Antena
Antena untuk Jarak Jauh (3)
Antena merupakan suatu alat yang cukup vital dalam penerimaan siaran radio. Tanpa ada alat ini, besar kemungkinan, penerimaan pada pesawat penerima Anda kurang bagus. Menyambung tulisan edisi yang lalu, kami ambil suatu bahasan di dalam buku "Proyek Elektronika Radio Amatir" karangan F.G. Rayer, G30GR, terbitan P.T. Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia, Jakarta, dalam versi alih bahasa. Semoga apa yang Anda ikuti bisa menambah wawasan Anda di dalam dunia elektronika, terutama tentang antena. (Ahmad Kadafi)
Pembumian
Pembumian sering ditiadakan bila dianggap tidak perlu, tidak sesuai, atau tidak tersedia. Tanpa ini, hasil yang diperoleh dari penerima juga cukup memadai. Kualitas hasil itu sendiri sebenarnya ditentukan oleh perluasan jenis penerima, cakupan frekuensi dan antena sendiri. Untuk beberapa kasus, pembumian frekuensi radio dapat terjadi, diakibatkan adanya efek kapasitansi dari kotak metal atau hal lain yang serupa.
Pembumian memang tidak terlalu penting, pada khususnya apabila antena sudah baik untuk frekuensi tinggi. Kendatipun demikian penggemar radio gelombang pendek tetap berusaha untuk memberikan pembumian yang efektif. Karena hal ini akan meningkatkan kekuatan sinyal, bahkan sering dapat memperlebar kisaran frekuensi. Malah pada beberapa jenis antena, ini dapat mengurangi statis lokal dan interferensi lain yang sejenis.
Pembumian yang paling baik dilakukan dengan menghubungkan kawat pendek pada sebuah logam, yang nantinya akan ditanamkan pada suatu massa yang besar, misalnya tanah ataupun bumi. Meskipun pembumian sebenarnya dibuat dari kawat polos, tetapi kawat berisolasi pun dapat dipergunakan. Cara ini dimaksudkan untuk menghindari munculnya desah akibat adanya kontak yang terputus putus antara kawat polos tersebut dengan bingkai metal jendela. Kawat berukuran 7/26, 7 serat 26 SWG, atau kawat lain yang kuat dapat dipergunakan.
Langkah terbaik adalah memilih lintasan terpendek dari tempat penerima menuju tanah. Caranya adalah dengan menarik kawat melalui bingkai atau celah jendela. Sebuah lubang telah disiapkan untuk ini, pada kayu ataupun metal dari bingkai jendela tersebut. Biasanya, kawat tipis atau beberapa kawat tipis dapat dilewatkan pada celah celah jendela, tanpa menyulitkan ketika harus menutup kembali. Kontak elektris antara kawat dan bingkai metal dihindarkan, dengan jalan mengisolasinya.
Pembumian yang sesungguhnya dapat berupa paku besar yang ditanam dalam tanah (lembab) yang memang disediakan untuk ini. Paku tersebut ditambahkan selubung anti karat untuk menghindarkan korosi paku, yang dapat menjangkitkan desah di pesawat penerima. Pembumian sementara yang baik dapat dilakukan dengan menyolder kawat bumi pada sebuah atau dua buah kaleng timah yang telah dilubangi. Kemudian, kaleng ini dibenamkan dalam tanah yang lembab. Namun cara ini biasanya tidak bertahan lama.
Kadang-kadang, dapat dilakukan perluasan pembumian pada tempat yang sama. Caranya ialah dengan membuat galian memanjang pada tanah yang dimaksud untuk menanamkan kawat tembaga tersebut. Sekurang kurangnya kawat bumi ditaruh sepuluh meter memanjang dekat dengan permukaan tanah. Pekerjaan ini dapat dilakukan tanpa merusak rumput di atasnya. Ada kalanya, kawat bumi yang diperpanjang ditanam pada galian yang sempit. Usahakan untuk menanamnya agak dalam, supaya aman dari gangguan penggalian.
Satu atau beberapa paku bumi besar dapat ditambahkan. Pembumian radio dapat juga diambil dari pipa pipa ledeng metal dalam tanah. Sebuah penjepit yang dikaitkan pada pipa tersebut akan melakukannya. Mintalah petunjuk dan izin dari PAM yang bersangkutan. Pembumian tidak boleh diambil dari pipa gas. Pembumian yang diperoleh dari stop kontak biasanya dipakai untuk keperluan perlindungan, dan sering dioperasikan dalam hubungannya dengan rangkaian pemutus arus. Cara ini tidak cocok untuk pembumian radio.
Pada beberapa sistem antena yang sederhana, tegangan sinyal dari antena diperoleh dari hubungan antena dan bumi. Jadi pembumian merupakan bagian dari sistem keseluruhan. Jenis antena lain menjangkitkan tegangan sinyal dengan cara yang berbeda. Mereka melakukannya sedemikian hingga tak tergantung pada bumi, atau sifat kapasitif yang mengembalikan lagi sinyal ke bumi, untuk mengopel penerima tersebut. Kendati demikian, pembumian mungkin dapat memperkecil gangguan statik, maupun juga meningkatkan penampilan.
Antena Dalam
Antena dalam, indoor aerial, diperkirakan tidak sekuat antena luar. Namun untuk berbagai keperluan, antena ini masih layak dipakai. Hasil yang diperoleh akan lebih memadai lagi bila antena ini ditempatkan di lantai atas rumah. Biasanya, kawat antena sering ditarik sepanjang dinding ruangan, cukup satu atau dua buah dinding, di dekat langit langit rumah. Antena ini dibuat dari kawat sepanjang 8-11 meter (25-35 kaki), sudah termasuk bagian yang akan dipasang ke dalam penerima.
Jangan menaruh kawat sedemikian rupa, sehingga ujung kawat terakhir kembali lagi ke ujung kawat semula, jadi jangan menelusuri tiga atau empat buah dinding. Kawat bel yang tipis atau kawat lain berisolasi, lebih baik berwarna, dapat digunakan, karena orang tidak akan mengenalinya. Kawat ini dapat dipasang dengan paku kecil atau dijepitkan. Cara yang tepat untuk memasangnya tergantung pada cara maupun tempat kawat tersebut disembunyikan.
Antena dalam kadang-kadang ditempatkan di bawah atap atau loteng, supaya cukup tinggi dan terhindar dari kawat PLN yang ada di dalam rumah. Kawat yang diperlukan adalah kawat dari jenis berisolasi, karena umumnya kawat ini akan direkatkan pada dinding. (Bersambung)