Sosok
Ajeng Darmaja
AJENG DARMAJA namanya. Suaranya pasti sudah Anda kenal, khususnya bagi mereka yang berdomisili di kawasan Jawa Timur. Karena memang cewek yang berparas "Jepang" ini setiap harinya "pewara" (penyiar) di Radio Panorama FM 102,3 Family Radio, satu satunya radio yang menjadikan wisata sebagai formatnya. Bagi Anda yang berdomisili di luar kawasan itu, atau yang tidak bisa memantau Radio Panorama, mungkin juga sudah mendengar suaranya melalui gelombang pendek.
Suaranya pernah mengudara dalam acara DX KOMUNIKASI Radio Nederland, merdu bukan ? Semerdu wajahnya. Konon, Ajeng terjun ke dunia keradioan sebagai pewara, sekitar tiga tahun yang lalu. "Ajeng sama sekali nol di dalam pengalaman radio sebelumnya," ujarnya kepada Dirgantara. Tetapi, sebelumnya saya belajar dari radio yang sudah ada, khususnya FM. Ajeng bisa belajar bagaimana mereka siaran, mungkin begini yang dimaksudkan, tambahnya.
Tetapi anehnya, Ajeng malah mengaku lebih banyak dikenal di kalangan ibu-ibu daripada pengindera, (pendengar)-nya sendiri. Apakah karena format siaran yang memang menempatkan segmen wanita ? "Justru dari situ Ajeng bisa mendapatkan masukan masukan," ujarnya. Soal belajar kepenyiaran, Ajeng mengaku selain dari rekan seniornya, Mas Ari R. Maricar, Mas Billy, juga belajar dari stasiun lain sebagai kompetitor.
"Namun bukan berarti kalau ada penyiar yang bagus Ajeng harus meniru kayak dia siaran, tidak. Kami mempunyai format dan gaya yang berbeda dengan mereka." Memang, Radio Panorama yang mengudara dari graha siar (studio)-nya di kawasan wisata Tretes mempunyai gaya yang beda. Dengan mengekspos wisata, Radio Panorama membidik sektor tersebut dengan kemasan yang khas. Wira Wiri Wisata, salah satunya.
"Indonesia dikenal sebagai negara yang banyak memiliki obyek wisata, maka kami sepakat mengangkat wisata sebagai menu Panorama." Mau tahu suara cewek yang mengaku masih suka menangis ini ? Silahkan memantau acaranya, atau datang saja ke Tretes, Anda pasti disambut dengan ramah. (bo) Foto : Siz Iskandar, Lokasi : Studio Panorama 102,3 MHz, Tretes.
Nu'im Khaiyath
Bagi Anda yang suka dengan acara Perspektif, tentu tak asing dengan nama NU'IM KHAIYATH. Pakcik Nu'im, sapaan akrabnya, seringkali kita dengar suaranya dalam acara Perspektif dan Pagi Gembira Samba. Siapa dia sebenarnya, Siz Iskandar sempat mewawancarainya beberapa waktu yang lalu, dan menurunkan dalam tulisan berikut. Ternyata, Pakcik punya pengalaman menarik di awal karirnya sebagai penyiar radio. Pakcik mulai mengenal radio di kampung halamannya, Medan.
Waktu itu, Pakcik sering membantu RRI Siaran Mahasiswa, sempat juga menjadi redaktur dari salah satu penerbitan di Medan. Di samping itu, masih banyak kegiatan antara lain sebagai Sekretaris KMPI Sumatera Utara, Administrator Sukarelawan Pembangunan Amerika, maupun sederetan jabatan lainnya. Dalam keadaan yang serba menyulitkan bagi seorang wartawan, karena situasi yang masih tidak menentu, tiba-tiba ada iklan di suatu koran lokal, menyebutkan bahwa BBC mencari orang.
