Antena
Antena untuk Jarak Jauh (5)
Kita masih meneruskan bahasan yang lalu, saduran dari buku "Proyek Elektronika Radio Amatir" karangan F.G. Rayer, G30GR, diterbitkan P.T. Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia, Jakarta. "Antena Jarak Jauh" bagian ke-5 ini membahas penalaan seri dan paralel.
Eksperimen antena ini telah dilakukan, dan hasilnya sangat baik sekali. Gambar 2.4 yang ketinggalan pada edisi yang lalu, kali ini, kami susulkan. Bila ada pertanyaan, silakan hubungi Ahmad Kadafi, Papringan No.325, RT.02/IV, Kaliwungu, Kudus 59361, Jawa Tengah. (Redaksi)
Penalaan Seri dan Paralel
Baik penalaan seri maupun paralel tidak sulit dikerjakan. Singkatnya, bila separuh panjang bagian atas (A ke C, gambar 2.4), ditambah feeder menghasilkan panjang total separuh panjang gelombang, atau kelipatan, maka digunakan penalaan paralel. Tetapi, bila panjang total (A-C-X) merupakan kelipatan ganjil seperempat panjang gelombang (1, 3, 5, dan seterusnya), tampaknya lebih diperlukan penalaan seri.
Menurut percobaan, penalaan paralel sering digunakan di dalam kasus peralihan, dengan jalan menyadap feeder secara seimbang menuju bagian tengah koil, seperti tampak pada gambar 2.5c. L1 atau L3 harus digulung sedemikian. Sehingga dapat ditala pada suatu frekuensi kerja, dengan bantuan VC1 / VC2. Penyadapan koil menyebabkan perolehan kisaran frekuensi yang kian lebar.
L2, L4 dapat dihilangkan, bilamana hubungan antena penerima diarahkan menuju tap berikutnya, yaitu beberapa lilitan tap tengah L1, lihat gambar 2.5d. Dan gambar 2.6 menunjukkan cara penempatan multi band tuner semacam itu. Cara pengaturan yang tepat adalah dengan menyetel letak tap serta kapasitor variabel, sehingga diperoleh kiat sinyal maksimum.
Kurang lebih 26 buah lilitan kawat tembaga polos dari 18 SWG, yang ditempatkan pada former 64 milimeter (2,5 inchi) atau sejenisnya, dapat mencakup jalur frekuensi sampai 80 meter (koil keseluruhan). Dalam gambar 2.6 digunakan 2 3/4 lilitan untuk mengkopel penerima, gambar 2.5d. Penala dapat disetel pada suatu jalur frekuensi, dengan menyolder hubungan feeder dan kapasitor.
Atau penyetelannya dilakukan dengan penjepit kecil, yang disediakan untuk itu. Untuk former yang halus diperlukan kawat kawat pendek untuk membantu penyolderan tiap beberapa lilitan pada penjepit tersebut. VC1 bernilai antara 200 pF dan 300 pF. Penala jenis ini dapat dimanfaatkan untuk kawat tunggal, dengan bantuan penalaan seri atau paralel, yang terbaik di antara keduanya.
Dan apabila perlu, sebuah ujung koil dipakai untuk pembumian sebagai pengganti tap tengah. Gambar 2.4 Antena dengan feeder kawat terbuka. Gambar 2.5 Cara mengopel feeder dalam gbr 2.4. Gambar 2.6 Tuner untuk feeder kawat terbuka. (Bersambung)