Sejarah Radio
Cina Radio Internasional, CRI
Normalisasi hubungan antara Jakarta dan Beijing pada tanggal 8 Agustus 1990 membawa konsekuensi yang sangat luas dalam berbagai aspek kehidupan kenegaraan antara kedua negara. Apalagi, setelah kunjungan kenegaraan Presiden Soeharto dan beberapa petinggi negara lainnya. Demikian juga, pada akhir Februari yang lalu, Menteri Radio, Perfilman, dan Televisi Tiongkok, Ai Zhisheng, yang membawahi Radio Beijing mengunjungi Indonesia atas undangan Menteri Penerangan Harmoko.
Pada kunjungan tersebut ditandatangani Memorandum Saling Pengertian tentang kerja sama kedua negara di bidang radio, TV, dan pemberitaan lainnya, sehingga hubungan baik antara radio kedua negara akan terjalin baik dan terus berkembang.
Sejarah Siaran Radio Beijing
Radio Beijing, pada tanggal 11 September 1947, dengan nama New China Broadcasting Station, Northern Shaanxi, mengudara dalam bahasa Inggris, selama 25 menit setiap hari. Kini, Radio Beijing merupakan tiga besar dunia dalam menyelenggarakan siaran, baik dari segi jumlah bahasa yang dipergunakan, maupun jam siaran.
Setiap harinya, tidak kurang dari 146 jam mengudara ke seluruh dunia dengan 39 bahasa asing, Putonghua (standar bahasa percakapan), dan empat dialek lokal (Guangzhou, Hakka, Amoy, dan Chaozhou). Secara umum, setiap transmisi menyiarkan berita tentang Tiongkok dan dunia, komentar, dan laporan tentang permasalahan internasional, Tiongkok Dewasa Ini (Features about China), serta musik. Siaran dalam bahasa asing mempunyai beberapa mata acara yang bervariasi.
Dalam setiap minggunya, Radio Beijing memproduksi kurang lebih 300 acara, atau features, yang terangkum dalam beberapa mata, yakni : China Today, Economic Construction and Reform in China, World Affairs in A Week, In the Third World, Chinese Music, Music Album, Cultural Activities, Travel in China, Sport Fans, Learn to Speak Chinese, maupun Listener's Letter Box.
Selain itu, dalam jangka pendek, disiarkan juga beberapa mata acara khusus untuk festival maupun persiapan memenuhi permintaan pendengar. Mulai Januari 1984, Radio Beijing menyiarkan siaran dalam negeri, dalam bahasa Inggris (Capital Service), untuk wisatawan yang berkunjung di sekitar Beijing, yang direlai di Shanghai, Guangzhou, dan beberapa kota lainnya. Kemudian, diikuti siaran dalam bahasa asing lainnya, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Jepang, dan Arab, untuk para wisatawan yang datang berkunjung ke Cina.
Ada lima bagian yang menunjang penyelenggaraan Radio Beijing sehari harinya, yakni : Departemen Editorial, Penerjemahan Bahasa dan Seksi Penyiaran, Divisi Teknik, Riset dan Publikasi, serta Bagian Administrasi. Sebagai salah satu radio internasional ternama, Radio Beijing mempunyai 33 biro daerah di setiap propinsi, kecuali Taiwan, dan 17 biro luar negeri, yang tersebar di Asia (Tokyo, Hong Kong, dan Islamabad).
Afrika (Harare, Kairo, Nairobi); Eropa (Moskwa, Beograd, Bonn, Paris, Brusel); Oseania (Sydney); Amerika (Washington, Mexico City, Buenos Aires), dan Perserikatan Bangsa Bangsa. Radio Beijing juga mengadakan pertukaran program dengan radio lainnya di beberapa negara. Salah satu frekuensinya dipergunakan juga untuk merelai Radio Perserikatan Bangsa Bangsa. Tiap tahun, tak kurang dari 200.000 pucuk surat diterima dari pendengarnya, yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Siaran dalam Bahasa Indonesia
Seksi Bahasa Indonesia Radio Beijing memulai siaran pertamanya pada tanggal 10 April 1950. Dasar tujuannya yang utama adalah memperdalam saling pengertian, mengusahakan perdamaian dalam rangka persahabatan kedua bangsa. Setiap hari, mengudara tiga kali, sore, petang, dan malam hari, dengan beberapa mata acara, antara lain : Warta Berita, Laporan atau Komentar, Berita tentang Tiongkok, Berita Olah Raga, Tiongkok Dewasa Ini, dan Musik.
