Sapa Redaksi
Senang, bangga, dan bingung. Begitu perasaan kami di Redaksi melihat betapa besarnya perhatian Anda, yang telah meluangkan waktu mengisi dan mengembalikan angket. Ini sungguh di luar dugaan kami sebelumnya kalau Anda ternyata sangat respek pada Dirgantara, itu yang menjadikan kami senang dan bangga karena apa yang telah kami sajikan ternyata berkenan di hati Anda. Lantas kenapa bingung ? Bagaimana tidak bingung, kalau kami harus memenuhi selera banyak orang sekaligus. Ruangan yang tersedia sangat terbatas. Itu permasalahannya. Sehingga kami pun untuk sementara jalan apa adanya dahulu.
Mungkin Anda tidak suka rubrik Bursa DX, tetapi rubrik tersebut justru disukai yang lainnya, dan sebaliknya, rubrik Profil Stasiun yang Anda suka, tidak disukai yang lainnya. Sampai dengan saat ini, kami masih mengutamakan naskah keradion yang menurut kami layak untuk dimuat. Kami memang sengaja tidak memuat naskah saduran dari buletin stasiun radio. Pertimbangan kami, infomasi tersebut bisa Anda peroleh langsung dari stasiun radio tersebut.
Rasanya lebih bermanfaat kalau dana yang telah Anda keluarkan bisa mendapatkan informasi yang tidak terdapat pada buletin radio luar negeri tersebut, yang (mungkin) sudah Anda miliki. Untuk itu kami menyarankan Anda berhubungan langsung dengan stasiun untuk mendapatkan buletin tersebut. Banyak yang bisa Anda peroleh. Misalnya, Radio Nederland dengan Ranesi, Deutsche Welle dengan Sahabat, Voice of America dengan Sari Siaran, Radio Jepang dengan Berita Radio Jepang. Dengan begitu, akan terjalin komunikasi aktif antara pendengar dengan stasiun pemancar. Untuk masalah tersebut Anda bisa berhubungan dengan bagian sirkulasi, silakan.
Namun untuk naskah yang aslinya bahasa Inggris, menurut kami masih layak. Ini karena (mungkin) keterbatasan Anda akan bahasa Inggris, sehingga kami pun ingin membantu Anda. Apalagi buletin tersebut tidak mudah memperolehnya, tentu saja untuk Anda sudah kami terjemahkan sebelumnya.
Sedangkan informasi yang lebih bersifat internasional tetap dalam bahasa Inggris, karena memang kami tujukan kepada pembaca di luar negeri. Hasil angket selengkapnya akan kami beberkan via Dirgantara. Kami masih menunggu angket dari rekan-rekan yang lainnya. Mumpung belum ditutup, silakan Anda isi dan kembalikan angket tersebut.
Sebagai media klub, Dirgantara selalu terbuka untuk siapa saja. Kami menerima naskah dari Anda. Tetapi perlu diperhatikan kode etiknya. Mohon sertakan pula sumbernya kalau sekiranya saduran, kami tidak akan memuat naskah saduran tanpa menyebutkan sumbernya. Kami masih menemukan hal-hal semacam ini di media buletin sejenis. Si penulis atau pengirim tak menyebutkan sumbernya, seolah-olah karya dia sendiri, padahal kami tahu persis itu saduran yang diambil dari buletin klub lain. Kami tahu karena kami juga langganan beberapa buletin dan majalah keradion yang kebetulan mereka sadur. Kami tak ingin kejadian semacam itu di Dirgantara.
Kalau Anda perhatikan, pada setiap akhir tulisan sering tertulis kode. Maksudnya, adalah untuk menunjukkan sumber, penulis, maupun siapa penyadurnya, misalnya saja (Radio Magazine/Soekirno/bo/na), mempunyai maksud tulisan tersebut disadur (diterjemahkan) oleh (bo), dan ditulis ulang oleh (na) dari Radio Magazine, dikirimkan Soekirno. Dengan begitu kalau terjadi kesalahan bisa diketahui di mana, OK ?