Catatan Pinggir
Nonton Televisi Swasta ?
Hobi apa yang akhir-akhir ini, mungkin, banyak Anda lakukan ? Mungkin tidak meleset, kalau kami katakan, nonton televisi. Kenapa ? Karena sekarang Anda bisa menikmati berbagai tayangan siaran televisi dengan mudah, Anda tidak perlu repot-repot membeli parabola yang mahal. Cukup dengan antena UHF / VHF, Anda bisa menikmati tayangan paling tidak empat saluran televisi, TVRI, TPI, RCTI, dan SCTV.
Dengan mengudaranya TV swasta secara nasional, memberi beberapa alternatif bagi mereka yang menyukai siaran televisi. Bagaimana tidak, Anda bisa menonton film layar lebar melalui TV swasta tersebut. Bahkan, yang selama ini dianggap sebagai hal yang tidak atau belum mungkin, Anda bisa menikmati berita lewat siaran TV swasta. Kita tahu, selama ini TV belum diizinkan pemerintah membuat berita sendiri. Entah mengapa pemerintah belum mengizinkan hal tersebut.
Ada banyak versi jawabannya. Mungkin pemerintah masih menganggap hanya media pemerintahlah, baca TVRI, yang mampu membuat berita. Atau mungkin, pemerintah belum melihat kapabilitas pada diri televisi swasta akan akibat dari berita yang disebar luaskan. Karena bagaimana pun, TVRI sebagai media pemerintah mempunyai tanggung jawab akan persatuan dan kesatuan bangsa, seperti mottonya, Menggalang Persatuan dan Kesatuan.
Akan tetapi, bagaimana di lapangan ? Ternyata, bagi mereka, baca televisi swasta, bukan masalah. Mereka pun tidak kalah akal. Tentunya Anda, pemirsa televisi, tahu dengan acara Nuansa Pagi, Buletin Siang, Seputar Indonesia, Buletin Malam-nya RCTI dan SCTV. Atau Selamat Pagi Indonesia-nya TPI. Apakah itu bukan berita ? Memang, judul atau nama acaranya tanpa kata "berita", seperti halnya TVRI, yang mengusung Berita Pagi, Berita Siang, Berita Malam, dan Dunia dalam Berita.
Ironisnya, justru materi Dunia dalam Berita-nya yang direlai RCTI dan SCTV, sebagian sudah muncul pada Nuansa Pagi, atau isinya juga kalah menarik. TVRI, yang mempunyai misi "service oriented" tentunya lain dengan RCTI, SCTV, yang "profit oriented". Sebagai media pemerintah, TVRI mempunyai misi penyambung informasi dari pemerintah. Maka, tidak mengherankan kalau isi berita TVRI serba pemerintah. Gunting pita bukan hal yang asing lagi, ini tentu lain dengan RCTI dan SCTV.
Bagaimana dengan acara non beritanya ? Anda tentu tahu dengan paket olah raganya RCTI, SCTV. Ada Marlboro World of Sport, yang selalu mengekspos berbagai peristiwa olah raga internasional. Anda bisa tahu bagaimana serunya persaingan antara Wayne Rainey dengan Kevin Doohan. Anda bisa tahu bagaimana tajamnya tikungan di Sirkuit Suzuka, Jepang, yang dilalap Ayrton Sena. Anda bisa melihat gayanya David Platt, Ruud Gullit, Roberto Baggio, di Liga Sepak Bola Italia.
Anda juga bisa menonton bagaimana polah holigan Liverpool di Stadion Andield Road. Semua itu berkat TV swasta. Tanpa maksud mengecilkan peran TVRI, yang sudah puluhan tahun menemani kita, tapi kehadiran televisi swasta dapat memberikan warna tersendiri, terlepas dari dampak negatif, ataupun positif yang ditimbulkan. Dan, kalau mau jujur, kehadiran mereka memberikan dampak yang positif bagi TVRI pula. Ini berkat iklim kompetisi yang tercipta. Hal semacam inilah sebenarnya yang kita inginkan. Bagaimana menurut Anda ? (Aries Subagyo)