Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 2 No 5 Nov-Des 1992
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Profil Stasiun
Sejarah Radio
Opini Anda
Sosok
Antena
Profil Receiver
Aneka Info
Dunia DX
Catatan Pinggir
Review Top 50
Redaksi

Volume 2
  Antena
Antena untuk Penerimaan Jarak Jauh (2)

Antena merupakan suatu alat yang cukup vital dalam penerimaan siaran radio. Tanpa ada alat ini, besar kemungkinan, penerimaan pada pesawat penerima Anda kurang bagus. Menyambung tulisan edisi yang lalu, kami ambil suatu bahasan di dalam buku "Proyek Elektronika Radio Amatir" karangan F.G. Rayer, G30GR, terbitan P.T. Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia, Jakarta, dalam versi alih bahasa. Semoga apa yang Anda ikuti bisa menambah wawasan Anda di dalam dunia elektronika, terutama tentang antena. (Ahmad Kadafi)

Sering kali pemasangan antena yang tidak seperti gambar 2.1, lihat edisi 2 (4) September Oktober 1992, masih bisa diterima. Ujung yang jauh dari bagian antena horizontal dikaitkan dengan sebuah tali dan isolator ke tempat tempat seperti pohon, bangunan, atau dudukan lain, yang vertikal seperti pagar atau garasi. Titik pancang yang terdekat tidak usah setinggi cerobong asap, tapi cukup pada atap atau sebelah atas jendela rumah. Bagian "atas" kawat tidak harus horizontal.

Gambar 2.2 menunjukkan antena lainnya. Pada gambar (a), tali di antara cerobong asap dan dudukan lain yang terdekat memberikan semacam tempat gantungan bagi antena vertikal, pada gambar (b), titik pancang bawah untuk dudukan tali yang lebih rendah menghasilkan antena semi vertikal, yang tidak terhalang oleh dinding rumah. Susunan ini dan susunan serupa untuk antena luar tergantung pada keadaan sekitar, jenis tiang pancang yang dipakai, letak tiang pancang, dekat atau jauh dari rumah, tempat pemasangan antena, cerobong asap atau dinding rumah.

Beberapa jenis antena luar yang mampu melakukan penerimaan jarak jauh biasanya digunakan juga. Antena tersebut perlu ditempatkan setinggi mungkin, bebas rintangan, dan benda benda yang dibumikan, jauh dari kawat listrik PLN, atau sumber sumber interferensi lainnya.

Bahan Antena

Kawat serat tunggal 14 atau 16 SWG, kira kira 1,6 mm atau 0,064 inchi, sering digunakan. Kawat ini biasanya diperoleh dari toko alat listrik yang menyediakan peralatan untuk radio amatir. Untuk kawat bumi, sering digunakan kawat polos, yang terbungkus berukuran 1,5 mm. Kawat antena berserat dan terisolasi juga tersedia. Kawat jenis ini berukuran 7/26, tujuh serat pada 26 SWG, atau 0,5 mm atau 0,018 inchi. Isolator telur, egg insulator, dapat juga dipakai.

Anda dapat membelinya di toko radio atau toko komponen elektronika lainnya. Tempatkan kawat dan tali, sehingga isolator ini terjepit. Dengan cara demikian antena tak akan jatuh bila isolatornya patah. Kelengkapan lainnya yang harus tersedia adalah kawat jemuran atau bisa tali plastik. Gunakanlah tali yang tidak mudah putus, agar tidak menyulitkan Anda nantinya. Bermacam macam tiang atau tempat penyangga dari berbagai ukuran juga harus tersedia.

Di antara tiang dari kayu cemara yang masih kasar, tiang bambu, tiang bendera yang sudah agak halus dan dicat, sampai pada potongan kayu untuk membantu menambah ketinggian atap garasi, kayu biasa, bambu yang tidak ada matanya, ataupun kayu cemara ukuran 50x50 mm atau 50x75 mm (2x2 inchi atau 2x3 inchi) dapat dijadikan tiang beberapa meter tingginya. Tiang yang ringan dapat dikaitkan pada pagar, dinding rumah, maupun tempat dudukan lainnya, menggunakan baut, mur, dan sebagainya, untuk menyesuaikan ukuran dengan keadaan sekitar.

Untuk memancangkan tiang, dapat digunakan dudukan yang terbuat dari kayu berukuran 100 x 150 mm (4x6 inchi), yang ditanam satu meter di dalam tanah. Tiang itu sendiri selanjutnya dapat dipasangkan di atasnya dengan bantuan baut, mur, atau dapat digantungkan apabila dikehendaki. Tiang yang tinggi untuk antena juga tersedia. Pada tiang ini terdapat sejumlah tali bubut yang ditarik menuju titik sandaran, untuk memperkuat dudukan tiang tersebut.

Jadi jelaslah, bahwa antena luar dapat dibuat secara sederhana, ataupun sedikit rumit. Antena yang rumit dan mahal kiranya tidak diperlukan saat ini. Tentu saja, perlu diingat bahwa antena harus ditempatkan secara aman, kawatnya tidak melintasi kawat listrik PLN, atau kawat kawat lain, dan tidak bersentuhan dengan tiang sandarannya. Bagian bawah kawat tersebut dibawa ke dalam rumah, yaitu ke bagian penerima, receiver. Untuk itu, dapat digunakan semacam pipa plastik kecil.

Sebelumnya, pada bingkai jendela telah disiapkan sebuah lubang untuk menerima pipa tersebut. Selongsong kawat dapat dipergunakan untuk mengganti pipa tersebut. Sebelum memasukkannya, tambahkan seutas kawat kaku ke bawah, untuk melewatkan tetesan air hujan.

Selanjutnya, sumbatlah pipa tersebut. Taruh pesawat sedekat mungkin agar frekuensi tinggi tidak terbuang. Semoga uraian di atas tadi banyak manfaatnya bagi Anda dalam melakukan eksperimen antena. Gambar 2.2 Dua buah antena vertikal untuk ruangan yang sempit (Sumber : Proyek Elektronika Radio Amatir, F.G. Rayer, ak/gun) (Bersambung)

 
Dirgantara Online - Vol 2 No 5 Nov-Des 1992
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2010 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space