Bengkel DXer
Bengkel DXer memang dikhususkan untuk Anda yang punya masalah dengan perangkat DX-nya, misalnya pesawat penerima, antena, maupun perangkat lainnya. Atau juga mengenai cara merakit perangkat tersebut. Bengkel DXer ini ditunggu oleh Ahmad Kadafi. Bagi Anda yang punya permasalahan, bisa konsultasikan melalui ruangan ini.
Kirimkan ke : Ahmad Kadafi, Jln Papriangan No.325, RT.02 / RW.04, Kec. Kaliwungu, Kudus 59361 atau melalui redaksi juga bisa. Usahakan tidak mengulang masalah yang pernah dibahas. Untuk mempermudah kami dalam menanganinya, harap disertakan pula data perangkat Anda, misalkan merk pesawat, band gelombangnya, dan sebagainya. (Ahmad Kadafi)
Radio Saya Ngeses
Tanya : Pengin tanya nih, radio saya antik, lho. Dulu, sebelum tahun 90-an, saya bisa memonitor radio luar negeri, meski hanya menggunakan antena teleskopik. Tetapi sejak akhir 1990, saya menambah dengan antena luar. Pesawat radio saya, saya letakkan di dekat jendela, yang ukurannya 80 x 150 cm, terus saya pasangi kawat email ukuran diameter 1 milimeter mengelilingi jendela tersebut. Saya sambung dengan antena radio.
Namun sekarang, bila antena sambungan tersebut saya lepas, kok radio luar negeri yang ketangkap hanya ABC (Radio Australia, red.) saja ? Sedangkan yang lainnya nggak ada suaranya, hanya ngeses saja. 1. Kenapa sih bisa begitu ? 2. Apa nama antena yang saya pasang tersebut ? Radio saya merk Siegmund menggunakan tabung. (Latifah Nurani, IDXC 0062/INS, Jl Arief Margono Dalam 39A, Malang 65117, Jawa Timur, Indonesia)
Jawab : Kemungkinan yang terjadi pada pesawat radio Anda adalah :
1. Saklar pemindah gelombang (SW 1, SW 2, SW 3, dan seterusnya) kotor atau aus, hingga terjadi kontak sambungan dalam saklar. Akibatnya jalan arus listrik menjadi terhambat hingga kepekaan radio berkurang.
2. Antena yang Anda pasang menurut pengetahuan kami tidak (atau belum) ada namanya. Tetapi mungkin hampir mirip dengan antena loop. Coba deh, Anda buat saja antena yang sering kami tampilkan dalam rubrik Antena. Kesalahan pemasangan antena kadang justru bukan membantu, tapi sebaliknya, merugikan. Selamat eksperimen, kami tunggu hasilnya.
Antena RCTI / SCTV
Tanya : Di daerah saya, Banjarnegara, sedang menjamur TX (transmitter atau pemancar, red.) mini FM atau pemancar FM. Bagaimana cara membuat booster agar TX mini bisa menjangkau jarak jauh ? Saya telah mencoba pakai Transistor 1971, sudah bisa lari jauh, namun frekuensinya mengganggu televisi. Bagaimana cara mengatasinya ? Tolong bagaimana cara penangkapan pada gelombang pendek, serta antena RCTI atau SCTV. Bagaimana cara membuatnya dari bahan yang murah ? (Sutarman, IDXC 0135/INS, Banjarnegara)
Jawab : Untuk membuat pancaran TX Anda bisa menjangkau jarak lebih jauh, Anda bisa mengganti transistor dengan ukuran yang lebih tinggi lagi. Tapi ingat, kegiatan eksperimen seperti ini sebenarnya ilegal, karena penggunaan frekuensi telah diatur sedemikian, hingga oleh pemerintah dalam hal ini Direktorat Pengendalian Frekuensi, Departemen Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi. Di samping itu, Anda perlu memperhatikan bagian osc atau osilatornya (transistor, kondensator, serta spulnya).
Bagian-bagian sambungan kabel usahakan dengan menggunakan kabel yang keras, kabel yang isinya satu. Soal booster, menurut saya, tidak mempengaruhi. Penerimaan siaran-siaran gelombang pendek bisa Anda tingkatkan dengan pemasangan antena luar. Simak terus rubrik Antena dari edisi ke edisi. Anda juga bisa membuat antena penerimaan siaran RCTI SCTV dengan bahan yang murah. Tentu saja, output atau hasilnya tidaklah sebaik antena rakitan pabrik.
Anda bisa juga mencoba bereksperimen dengan bahan-bahan lempengan aluminium atau plat nomor kendaraan, kawat kasa, atau kawat nyamuk. Gunakan bahan dari plastik atau keramik sebagai isolatornya. Bentuk secara lengkap bisa Anda perhatikan pada gambar kanan atas. Selamat bereksperimen. Kalau Anda berhasil, jangan lupa yah beritanya. Begitu pula kalau gagal, silakan tanya lagi. (AKD)