflektornya tak jauh berbeda dengan reflektor antena Bowtie tunggal. Hanya ukuran tinggi yang bertambah, sedangkan ukuran lebar sama, tiap kisi-kisinya tetap berjarak 2,5 cm. Lantas di belakang reflektor dipasang klem untuk mengikat antena ini ke tiang penyangga. Terminal antena ini dihubungkan ke pesawat TV, melalui feeder 300 ohm, biasa dipakai untuk TV hitam putih, atau kabel koaksial 75 ohm, biasa dipakai TV berwarna.
Jika feeder 300 ohm yang dipakai, perlu dipakai penyesuaian impedansi 300 ohm ke 75 ohm sebelum antena televisi. Bila kabel koaksial 75 ohm yang dipakai, pada terminal antena perlu dipasang balun 4:1, gambar 3, yang bisa dibuat dari sepotong kabel koaksial pendek. Cara membuat balun tersebut adalah dengan memotong kabel koaksial yang type-nya sama seperti yang digunakan untuk kabel transmisi. Panjangnya sekitar 15.2 cm, dilebihi sedikit sekitar 2 cm. Kelebihan ini dipakai untuk bagian yang dikupas. Lengkungkan koaksial itu sampai membentuk huruf U. (gun)