Kesempatan emas pun tidak melayang ke tangan orang lain, Pakcik berhasil menyisihkan 711 saingan. Berawal dari situ, Pakcik mengawali karir yang lebih baik. Radio Australia yang sedang mencari penyiar baru merupakan sasaran berikutnya. Dan lagi-lagi, memang hokinya, Pakcik diterima juga di Radio Australia. Berangkatlah Pakcik Nu'im ke Australia begitu habis kontraknya dengan BBC. Sekitar tahun 1970, setelah tiga tahun di Radio Australia, datang tawaran dari Suara Amerika.
Sayang, karena satu dan lain hal, tawaran itu tidak diterima. Selepas dari Radio Australia, Pakcik mencoba kembali ke BBC, tempat awalnya memulai karir sebagai penyiar dan reporter. Namun kecintaannya pada Australia jauh lebih besar. Bertahan hanya 2 tahun, kehidupan di London yang begitu sumpek membuat kontrak yang harus dijalankan tiga tahun tidak dilanjutkan. Dengan baik-baik, ditinggalkannya BBC, dan kembali ke Radio Australia, dari tahun 1972 hingga sekarang.
Dua puluh satu tahun bukan yang terlama di jajaran penyiar Radio Australia, karena masih ada penyiar yang lebih lama. Tapi kebebasan berkarya memang benar benar dirasakan. Terbukti dengan acara asuhannya yang banyak disukai pendengar, Perspektif, maupun Pagi Gembira Samba. Banyak kendala, memang, dalam mempersiapkan Perspektif. Semua itu dapat teratasi dengan referensi dari berbagai buku, baik filsafat, sosial, politik, dan masih banyak lagi.
Yang pasti, untuk menjadikan Perspektif sebagai acara yang berbobot, Pakcik Nu'im harus banyak membaca dan mendengar. Tak heran bila banyak peminat naskah Perspektif, bahkan acara yang sudah berlalu pun masih ditanyakan. Ini yang sangat merepotkan, harus membolak balik arsip, sedang tenaga untuk itu tak ada. Pakcik hanya berharap pendengar bisa mengerti kalau tidak dapat mengirim naskah Perspektif yang sudah lewat beberapa bulan.
Kalau pun bisa, membutuhkan waktu yang lama. Sosok penyiar yang sukses, sampai kapan Pakcik akan siaran di Radio Australia ? Dengan enteng beliau menjawab, "Selama hayat dikandung badan, dan Selama Radio Australia masih membutuhkan." Rahasianya, Pakcik ? Bersyukur dalam Kejayaan, Bersabar dalam Cobaan. (gun)
Ronny Wijaya
Penyiar kawakan Surabaya, RONNY WIJAYA, dapat predikat Pemenang I Pemilihan Penyiar Favorit 1993. Ronny yang juga promotor pergelaran musik ini namanya dikenal publik dangdut sejak 1974. Ia dapat meraih predikat tersebut berkat kemampuannya mengasuh program siaran "Kantong Kocak", yang diudarakan setiap hari, pukul 10.00-11.00 WIB, di Radio Rajawali. Penyiar yang juga pernah menjadi MC setiap pergelaran Rhoma Irama ini sudah dikenal masyarakat fans dangdut Jatim.
Dan dialah penyiar Surabaya yang mencetuskan ide siaran pantun atau parikan (pantun berjoget). Bahkan acara semacam ini pernah mewabah di Indonesia pada tahun 1970-an. Mang Ronny, demikian fans dangdut pada umumnya memanggil, adalah penyiar yang sukses membuat paket siaran Pantun Berjoget hampir di seluruh radio swasta di Indonesia hingga sekarang. Dan acara yang diasuh dan disiarkan lewat Radio Rajawali itu selalu mendapat dukungan sponsor yang memadai.
Dalam keseharian, Ronny cukup padat acara. Acara yang dibawakan dalam karirnya sebagai penyiar, antara lain Teka-teki, Cerita Humor, Unik Menarik, Pantun Jenaka. Ia juga menyelenggarakan lomba unik dan menarik, antara lain : Lomba Sambung Kata, Lomba Merayu, Lomba Bersiul, dan masih banyak lagi. Adapun kegiatannya di luar radio adalah promotor. (ir / Jawa Pos / na)