Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 3 No 6 Edisi Khusus
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Temu Penyiar
Angket
Amateur Radio
DX Tips
Dunia DX
Bengkel DXer
Sosok
Antena
Telekomunikasi
Review Top 50
Redaksi

Volume 3
  Temu Penyiar
Temu dengan Kak Oska : Tak Semua Lagu Terpenuhi

Setiap hari ada kurang lebih 50 kartu yang masuk ke meja saya, kata OSKA LEON SETYANA. Hal itu diutarakan untuk menanggapi pertanyaan pendengar dalam Jumpa Penyiar Radio Australia tanggal 10 Januari 1994 yang lalu. Kak Oska, begitu ia sering disapa pendengarnya, menjumpai pendengarnya di kawasan Tebet, tepatnya di Jl Kemakmuran I No 146, turut hadir tak kurang dari 27 pendengar dalam kegiatan yang diprakarsai Radio Australia Fans Club.

"Karena banyaknya kartu tersebut, terkadang saya tidak bisa memenuhi semua permintaan lagu," jelasnya. Dari sebanyak itu lanjutnya ada sekitar 40 lagu yang diminta. Tidak mungkin kan kalau saya harus memutarkan semuanya. Untuk itu, beri kami alternatif. Anda saya harapkan membantu saya juga dengan memberikan alternatif lagu pilihan. Kalau lagu pertama tak bisa saya kabulkan masih ada lagu pilihan kedua, dan seterusnya. Tugas penyiar memang melayani para pendengar, termasuk memenuhi permintaan lagu.

Tetapi karena keterbatasan sarana, misalnya kaset di diskotik kami, tidak semua lagu bisa terputarkan. "Bahkan sampai saat ini, ada satu lagu yang belum saya temukan, lagu Aline," ujarnya, sembari menyebutkan nama peminta lagu tersebut Ny. Christina Maria di Yogyakarta. Menanggapi pertanyaan tentang kartu-kartu dan surat-surat yang masuk dan sudah dibacakan, "Tidak semua kartu dan surat yang sudah dibacakan dibuang begitu saja, atau untuk didaur ulang. Bila ada kata mutiara yang indah, kadang terlalu sayang untuk dibuang, maka itu saya simpan."

Dari permasalahan yang ringan, akhirnya merembet ke permasalahan yang lainnya. Di bawah arahan Erenst Meiki Rorong, tuan rumah, tanya jawab bisa berlangsung, meski hanya beberapa orang. Klasik memang. Yang agak mengherankan, kalau dilihat dari latar belakang mereka, sebagian besar adalah fans Radio Australia yang namanya sudah tidak asing bagi telinga kita. Yang terkadang lewat surat, kartu pos mengajukan protes, justru setelah berhadapan langsung tidak terlontarkan. Kenapa demikian ? Entahlah.

Atau barangkali karena mereka tidak ada bahan yang mau ditanyakan. Paling tidak latar belakang Kak Oska sendiri. Kak Oska sendiri memang langsung diajak ke sesi tanya jawab, tanpa diberi kesempatan memberi sedikit sambutan ataupun cerita pengantar, mungkin. Kak Oska yang disanggong Dirgantara di Gambir, sempat bercerita panjang kepada Dirgantara. Dalam kesempatan menyanggong pendengar, karena terlalu awal datang ke lokasi Dirgantara sempat pula mewawancarainya. Tulisan ini akan Anda temui dalam rubrik Sosok edisi mendatang.

"Sebenarnya, ada tiga penyiar yang jadi sasaran kami, Kak Oska Leon, Pakcik Nuim Khaiyath, dan Kak Ammy Davidson," ujar Siz Iskandar, promotor pertemuan kepada Dirgantara. "Pakcik sudah kami lacak namun tidak berhasil, sedangkan Kak Ammy karena suatu kepentingan, tidak bisa hadir juga," tambahnya. Memang, acara semacam ini tak mudah pelaksanaannya.

Rencana yang sudah matang terkadang harus berantakan karena situasi dan kondisi, seperti halnya dengan pertemuan ini, semula direncanakan tanggal 9 Januari 1994 di kawasan Pasar Minggu terpaksa diundur, dan pindah ke tanggal 10 Januari 1994 di kawasan Tebet. Terlepas dari kekurangan di sana-sini, acungan jempol untuk panitia pelaksana yang mampu menghadirkan peserta relatif banyak, berkat kerja keras yang dilandasi kekompakan. (ASB)

 
Dirgantara Online - Vol 3 No 6 Edisi Khusus
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space