Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 3 No 1 Mar-Apr 1993
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Profil Stasiun
Sejarah Radio
Sosok
DX Mania
Profil Klub
Antena
Telekomunikasi
Profil Receiver
Catatan Pinggir
Redaksi

Volume 3
  Catatan Pinggir

IDENTITAS sering diartikan sebagai tanda pengenal. Macam macam bentuknya, baik itu nyata, ataupun abstrak. Misal saja nama. Mungkin Anda pernah menemui, atau mungkin Anda sendiri, DXer yang dengan tekunnya menunggui radionya, hanya untuk mendengar nama stasiun yang didengarkan. Dengan penuh konsentrasi, didengarnya terus, didekatkan ke telinganya, untuk bisa mendengar dengan jelas.

Apalagi kalau bukan sekedar mencari, mendengar pengumuman nama stasiun. Di dunia DX, jati diri atau identitas ini dikenal sebagai identitas stasiun, atau ID's. Bentuknya hanyalah sekedar pengumuman. Misalnya, "Inilah Radio Dirgantara." Kalau Anda sering otak atik pesawat radio Anda, pasti akan kenal dengan "...Inilah Radio..." atau "...This is Radio..." yang biasanya disertai dengan musik atau suara yang khas.

Radio Australia misalnya, dengan suara tawa burung Kookabura, BBC dengan dentang lonceng Big Ben, Suara Indonesia dengan lagu Jali-jali. Kesemua itu hanya untuk menunjukkan jati diri mereka. Bahkan sampai ke stasiun relai pun kadang disebutkan. Kalau Anda memantau siaran BBC atau Deutsche Welle, sekitar 2-3 menit sebelum mengudara, silakan Anda tune in di frekuensinya, niscaya Anda dengar pengumuman tentang itu. Identitas stasiun juga sering ditampilkan di tengah siaran.

Lain lagi ceritanya dengan stasiun radio dalam negeri kita sendiri, atau yang Anda kenal sebagai radio swasta nasional. Radio swasta nasional di Indonesia lebih kreatif dalam membuat ID's ini, yang sering dikenal sebagai jingle. Bahkan tidak hanya satu jingle, saat pembukaan ada jingle, di tengah siaran ada jingle juga, demikian pula di saat turun siaran ada jingle juga. Dan masing masing dikemas khusus sesuai dengan situasi.

Ada juga programer yang menganjurkan para penyiarnya agar sesering mungkin menyebutkan ID's, dengan maksud pendengarnya, atau yang baru mendengar cepat kenal, dan kalau bisa dikenang. Mereka diuji, bagaimana agar jingle mereka bisa mengena. Dari kasus tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa jingle bukan lagi masalah sepele. Lihat saja di lapangan, beberapa stasiun menggunakan jingle "pesanan" luar negeri. Dan entah, apa alasan mereka menggunakan jingle dari luar negeri.

Padahal, koreografer kita pun tidak kalah dengan mereka. Banyak juga jingle yang "made in" kita sendiri yang menarik. Apakah karena gengsi dan persepsi mereka, bahwa pendengar "luar negeri minded" ? Dengan harapan di mata pendengarnya lebih tinggi gengsinya. Tidak usah heran, kalau menemukan jingle yang mirip satu sama lain. Semua karena pesan dari tempat yang sama, hanya dimodifikasi.

Misalnya, untuk stasiun radio FM yang mengudara di 104 MHz, yang mencakup 104.05-104.75 MHz. Di Amerika Serikat tidak digunakan angka di belakang koma, sehingga 104 MHz di bahasa Inggriskan "One O Four". Kadang call sign mereka ikut masuk, misal "KISS" atau "Kei Ai Double Es" atau "...Good Morning Texas..." Lucu kan ? Stasiun radio di Amerika Serikat lebih dikenal dari call sign dari pada nama.

Misalnya, ada KISS FM, WWCR, WHRI, KHBI, KFBS, dan KSDA. Stasiun di kawasan timur menggunakan inisial W, di barat huruf K. Jadi, kalau Anda mendengar K... atau W... itu adalah call sign mereka. Entah, apakah mereka benar benar pesan atau sekedar "nyontek", dengan jalan merekam, saat jalan di Amerika Serikat. Dan bagaimana kode etiknya, serta adakah royalti bagi mereka ? Yang pasti, kita cinta produksi dalam negeri, bukan begitu ? (Aries Subagyo)

Redaksi

Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab
Aries Subagyo

Wakil Pemimpin Redaksi
Drs. Herbert Sunu Budihardjo

Redaktur
- Gunarto
- Aji Soekardy
- Dwi Budhi Rahardjo
- Florentina Ina Rimawati
- Soekirno
- Supriyadi A.G.
- Akbar Indra Gunawan
- Ahmad Kadafi
- Kustiyono

 
Dirgantara Online - Vol 3 No 1 Mar-Apr 1993
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space