Antena
Antena Multiguna
Dengan mengudaranya secara nasional, RCTI, SCTV, tentu memberikan satu alternatif bagi para pemirsa televisi di Indonesia. Dengan demikian, pemirsa, terutama yang berada di kota besar dan sekitarnya, sekarang bisa menikmati siaran siaran televisi pemerintah maupun televisi swasta. Maka, tidak mengherankan kalau Anda bepergian ke suatu daerah, Anda akan menjumpai banyak rumah yang berhiaskan antena.
Bahkan, ada yang memasang lebih dari satu, sebuah untuk antena VHF untuk TVRI dan TPI, dan sebuah lagi untuk televisi swasta, RCTI dan SCTV. Ini tentunya mengganggu keindahan rumah, belum lagi mereka yang gemar ber-DX atau FM hunting. Di samping antena untuk televisi, mereka memasang lagi antena untuk radio FM, dan untuk gelombang pendek. Anda akan lihat jala-jala kawat, semrawutnya kabel-kabel.
Mengapa kita tak ambil praktisnya saja ? Beberapa antena tersebut bisa terwakili oleh satu antena yang multiguna. Bisa untuk menerima siaran radio FM, TVRI dan TPI, SCTV, RCTI, bahkan untuk radio komunikasi dua meter 144 MHz, dengan kualitas yang tidak kalah dengan antena biasa, namanya Antena LPY, Log Periodik Yagi. Antena LPY bekerja pada band lebar, yaitu 90 MHz sampai 700 MHz.
Yang mencakup mulai daerah frekuensi siaran radio FM (96 MHz), sampai daerah frekuensi SCTV (650 MHz). Gambar 1 menunjukkan bentuk fisik antena LPY, yang sepintas terlihat mirip antena UHF biasa, dengan sedikit modifikasi, yaitu mengganti reflektornya dengan tambahan beberapa elemen driven. Elemen driven saling dihubungkan secara silang, crossing, agar dapat menghasilkan penguatan yang lebih besar.
Kabel yang dipakai adalah kabel feeder, kabel pita, yang berimpedansi 300 ohm. Kalau memakai kabel berimpedansi harus melalui balun, trafo balance unbalance. Ukuran elemen driven pada gambar 1 adalah sebagai berikut : Driven 1 = 1.600 mm, Driven 2 = 1.260 mm, Driven 3 = 920 mm, Driven 4 = 560 mm, Driven 5 = 420 mm, D1-D8 = 210 mm. Jarak antar elemen sudah tercantum pada gambar 1, sedangkan boom antena dapat dibuat dari bahan kayu, atau fiberglass. (Kustiyono)
Satelit Palapa B2P
Satelit Palapa B2P diluncurkan pada tahun 1987, yang menempati posisi Palapa B2 yang ternyata tidak dapat digunakan setelah berada pada orbit yang salah. Palapa B2P mempunyai 24 buah transponder pada band C, dengan jarak band 36 MHz, yang dipakai oleh beberapa pihak yaitu :
Frekuensi Sub-carier Satelit Palapa B2P
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
|
Stasiun
ANTV
TV 3
RCTI *
SCTV *
RTM 1
ABC
ABC
GMA
CNN
TPI
Thai 9
News on 4
ABC 9
CFI
|
Frek. Video
1129
1329
1349
1029
1249
1269
Broad.
1119
1169
1068
1222
1100
1009
1289
|
Polarisasi
H 180
H 160
V 90
V 90
H 180
V 90
V 90
V 90
H 180
V 90
H 180
V 90
H 180
H 180
|
Audio Kiri
660
660
660
660
680
680
720
680
660
680
680
680
620
660
|
Audio Kanan
660
660
720
720
680
680
720
680
680
680
680
680
680
660
|
Negara
Indonesia
Malaysia
Indonesia
Indonesia
Malaysia
Australia
Australia
Filipina
U.S.A.
Indonesia
Thailand
Filipina
Australia
Perancis
|
Keterangan : * = Stereo. Frekuensi audio harap dikalikan 10 kiloHertz, contoh : 680 x 10 kHz = 6800 kHz atau 6.8 MHz. (WRTH 1991, Herry P / Kustiyono)