Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 2 No 4 Sep-Okt 1992
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Profil Stasiun
Opini Anda
Antena
Sosok
Dunia DX
Aneka Info
Catatan Pinggir
Redaksi

Volume 2
  Antena
Antena untuk Penerimaan Jarak Jauh (I)

Antena merupakan suatu alat yang cukup vital dalam penerimaan siaran radio. Tanpa alat ini besar kemungkinan penerimaan pada pesawat penerima Anda kurang bagus. Kalau dalam beberapa edisi yang tampil antena FM, sekarang kami tampilkan antena untuk gelombang pendek. Ini kami tujukan agar teman-teman yang belum tahu akan cara-cara pembuatan antena menjadi paham.

Antena yang kami tampilkan di sini sudah kami uji coba hasilnya sangat baik sekali, tulisan ini kami ambil dari Proyek Elektronika Radio Amatir karangannya F.G. Rayer G30GR, penerbit PT Elexmedia Komputindo, kelompok Gramedia, Jakarta, dalam versi alih bahasa. Semoga rekan rekan bisa mengambil manfaatnya. (Ahmad Kadafi)

Penggemar radio gelombang, atau pemancar radio amatir, sebaiknya berhati-hati dalam memilih antena, maupun sistem pembumiannya. Dari segi penerimaan, antena akan menangkap sinyal yang dipancarkan oleh pemancar di tempat lain, dan kemudian membawanya ke penerima. Peningkatan efisiensi pada antena, akan mengakibatkan penerimaan yang lebih kuat, dan kisaran yang lebih besar. Sebuah penerima yang tidak dapat menangkap sinyal dari stasiun jarak jauh dengan antena yang jelek, mungkin dapat memberikan penerimaan yang lebih memuaskan, bila diberikan antena yang kualitasnya lebih baik untuk kondisi perambatan sinyal yang sama.

Antena yang terbaik ialah antena yang dapat meneruskan sinyal, dengan spektrum energi frekuensi radio paling besar, apabila ditinjau dari segi penerimaan jarak jauh. Antena ini dapat berupa larik-larik yang rumit, tinggi sekali dan mungkin dipakai untuk keperluan frekuensi dari jalur sempit saja. Tentu ini tidak praktis untuk frekuensi-frekuensi rendah, mengingat ukuran antena yang digunakan amat besar. Untuk penerimaan penerimaan frekuensi amat tinggi seperti televisi, antena yang digunakan mungkin berbentuk dua kutub (dipole), yang disertai dengan reflektor dan elemen elemen pengarah.

Antena ini pendek saja, karena frekuensi sinyalnya sangat tinggi, dan umumnya tidak menyulitkan. Panjang elemen adalah separuh panjang gelombang dari ujung ke ujung. Jadi untuk jalur 144 MHz panjangnya 1 meter, 28-30 MHz panjangnya 5 meter (16 kaki), untuk jalur 14 MHz panjangnya 10 meter (33 kaki), dan untuk jalur 3.5 MHz panjangnya 40 meter, 130 kaki. Jelas, bahwa bentuk, konstruksi, serta pengoperasian antena yang cocok untuk VHF (frekuensi amat tinggi), tidak mungkin diterapkan untuk frekuensi rendah, karena alasan ukuran tadi.

Antena dengan elemen penyangga berbentuk pipa, seperti halnya antena TV banyak dipakai untuk jalur amatir dua meter. Antena ini lebih populer lagi di kalangan jalur 10, 15, dan 20 meter, tetapi untuk jalur 40 meter, atau pada frekuensi yang lebih rendah, antena ini jarang dipergunakan. Suatu antena, sederhananya, dirancang untuk melayani kisaran frekuensi tertentu saja. Antena paling sederhana yang segera dapat dipasangkan adalah jenis end-connected wire (antena kawat hubung ujung). Antena jenis ini umumnya dibumikan.

Antena Kawat Hubung Ujung

Untuk penerimaan biasa panjang antena umumnya diambil kurang dari separuh panjang gelombang. Kendati demikian hasil yang diperoleh masih memadai, karena itu usahakanlah untuk menempatkan kawat sepanjang mungkin, selama itu masih mungkin dilakukan. Panjangnya dapat diambil 5-7 meter (15-24 kaki), dapat juga 2-3 kali lipatnya. Antena sepanjang 15-30 meter (50-100 kaki) akan memberikan hasil yang lebih baik. Bila dikehendaki frekuensi-frekuensi lebih rendah saja, pakailah antena yang lebih panjang.

Gambar 2.1 memperlihatkan cara pemasangan antena yang ideal. Antena harus diletakkan cukup tinggi, bebas dari benda-benda yang dibumikan. Dan pada jarak beberapa kaki, tariklah kawat tersebut ke bawah menuju rumah, kawat ini (kawat bawah) merupakan bagian dari panjang antena keseluruhan. Ujung-ujungnya ditarik oleh seutas tali, yang dililitkan pada semacam isolator. Tali menarik ujung atas kawat bawah ke cerobong asap rumah. Sebuah lainnya, ditarik dari atas ke bawah tiang, agar kawat atas antena tertarik horisontal.

Seringkali, pemasangan antenna yang tidak seperti di atas, masih dapat diterima, ujung yang jauh dari bagian antena horisontal dikaitkan dengan sebuah tali, dan isolator ke tempat tempat seperti pohon, bangunan, atau dudukan lain yang vertikal, seperti pagar atau garasi. Titik pancang yang terikat tidak usah setinggi cerobong asap, tapi cukup pada atap atau sebelah atas jendela rumah. Bagian atas kawat tidak harus horisontal. (Bersambung)

 
Dirgantara Online - Vol 2 No 4 Sep-Okt 1992
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space