Sapa Redaksi
Kalau Anda membaca ruangan ini pada edisi yang lalu, ada hal-hal yang janggal, soal rok mini yang dalam kenyataannya tidak ada, harap jangan bingung. Masalahnya begini, saat akan naik cetak, semua sudah siap, master sudah kami siapkan untuk cover yang memang baru (berwarna). Namun ketika kami serahkan ke percetakan (fotokopi), ternyata ukuran kertas dari cover tersebut terlalu kecil, tidak masuk ke "kaset" mesin fotokopi Xerox yang kami pakai.
Karena itu, dalam waktu yang sangat mendesak, kami ubah dengan ukuran kertas kuarto. Tetapi naskah atau tulisan untuk ruangan ini tidak kami ubah, karena waktu yang mendesak. Edisi ini lagi-lagi tampil dengan formasi baru. Kami memang sedang mencari bentuk. Tetapi yang pasti rubrik ataupun isinya masih seperti yang dulu-dulu, bahkan ada beberapa rubrik baru juga.
Tentu saja, rubrik baru yang macam itu bukan terlahir dari ide atau pemikiran kami saja, tapi juga ada masukan-masukan dari Anda, karena memang kami hanya melayani keinginan Anda. Apa yang Anda inginkan, kalau memang kami mampu, akan kami lakukan. Tetapi, tentu saja, harus ada pertimbangan juga layak-tidaknya satu ide yang kami pakai, tidaklah segampang membalik telapak tangan, namun kami selalu membuka diri dari kritik, saran maupun usul-usul Anda.
Adakah rubrik yang harus dihilangkan, atau mungkin ada lagi rubrik yang Anda usulkan ? Silakan Anda lemparkan kepada kami. Mulai edisi ini, rubrik Profil Stasiun, kami angkat dua stasiun sekaligus, karena bahan untuk rubrik ini memang berlebih. Dengan jangka waktu terbit yang dua bulan sekali, terpaksa harus bergilir. Padahal, kadang ada bahan yang kalau dimuat belakangan sudah tidak tepat lagi.
Kami ingin mengetahui, bentuk tulisan yang selama ini kami pergunakan, wawancara, apakah Anda suka ? Bentuk tersebut kami pilih karena pertimbangan Anda akan tahu secara lebih detail apa dan bagaimana keterangan nara sumber yang berhasil kami wawancarai. Dengan demikian, maka Anda akan lebih jelas. Konsekuensinya, makan halaman banyak. Selama ini kavling yang tersedia untuk Profil Stasiun hanya empat halaman.
Idealnya, Dirgantara terbit dengan 32 halaman atau lebih, hingga kami pun akan lebih leluasa lagi menuangkan ide-ide. Hanya sayangnya, ini akan kembali kepada Anda, karena memang semuanya masih tergantung Anda. Untuk menaikkan harga langganan jelas tidak mungkin untuk saat ini, adakah saran atau pemikiran dari Anda yang brilian ? Jangan sungkan sungkan melemparkan kepada kami.
Tahun 1993, tepatnya tgl. 14 Februari, Indonesian DX Club akan menyelenggarakan satu kegiatan berupa pertemuan pendengar "Temu Pendengar 1993", satu kegiatan yang banyak ditunggu-tunggu oleh rekan rekan IDXCer. Keterangan lebih lengkap baca halaman 22. Kejutan lain, seperti yang kami udarakan di acara DX Komunikasi Radio Nederland, Anda bisa menemui kegiatan IDXC lainnya, yaitu IDXC Top 50.
Kami berharap kegiatan ini bisa memacu Anda dalam menekuni hobi DX, mari kita berpacu dalam DX, salurkan hobi Anda di IDXC Top 50. Bagi rekan yang belum menerima Dirgantara edisi yang lalu, beritahukan segera ke bagian sirkulasi juga untuk kartu anggota. Karena banyaknya, maka kami gilir penanganan kartu anggota ini. Meski masih jauh, tak lupa kami mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 1993.