Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 2 No 3 Jul-Agu 1992
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Profil Stasiun
Profil Receiver
Antena
IDXC Ria
Sosok
Aneka Info
Telekomunikasi
Sejarah Radio
Catatan Pinggir
Redaksi

Volume 2
  Sosok

Di Indonesia, hobi memantau siaran radio gelombang pendek belumlah begitu dikenal masyarakat luas, boleh dibilang masih sangat asing, bahkan masih banyak juga yang melecehkan. Apalagi kalau mendengarkan siaran dengan mutu yang sangat jauh dari memuaskan. Dengan adanya suara berisik derau atau noise, jelas tidak menarik untuk mereka. Namun sesuai dengan pepatah "Tak Kenal Maka Tak Sayang" kami yakin pula bahwa mereka juga akan keranjingan kalau sudah mengetahui akan nikmatnya memantau siaran radio gelombang pendek.

Ada rasa senang, misalnya berhasil memantau siaran dari negera yang tadinya tak dikenal sama sekali. Dibanding negara lain, India misalnya, Indonesia masih kalah jauh dalam hal DX. Kebanyakan, para pendengar di Indonesia hanya mengutamakan hiburan. Nah, bagaimana nikmatnya menekuni hobi ini, berikut dapat Anda ikuti sosok salah seorang DXer di Indonesia. Apabila Anda ingin tampil di ruangan ini, bisa Anda kirimkan data mengenai kegiatan DX Anda. Silakan.

Hobi memantau siaran gelombang pendek, terutama siaran luar negeri, memang sangat menarik, banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh kita bisa tahu akan informasi lebih cepat dari lingkungan lain. Sehingga kita dapat mengetahui perkembangan suatu negara yang belum kita ketahui sebelumnya, di samping itu juga memperoleh souvenir. Demikian kesan rekan Suriani, IDXC-0080/INS, yang kami angkat dalam ruang Sosok IDXCer kali ini.

Mulanya hanya mendengar, lantas timbul keinginan untuk berkirim surat. Betapa senangnya ketika beberapa waktu kemudian menerima balasan. Bertolak dari sini, ia mulai aktif berkirim surat yang berkembang menjadi pencinta DX dengan aktif mengirimkan laporan. Stasiun luar negeri yang pertama kali didengarkannya adalah Suara Jerman Deutsche Welle. Dari Deutsche Welle pulalah, dia untuk pertama kali memperoleh kartu QSL, kartu verifikasi.

Sampai saat ini telah terkumpul 100 buah kartu QSL. Di samping kartu verifikasi, dia juga telah berhasil memperoleh 18 buah vandel, lima buah badge, serta tiga sertifikat. Masing-masing dari ANDEX Andes DXers International, Radio Prague Monitor Club, dan pemenang pertama pada Kontes Sticker Internasional. Dengan menggunakan pesawat penerima, Philips D 1835, yang dilengkapi antena luar, dia bisa melanglang buana. Sudah banyak stasiun yang dia pantau.

Untuk meningkatkan pengetahuannya di bidang radio, rekan yang sangat menggemari acara Perspektif asuhan Nuim Khaiyath ini, menerjunkan diri ke dalam beberapa klub. Ada enam klub yang dimasukinya, yaitu : Radio Listeners Club R-1497; Radio Prague Monitor Club 11968-89; Andex 6733; Belgische Radio and Television International Listeners Club 4336; Radio Tashkent 3535 (Salom Aleikum Listeners Club, red.); dan IDXC (Indonesian DX Club).

Bagi Anda yang ingin bertukar pengalaman, dapat melayangkan surat ke Jalan Kapten Pierre Tendean No.41 B, Banjarmasin 70231, Indonesia. Selamat !! Kami ucapkan kepada rekan Suriani, IDXC 0080/INS, atas terpilihnya Anda tampil dalam ruangan SOSOK kali ini. Souvenir dari Indonesian DX Club akan segera melayang ke alamat Anda. Bagi Anda yang ingin tampil di ruang Sosok, bisa mengirimkan data dan pengalaman dalam dunia radio.

Misalnya, sejak kapan Anda mulai menekuni hobi yang satu ini ? dan bagaimana waktu pertama kalinya Anda menemukan stasiun radio ? atau stasiun mana ? bagaimana pula Anda mulai kontak dengan stasiun radio kesayangan Anda ? Saat ini, sudah ada berapa koleksi kartu verifikasi atau kartu QSL Anda ?

