Sapa Redaksi
Kami mohon maaf bila Anda terlalu lama menunggu kehadiran buletin Dirgantara. Rekan-rekan di redaksi semuanya disibukkan dengan Temu Pendengar 1993 tanggal 13-14 Februari 1993 yang lalu. Edisi kali ini pun dipenuhi dengan laporan ataupun berita mengenai Temu Pendengar 1993. Mengingat ruangan yang sangat terbatas, maka pemuatan berita serta laporan dari Temu Pendengar akan kami muat secara bergiliran. Edisi mendatang, Anda pun masih bisa mengikutinya.
Berita tentang Temu Pendengar 1993 bisa Anda baca di halaman 23-25 dan 28. Karena banyak memuat laporan Temu Pendengar 1993, maka beberapa rubrik terpaksa harus ditunda. Pada edisi ini, Anda tidak bisa mengikuti rubrik Surat Anda, yang sebenarnya rubrik tetap. Namun, kembali kami luncurkan rubrik baru IDXC Top 50, ruangan yang kami harapkan bisa menambah daya tarik Dirgantara.
Satu hal yang patut untuk kita banggakan, mulai edisi ini, beberapa rubrik ditangani oleh rekan-rekan di luar kota. LAPORAN DX yang tadinya ditangani langsung oleh Aries Subagyo, sekarang diambil alih oleh Akbar Indra Gunawan. IDXC Top 50 diasuh oleh Soekirno. Bengkel DXer, rubrik baru, ditangani oleh Ahmad Kadafi. Nah, siapa yang mau nyusul ? Dengan banyaknya pengasuh, bisa dimungkinkan Dirgantara terbit lebih sering lagi dari sekarang yang dua bulan sekali.
Sejak tanggal 1 Februari 1993 yang lalu, tarif pos naik. Tarif barang cetakan, yang tadinya Rp 75 naik menjadi Rp 150. Juga tarif pos biasa, yang tadinya Rp 200 menjadi Rp 300. Kilat dari Rp 500 menjadi Rp 700. Masih ditambah dengan naiknya tarif listrik yang berakibat naik pula tarif fotokopi. Dengan berat hati, kami terpaksa harus menyesuaikan diri. Harga langganan Dirgantara, yang tadinya Rp 1.250 menjadi Rp 1.500. Tebal atau jumlah halaman tetap 28 halaman. Untuk itulah, kami mohon pengertian Anda semua.
Sebenarnya, kami ingin tampil dengan wajah yang lebih bagus lagi, tampil dengan cetak off-set bentuk majalah. Tentu saja biayanya mahal, untuk itu, kami ingin saran, usul, kritik Anda. Kami mohon kerelaan Anda untuk meluangkan waktu sebentar mengisi angket yang kami sertakan, karena kami tidak mau tampil tanpa adanya musyawarah dengan Anda terlebih dahulu. Ini demi kepuasan kita bersama, Anda puas, kami puas.
Kami tunggu angket tersebut secepatnya, kami sediakan souvenir bagi yang beruntung dalam undian. Isi angket tidak mempengaruhi kesempatan untuk memperoleh hadiah. Tidak lupa pula, buat yang menjalani, kami ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1413 H, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.