Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 2 No 5 Nov-Des 1992
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Profil Stasiun
Sejarah Radio
Opini Anda
Sosok
Antena
Profil Receiver
Aneka Info
Dunia DX
Catatan Pinggir
Review Top 50
Redaksi

Volume 2
  Opini Anda

Siaran Radio Luar Negeri ternyata sangat banyak digemari oleh banyak kalangan, tidak hanya kalangan anak muda, orang tua pun juga senang. Kalangan sarjana, terutama yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, juga memerlukan informasi dari luar, meski tidak harus menyerap atau meniru, tapi perlu juga untuk perbandingan. Maka, tidak mengherankan kalau ada dosen atau staf pengajar suatu lembaga pendidikan yang rajin memantau siaran tersebut. Dengan demikian, boleh dikatakan juga bahwa mereka pun termasuk DXer, meski tidak aktif.

Menjelajah Angkasa Luar, kata yang terdengar canggih, tapi apakah benar demikian ? Itulah opini yang kami lemparkan pada Sayembara IDXC VOA II. Kali ini selain kami menurunkan beberapa tanggapan dari anggota IDXC, kami berhasil pula menemui beberapa responden di luar anggota. Berikut ini, kami turunkan beberapa tanggapan dari mereka. Alam semesta yang kini ada dan kita tempati tidak sekedar planet yang bernama bumi, tetapi masih banyak yang belum kita ketahui.

Melalui acara Menjelajah Angkasa Luar ini, paling tidak kita akan bisa mengungkap misteri-misteri yang berada di luar planet bumi. Pendapat ini dikemukakan Endang Susilowati, seorang siswi SMA di Yogyakarta. Lain pula yang dikatakan ilmuwan Albert Einstein (1879-1955), yang menempatkan agama dan ilmu pengetahuan (iptek) sebagai satu-kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Acara ini mengajak kita untuk lebih mengenal Tuhan Yang Maha Pencipta dengan segala keagungan-Nya.

Di sisi lain, sedikit banyak acara ini mempunyai keterkaitan dengan acara DX Komunikasi, bahwa keberhasilan mereka tak mungkin bisa lepas dari hubungan jarak jauh, baik operator maupun perangkatnya. Kemampuan suatu negara menjelajah angkasa luar merupakan indikator majunya suatu negara dalam bidang teknologi ruang angkasa. Pendapat ini dikemukakan oleh Ir. M. Guntur Dahlan, anggota IDXC-0016/INS dari Bau-bau, Buton.

Teknologi kedirgantaraan, terutama angkasa luar, memang menarik untuk dipelajari dan dikaji secara seksama. Tapi pada kenyataannya, teknologi ini masih cukup mahal untuk lebih lanjut pengembangannya, ungkap Ir. Agung Pamuji, salah satu dosen perguruan tinggi swasta di kota kripik Purwokerto. Lebih lanjut, ia kemukakan Indonesia kiranya belum begitu mampu bersaing tentang teknologi angkasa luar ini, karena keterbatasan dana yang ada.

Sebagai contoh, dana untuk penelitian di perguruan tinggi masih relatif kecil, bahkan sebagian besar harus ditanggung oleh pihak peneliti, dalam hal ini mahasiswa. Lain lagi apa yang dikemukakan oleh Arsan Hasan, anggota IDXC-0018/INS dari pulau penghasil aspal, Buton. Ia bertitik tolak pada keberhasilan Neil Amstrong yang tercatat sebagai manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan.

Dari keberhasilan tersebut, kemudian terus berkembang bidang teknologi angkasa luar, dengan proyek Apollo, yang menguntungkan bagi ummat manusia, pada gilirannya tak dianggap semata-mata keunggulan Amerika Serikat saja, tapi lebih dari itu merupakan keberhasilan bidang teknologi canggih yang cukup bermanfaat bagi peradaban umat manusia.

