Sapa Redaksi
Barangkali Anda sedikit mengerutkan dahi melihat penampilan Dirgantara kali ini. Memang, edisi ini berbeda dengan edisi-edisi yang dahulu. Kalau boleh kami ingin menyebutnya sebagai Edisi Khusus, sesuai label yang kami berikan. Meski masih dipertanyakan pula "KHUSUS"-nya dimana ? Sengaja kami meluncurkan Edisi Khusus ini sebagai ganti edisi November Desember 1993 yang tidak kami luncurkan. Dengan demikian maka satu periode yang ketiga pun genap enam nomor terbitan.
Mungkin saat Anda menerima edisi Januari-Februari 1994 kemarin sempat bertanya, kemana edisi November-Desember 1993 ? Saat itu sebenarnya adalah gilirannya edisi November-Desember 1993. Hanya saja, karena keterlambatannya, untuk memberikan kesan yang "tidak basi", maka label kami ganti dengan Januari-Februari 1994. Tidak lucu kan, kalau labelnya November Desember 1993, tetapi isinya masih baru. Jadi kami mencoba menyelaraskan antara label dan isinya. Pada edisi kali ini Anda bisa mengikuti hasil Angket yang pernah kami selenggarakan.
Kami mohon maaf baru termuat sekarang, karena keterbatasan ruangan, sehingga tertunda-tunda terus. Hasilnya ? Bisa Anda ikuti pada Laporan dan Berita. Kalau melihat hasilnya, ada yang sesuai dengan keinginan kami, ada pula yang tidak. Ini karena beragamnya pembaca, dengan latar belakang yang berbeda-beda pula. Hasil ini menjadi satu pedoman bagi kami dalam mengarahkan maksud dan tujuan Dirgantara. Namun bukan berarti kami harus tunduk pada hasil tersebut. Paling tidak menjadi acuan apa dan bagaimana sebenarnya yang diinginkan pembaca.
Memasuki tahun ke empat, kami merencanakan beberapa perubahan format baik isi maupun lay out-nya. Tetapi tidak akan meninggalkan kekhasannya sebagai buletin DX, tanpa meninggalkan mereka yang sedang merintis dalam DX-ing. Bila ada saran, usul, atau kritik, jangan segan-segan untuk menulis dan kirimkan kepada kami. Kami tunggu secepatnya. Mendekati Temu Pendengar II memang diperlukan satu sarana komunikasi untuk mengetahui apa dan bagaimana persiapannya. Untuk itu mungkin Anda akan menerima Dirgantara dalam kurun waktu yang sama tetapi frekuensinya lebih banyak.
Kami akan mencoba dan berusaha menerbitkan Dirgantara lebih sering dalam artian mungkin setiap bulan muncul. Namun itu juga bergantung pada peran serta Anda juga misalnya masalah naskah. Karena selama ini memang Dirgantara masih didominasi naskah dari non pembaca. Tentu akan lebih bermanfaat, bila Anda ikut serta memeriahkan Dirgantara, dengan tulisan-tulisan yang sekiranya perlu untuk diketahui oleh pembaca. Satu hal yang pasti, Temu Pendengar II dan Temu Anggota Indonesian DX Club nanti akan banyak melibatkan stasiun radio.
Beberapa stasiun radio dan klub-klub pendengar sudah memastikan ikut serta dalam kegiatan tersebut. Ini tentunya menjadi satu "peristiwa" yang menarik dan terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Kehadiran mereka memang sudah kita tunggu-tunggu selama ini. Berita lengkapnya bisa Anda ikuti dalam edisi kali ini di halaman lain. Silakan.