Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 2 No 4 Sep-Okt 1992
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Profil Stasiun
Opini Anda
Antena
Sosok
Dunia DX
Aneka Info
Catatan Pinggir
Redaksi

Volume 2
  Opini Anda

Siaran radio dari Luar Negeri ternyata memang sangat digemari banyak kalangan. Tidak hanya kalangan anak muda saja, orang tua pun juga senang. Kalangan sarjana, terutama yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, juga memerlukan informasi dari luar. Meskipun tidak harus menyerap atau meniru, akan tetapi perlu juga untuk perbandingan. Maka tidaklah mengherankan kalau ada dosen atau staf pengajar suatu lembaga pendidikan, yang rajin memantau siaran tersebut.

Dengan demikian, boleh dikatakan juga bahwa mereka pun termasuk DXer. Meski tidak aktif. Toh, DXer itu juga tidak identik dengan "kirim-kiriman" surat. Kali ini memang lain dari sayembara-sayembara biasa. Kalau biasanya pendengar diharuskan menjawab pertanyaan, kali ini diuji bagaimana mereka mengungkapkan pendapat dalam bentuk tulisan.

Tentu saja, yang namanya pendapat, tidak mesti sama antara pendengar yang satu dengan lainnya. Dari sinilah kita akan tahu bagaimana respon pendengar terhadap acara yang dipancarkan satu stasiun, dalam hal ini adalah Suara Amerika. Tentunya, ini sifatnya subyektif, tetapi paling tidak, Anda, dan Suara Amerika tentunya, bisa tahu bagaimana pendapat mereka.

Di samping topik yang kami lemparkan kepada pembaca Dirgantara, tim redaksi sempat menemui beberapa orang di luar pembaca Dirgantara dan anggota Indonesian DX Club, yang ternyata juga pendengar radio luar negeri. Untuk kali ini, acara yang kami lemparkan untuk dikomentari adalah "Menjawab Pertanyaan Pendengar" (MPP). Baik. Itu pendapat mereka. Rata-rata, surat yang masuk mengatakan demikian. Tentunya, ada juga yang mengatakan masih kurang.

"Cara penyampaian ataupun dalam menjawab pertanyaan terlalu formal, tidak seperti halnya stasiun stasiun lainnya, yang lebih santai. Dengan demikian, pendengar pun bisa menyimak dengan santai pula, tidak terlalu serius," begitu tulis pendengar dari kota Semarang, Ratna Wulandari, mahasiswi Fisipol Universitas Diponegoro. Memang kalau kita banding bandingkan dengan acara "Kotak Pos" Radio Australia, "Menjawab Pertanyaan Pendengar dan Ungkapan Pendapat" BBC jauh berbeda. Gaya dan cara menanggapi pertanyaan pendengar secara keroyokan, terasa lebih santai.

Apalagi kadang-kadang diselingi humor serasa lebih hidup, apalagi siaran mereka, BBC dan Radio Australia, live atau langsung. Waktu siaran atau lama penyiaran acara ini dirasakan juga terlalu singkat. Pertanyaan yang membutuhkan jawaban panjang-lebar, karena alasan tersebut, terpaksa diambil jalan pintas saja. Tentu saja, jawaban tersebut kurang lengkap. Hampir semua surat yang masuk mengatakan hal demikian. "Alangkah baiknya, kalau waktu penyiaran yang satu minggu 3 kali, dijadikan sekali dalam seminggu, dengan durasi dua puluh menit," kata Kusno, anggota Indonesian DX Club dari kota Jember.

Lain lagi dengan Fadly Santar, seorang pelajar di kota Angin Mamiri, Ujung Pandang. Kalau bisa ada acara khusus ulangan di malam hari, ataupun diselang-seling, pagi dan petang hari. Karena pendengar di Indonesia bagian timur, seperti saya, tidak bisa mengikutinya sampai tuntas, karena harus masuk sekolah atau kantor bagi mereka yang sudah bekerja. Secara keseluruhan surat-surat yang masuk mengatakan bahwa materi, atau isi siaran, cukup bagus. Tidak hanya berkisar pada satu bidang, tetapi bersifat umum, tentu saja tentang Amerika. Ini sangat membantu kami dalam mempelajari Amerika. Bahkan di luar Amerika pun bisa. Ini tentunya patut untuk dipertahankan.

Lain lagi komentar Nurul Komariyah mahasiswi Sastra dan Bahasa IKIP di Yogyakarta. Dari segi bahasa, susunan katanya cukup komunikatif, namun bukan berarti sudah bagus. Kalau dirasa rasakan, masih perlu ditingkatkan. Di luar masalah tersebut, Drs. Marwan Effendy, S.U. salah seorang dosen PTS di Yogyakarta mengatakan bahwa mutu siaran yang kurang bagus sangat mengganggu dalam mengikuti acara ini. "Kadang kala, saat diudarakannya sebuah pertanyaan, tiba-tiba saja melemah. Yah, nggak bisa mengikuti lebih lengkap dong," katanya.

Pembawa acara tak ada masalah bagi mereka, meski sudah usia lanjut, tapi dengan kualitas yang "boleh", tidak mengapa. Pendengar-pendengar muda pun tidak mempermasalahkannya. Tidak harus anak muda, seperti halnya radio-radio swasta nasional di negeri kita. Begitulah gambaran atau ringkasan dari beberapa komentar yang sempat kami terima akan topik kali ini, "Menjawab Pertanyaan Pendengar" atau yang disingkat MPP, edisi mendatang adalah "Menjelajah Angkasa Luar". Silakan Anda lihat ruangan "Aneka Informasi", kami tunggu karya Anda. (Tim Redaksi)

 
Dirgantara Online - Vol 2 No 4 Sep-Okt 1992
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space