Kemudian ditambahkan pula keluhan dari Arsan Hasan ini, surat-surat yang ia kirimkan jarang dibalas, padahal ia sendiri aktif mengirimkan juga ke beberapa stasiun radio (bagaimana ini Suara Amerika ? red.). Dan, setidaknya sedikit banyak Suara Amerika menginformasikan kemajuan teknologi angkasa luar dalam acara Menjelajah Angkasa Luar. Banyak hal yang bisa kita dapatkan dari acara ini, terutama kegiatan-kegiatan berkaitan dengan penemuan-penemuan baru teknologi angkasa luar.

Kiranya acara tersebut cukup menarik untuk disimak, dan sayang kalau dilewatkan. Berbagai pendapat dan opini yang masuk ke redaksi banyak yang mengusulkan agar acara ini bisa ditingkatkan lagi. Walau banyak juga yang mengungkapkan beberapa kesulitan yang ia temui. Misalnya, karena radio sebagai siaran kata.

Sehingga ada beberapa hal yang sulit dibayangkan bagaimana bentuk dan cara kerja dari satelit yang begitu rumit. Padahal dalam hal ini perlu juga visualisasi, agar lebih jelas dan mengetahui secara pasti, dan banyak hal lain yang belum terungkap di dalam acara ini. Beberapa ada juga yang mengusulkan agar acara ini juga menginformasikan kemajuan teknologi kedirgantaraan negara-negara berkembang.

Atau paling tidak menginformasikan penemuan baru dan para ilmuwan dari negara dunia ketiga, sehingga para pendengar VOA di Indonesia mengetahui pula kemajuan teknologi dari negara lain, yang masih sama sama berkembang. Selama ini, acara Menjelajah Luar Angkasa masih lebih banyak menginformasikan kemajuan teknologi di Amerika.

Walaupun disadari juga, misi Suara Amerika menginformasikan tentang Amerika. Pendapat ini dikemukakan oleh Fonny Maengkom, mahasiswi asal Manado, yang lagi menuntut ilmu di Fakultas Teknik Sipil salah satu PTS di kota Yogyakarta. Pemanfaatan informasi dengan menggunakan media satelit, yang otomatis harus menggunakan angkasa luar sebagai bagian dari suatu sistem teknologi satelit.

Sampai saat ini, kita hanya mengetahui bahwa ruang angkasa digunakan untuk tujuan damai, atau dengan kata lain, bahwa angkasa luar digunakan untuk keperluan yang semestinya. Akan tetapi, semakin hari, perlombaan teknologi modern tidak dapat dihindarkan, yang berakibat positif juga negatif. Oleh sebab itu kita harus berjaga-jaga agar ruang angkasa benar benar digunakan untuk keperluan yang semestinya. Bukannya digunakan untuk kegiatan politik dan militer yang akan berakibat bagi kehancuran bumi dan ruang angkasa dalam sistem tata surya.

Dengan rasa sadar dan turut berperan dalam menjaga tata surya dari maksud-maksud yang tidak baik merupakan suatu tanggung jawab moral yang harus selalu terpatri dalam diri setiap warga bumi ini. Agar ruang angkasa bisa bermanfaat lebih lama dan terhindar dari kerusakan dan eksploitasi yang tidak bertanggung jawab. Pada dasarnya, pengirim opini sependapat agar acara ini terus berlangsung dan berkelanjutan.

Dan kalau bisa, surat-surat yang dikirimkan para pendengar buat Suara Amerika cepat ditanggapi dan dibalas, karena banyak pendengar yang mengeluh lambatnya balasan surat-surat dari Suara Amerika. Terkadang memakan waktu berbulan-bulan bahkan ada juga yang menunggu sampai enam bulan atau lebih. Kalau cepat ditanggapi, akan membuat pendengar Suara Amerika bertambah aktif mengirimkan surat, dan mendengarkan siaran, tentunya. (DBR / po)

 
Dirgantara Online - Vol 2 No 5 Nov-Des 1992
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space