Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 3 No 1 Mar-Apr 1993
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Profil Stasiun
Sejarah Radio
Sosok
DX Mania
Profil Klub
Antena
Telekomunikasi
Profil Receiver
Catatan Pinggir
Redaksi

Volume 3
  Antena
Antena Jarak Jauh (4)

Pengantar Redaksi : Kita masih meneruskan bahasan yang lalu, saduran dari buku "Proyek Elektronika Radio Amatir" karangan FG Rayer, G30 GR, diterbitkan P.T. Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia, Jakarta. "Antena Jarak Jauh" bagian ke-4 kali ini membahas Antena Umpan Tengah. Rekan Ahmad Kadafi yang menurunkan tulisan ini, telah melakukan eksperimen antena ini, dan hasilnya sangat baik sekali.

Meskipun tulisan ini dikhususkan untuk amatir radio, tetapi bagi Anda penggemar siaran broadcast bisa menggunakannya. Tinggal sesuaikan berapa frekuensinya. Apabila ada pertanyaan, silakan hubungi Ahmad Kadafi, Papringan No.325, RT.02/IV, Kaliwungu, Kudus 59361, Jawa Tengah, Indonesia.

Antena Umpan Tengah

Untuk penerimaan gelombang pendek yang lebih dikhususkan SWL, beberapa bentuk antena hubung tengah (centre connected aerial) sering digunakan. Bila secara elektris, panjang antena adalah separuh panjang gelombang, maka bagian tengahnya antena ini dapat dipotong. Kemudian sebuah twin feeder 75 ohm atau sejenisnya dapat direkatkan. Secara elektris, panjangnya sedikit lebih kecil daripada panjang free space, yaitu diambil kurang lebih 0,95 panjang free space.

Untuk mendapatkan panjang di dalam meter, dapat dipergunakan rumus berikut : Panjang = 143 : Frekuensi (MHz). Berikut diberikan sejumlah daftar jalur short wave listening, dengan panjang antena sekitar separuh panjang gelombang :

Meter
10
15
20
40
80
160
Jalur
(MHz)

28
21
14
7
3.5
1.8
Panjang
(Meter)

4.95
6.7
10.06
20.67
39
74.9
Kaki
16.25
22
33
66.5
128
246

Misalnya, diinginkan antena untuk jalur 14 MHz. Pusat jalur kira-kira 14.2 MHz (kurang lebih 21.13 meter), maka panjang keseluruhan antena yang diperlukan adalah 10 meter atau 33 kaki. Pada bagian tengahnya, perlu ditambahkan sebuah dipole centre piece, atau isolator lainnya. Feeder, pengumpan, terdiri atas dua buah konduktor. Masing-masing konduktor disolder di setiap bagian.

Feeder dapat berupa twin lead, kabel dua inti, yang terdiri atas dua kawat bersebelahan. Yang lebih sering dipakai adalah feeder koaksial. Pada feeder koaksial, ada pada bagian tengah. Di sebelah luar terdapat lapisan pelindung. Panjang feeder secukupnya, karena gunanya hanya meneruskan sinyal dari antena ke penerima, bukan berfungsi sebagai alat pemungut sinyal. Feeder dapat melintasi sumber interferensi lokal, namun sebaliknya antena harus dijauhkan dari sini.

Biasanya, kawat yang menyelubungi konduktor feeder koaksial tersebut dibumikan. Dengan antena seperti ini, diharapkan kinerja, performansi, pada daerah frekuensi yang diinginkan dapat ditingkatkan. Antena dipole dengan feeder 75 ohm juga mampu memberikan sinyal pada daerah frekuensi lainnya. Tetapi dengan efisiensi yang rendah, tidak seperti pada frekuensi yang dimaksudkan. Frekuensi sampingan yang dilewatkan itu merupakan kelipatan ganjil dari frekuensi utama.

Dalam prakteknya, antena semacam ini hanya dipakai untuk dua jalur amatir, 7 MHz dan 21 MHz. Bagian tengah feeder harus terlindung dari air hujan. Antena untuk 10 meter dan 40 meter dapat disanggah pada titik A dan B saja. Namun karena adanya beban feeder, maka antena antena yang lebih panjang cenderung merosot ke bawah pada bagian tengahnya. Karena itu, di titik A dan B ada kalanya sengaja dimiringkan ke bawah untuk membentuk antena V terbalik.

Andaikata bagian horizontal tidak dapat direntangkan seluruhnya, cukup bagian ujung-ujungnya saja yang ditekuk ke bawah. Modifikasi tersebut diperlihatkan secara mendetail dalam gambar. Penerima komunikasi atau penerima yang lebih khusus untuk jalur amatir biasanya dilengkapi dengan soket masukan untuk feeder 75 ohm.

Antena Tengah Multiband

Dengan cara inilah, kita dapat memanfaatkan pemakaian antena umpan tengah seefisien mungkin, pada kisaran frekuensinya inilah kelebihannya. Caranya adalah dengan mengganti feeder berimpedansi rendah dengan kawat terbuka. Bagian tengah antena dibawa ke isolator, sehingga ujung ujungnya terpisah kira-kira 100 mm (4 inci) satu sama lain. Dari sini, 2 kawat berjarak 100 mm ditarik ke bawah.

Spreader yang terbuat dari bahan isolator dipasang pada jarak tertentu, beberapa kaki, untuk menjaga jarak kawat-kawat feeder. Sebaiknya, digunakan kawat feeder ukuran 7/26 atau jenis konduktor fleksibel lain yang cukup layak. Kedua kawat feeder dibawa ke tuner atau coupler yang akan menghubungkannya pada penerima atau pemancar.

Sistem keseluruhan dapat ditala, sehingga mencapai resonansi, dengan mengatur-atur panjang antena bagian atas dan panjang feeder. Kendati demikian, di bawah diberikan beberapa ukuran panjang yang cocok :

Bagian atas (A ke B)
20 m (67 kaki)
20 m
41 m (135 kaki)
41 m
Feeder C ke tuner
13 m (42 kaki)
13 m
13 m
13 m
Frek. (MHz)
3.5
7, 14, 21, 28
3.5, 7, 14, 21
28
Penalaan
Seri
Paralel
Paralel
Seri

Pengertian penalaan "seri" atau "paralel" akan lebih jelas setelah melihat gambar 2.5. Gambar 2.5a adalah penalaan paralel, kapasitor VC1 diparalel dengan induktor L1. L2 adalah koil kopling yang dihubungkan pada penerima. X-X menuju ke feeder. Penalaan seperti ini sudah lazim bilamana titik umpan berimpedansi rendah. Untuk pembahasan masalah "penalaan" ini, kita ikuti pada edisi mendatang.

 
Dirgantara Online - Vol 3 No 1 Mar-Apr 1993
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space