Serta dalam dua minggu sekali, di setiap pertengahan bulan, Menjawab Pertanyaan Pendengar. Gelombang yang dipergunakan adalah 16, 19, 25 meter band. Pengasuh siaran bahasa Indonesia ada 11 orang, yang terdiri dari 4 penyiar, Zhangli, Yenni, Haifeng, Xisan, redaktris (Liang Meian).
Penerjemah (Ke Kuanjia, Huang Shunying, Chen Yuji, dan Wu Jinping), serta 2 orang pimpinan, yakni Gu Hongfu, wakil kepala, dan Lin Liushun, sebagai kepala seksi. Mulai tahun depan, setiap pengirim laporan dalam seksi bahasa Indonesia akan memperoleh kartu QSL. Kini, sebagai rasa terima kasih, hanya diberi kartu pos bergambar.
Perubahan Calling Radio Beijing
Calling Radio Beijing mulai dipergunakan semenjak 10 April 1950, hingga tahun 1982. Meskipun Radio Beijing mengalami perubahan nama menjadi Cina Radio Internasional semenjak 1 Mei 1978. Namun dengan pertimbangan untuk memudahkan penangkapan siaran radio, untuk para pendengarnya, calling siarannya tidak berubah, tetap mempergunakan : "Inilah Radio Peking". Sesuai dengan ketetapan pemakaian ejaan baru, mulai 1 Januari 1983, nama Peking diubah menjadi Beijing, maka Radio Peking berubah ejaannya menjadi Radio Beijing.
Meskipun demikian, demi kepentingan serta kemudahan pendengarnya, serta untuk membedakan dengan Radio Beijing (sebuah studio radio daerah yang mengkhususkan siarannya untuk daerah ibu kota Beijing), serta untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti surat pendengar maupun tamu yang nyasar, mulai 1 Oktober 1992 yang baru lalu, nama calling siaran Radio Beijing akan disatukan menjadi "Cina Radio Internasional, CRI" (baca Dirgantara edisi Sep-Okt 1992).
Untuk kepentingan itu, surat dari pendengar Cina Radio Internasional, CRI, maupun anggota Indonesian DX Club, serta pembaca Dirgantara, dapat dialamatkan pada : Bagian Siaran Bahasa Indonesia, Cina Radio Internasional, CRI, Fuxingmenwai, Avenue No.2, Beijing 100 866, Cina. Blanko laporan penerimaan bisa Anda peroleh dengan meminta langsung ke alamat tersebut, atau juga memakai kartu laporan berlogo IDXC. Tersedia dengan harga Rp 50 per lembarnya.
Silakan Anda buru stasiun yang satu ini, mumpung lagi ada kelonggaran tersebut. Anda bisa memburunya, dan bisa disertakan dalam IDXC Top 50, dan untuk mengklaim IDXC DX Diploma. Untuk lebih mempercepat pelayanan Anda, silakan juga Anda beritahukan bahwa informasi ini Anda peroleh dari Dirgantara, IDXC. Selamat berburu !!! (HSB)
Empat Puluh Tahun BBC Mengudara
Pada tahun 1940, BBC Siaran Dunia menyiarkan dalam 47 bahasa, dan memainkan peranan yang sangat penting dalam mendorong perlawanan terhadap NAZI di daerah pendudukannya di daratan Eropa. Mengingat pada tahun 1950-an, radio kecil yang bertenaga baterai mulai tersedia di pasaran, dengan harga yang relatif murah, ini berarti dalam siaran BBC bisa mencapai jutaan orang. Oleh karena itu, bekas jajahan Inggris mendapat prioritas. Lahirlah seksi bahasa Urdu, Bengali, Hindi, Thailand, dan Nepal.
Lebih dekat pada wilayah kita, BBC Siaran Dunia memasukkan bahasa Melayu, Vietnam, Cina, Jepang, dan tentunya, Bahasa Indonesia, yang mulai mengudara tanggal 30 Oktober 1949. Semua ini dikelompokkan di dalam satu departemen yang disebut Dinas Siaran Timur Jauh (Far Eastern Service). Sayang, dua seksi dalam keluarga besar ini ditutup tahun lalu (bahasa Melayu dan Jepang). Walaupun dana siaran dunia ini diperoleh dari Kementerian Luar Negeri Inggris, kekuasaan editorialnya sama sekali independen.
Oleh karena itu, hubungan BBC dengan Kementerian Luar Negeri Inggris tidak selalu mulus. Seperti yang terjadi saat Perang Suez, BBC Siaran Dunia dikecam pedas oleh pemerintah Inggris, karena menyiarkan pidato pemimpin Partai Buruh, yang ketika itu sebagai partai oposisi mengecam pemerintah agar Perdana Menteri Anthony Eiden mengundurkan diri. Pendukung pemerintah murka dan mengecap BBC Siaran Dunia sebagai pengkhianat.
Setelah krisis Perang Suez berakhir, pemerintah memutuskan mengurangi dana bagi BBC Siaran Dunia. Pengurangan dana dan perubahan operasi dilakukan juga di waktu waktu tertentu, dengan alasan keuangan. Pada peristiwa besar dan peristiwa penting di dunia ini, BBC tampil dengan prestasi yang diakui dunia, bukan hanya pemberitaan nasib manusia yang menderita, rupanya juga BBC menjadi obat yang mujarab bagi Thomas Anderson, warga negara Amerika Serikat yang disandera di Beirut.
"Suara Amerika adalah stasiun yang bagus, tetapi harus diakui, siaran BBC mengalahkan semuanya. Saya kira kalau kita mempunyai uang yang banyak sekali, dan kita panggil direktur radio, dan berkata kepadanya, "Ini uang, tolong dirikan sebuah stasiun radio yang paling baik. Nah ... mungkin hasilnya akan seperti BBC." "Ketika saya mendengar wartawan BBC menulis berita yang begitu kompeten pada dunia, timbul keinginan saya untuk menulis mengenai informasi yang saya peroleh dan membuat akal saya sehat selama saya berada dalam sekapan."
Pujian bagi BBC yang datang dari orang orang yang kadang kadang tidak diduga. Ketika terjadi salah satu peristiwa di dunia yang paling kritis tahun 1991 lalu, peristiwa kudeta di negara Beruang Merah, Uni Soviet, Gorbachev disekap setelah pulang dari tempat peristirahatannya. Michael Gorbachev mengadakan konferensi pers, ia menjelaskan kepada para wartawan, bahwa dirinya mengikuti peristiwa peristiwa dunia dengan mendengarkan siaran siaran radio.
Ia berkata bahwa ia dapat mendengar beberapa siaran radio, tetapi dari kesekian radio yang ia dengarkan, BBC-lah yang paling baik. Tetapi jelas, tidak semua orang suka pada BBC. Baru pada tahun 1987 lalu, Uni Soviet menghentikan gangguan terhadap siaran BBC, dan pemerintah Birma melukiskan siaran BBC cuma bohong belaka. Rupanya tak semua orang senang mendengarkan kebenaran. Sedangkan BBC memegang teguh azas kebenaran ini, yang merupakan pondasi kuat bagi banyak para pendengarnya.
Tahun 1991 lalu, BBC Siaran Dunia mengembangkan sayapnya. Televisi Siaran Dunia, sebagian penduduk Indonesia sudah dapat menikmatinya, hingga Big Ben tidak hanya bunyinya yang didengar, tapi juga nampak jarumnya bergerak. (Oking / BBC, po / idxc)