Apa dan bagaimanakah kesan-kesan Anda dengan hobi yang satu ini ? Tuliskan dalam bentuk karangan yang pendek saja sertakan foto Anda. Akan lebih baik kalau sekiranya Anda berfoto dengan perangkat DX Anda, atau di ruangan DX Anda. Kami menyediakan kenang-kenangan bagi naskah atau karangan yang terpilih untuk dimuat di ruangan Sosok ini. Kami tunggu kontribusi Anda. (IR)

Aneka Informasi
Pameran Amatir Radio 1992

Pameran Radio Amatir 1992 di Wunternberg, Jerman, berhasil. Pameran Radio Amatir selama tiga hari ini dapat merebut 20.000 pengunjung yang cukup berhasil setelah Bursa Radio Amatir Eropa. 25 persen pengunjung berasal dari luar negeri. Daya beli pengunjung atas perangkat amatir radio tersebut cukup tinggi.

Tujuh puluh persen dari pengunjung sangat berminat pada masalah masalah teknik dan keradioan. Pameran ini diikuti oleh 200 stand yang mewakili 17 negara. Para pengunjung sangat berminat pada perangkat transceiver. Dibanding tahun sebelumnya, jumlah pengunjung yang datang meningkat 25 persen. (DX Komunikasi RN, IDXC / asb / ir)

Tanzania Kesulitan Masalah Siaran Radio

Tanzania mengalami pembatalan dalam menyiarkan acara perdananya, karena penerimaan yang buruk. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, radio pemerintah dan komersial bergabung. Selama ini, masih banyak kawasan yang sulit dijangkau oleh sinyal gelombang pendek, short wave. Peralatan transmisinya sendiri memang sudah ketinggalan zaman.

Untuk menambah dana tidak mungkin, maka Menteri Penerangan dan Siaran Tanzania memutuskan untuk sementara, kedua jenis siaran radio itu digabung. Dengan demikian, diharapkan dari pendapatan komersial dapat memperbaiki peralatan yang dibagi dua. (DX Komunikasi Radio Nederland, IDXC / asb / ir)

Kerusuhan Rasial Los Angeles Disusupi Radio Gelap ?

Penyalahgunaan siaran radio untuk tujuan menghasut sebenarnya dapat dikenakan hukuman. Polisi di Los Angeles sedang mencari penghasut yang menggunakan radio. Penyiar ini menyerukan agar menembak para pengunjuk rasa yang menentang keputusan pengadilan di Los Angeles. Pengadilan di Los Angeles membebaskan keempat polisi berkulit putih yang menganiaya seorang pengendara mobil berkulit hitam, Rodney King. Penganiayaan oleh polisi ini direkam oleh seorang pemilik video.

Penyiar yang menyelinap ke dalam frekuensi polisi menyerukan "tembak mereka !!", secara langsung selama delapan menit. Masih harus diselidiki, apakah suara itu datang dari stasiun radio polisi, atau stasiun lain yang kebetulan bisa bergabung dalam frekuensi tersebut. Polisi yang memantau siaran itu tidak mengikuti hasutan tersebut. Dan dalam beberapa menit, Direktur Komunikasi dari kepolisian memerintahkan untuk menghentikan siaran. (DX Komunikasi Radio Nederland, IDXC / asb / ir)

Bagaimana Nasib Radio Televisi Hong Kong (RTHK) di Tangan Cina ?

Pada waktu Hong Kong diserahkan dari Inggris kepada Cina, di tahun 1997, pemerintah Cina di Beijing menghendaki Hong Kong mempunyai stasiun radio sendiri. Mudahlah diduga, RTHK akan diubah menjadi stasiun semacam BBC, sehingga namanya menjadi RTHK Corporation. Selama 60 tahun, stasiun radio ini menjadi stasiun pemerintah, akan tetapi mempunyai kebebasan dalam menyiarkan berita. Berita yang disiarkan pun tidak berat sebelah.

Yang paling menarik dari kehidupan di Hong Kong selama ini adalah kebebasan yang diberikan pemerintah Inggris dalam kehidupan sehari hari, baik mengenai infrastruktur, gaya hidup, dan tradisi. Apakah dengan mengatakan Beijing ingin mempunyai stasiun radio sendiri itu, berarti RTHK akan menjadi alat propaganda Partai Komunis di daratan Cina, masih belum jelas.

Bisa saja, dalam kurun waktu lima tahun mendatang terjadi perubahan besar di RRC. Apa yang telah diwariskan oleh pemerintah Inggris, dan tentu saja yang diharapkan dari RTHK, akan tetap menjadi stasiun radio dan televisi bebas. Dengan menyiarkan berita seimbang, tidak memihak, walaupun kelak akan menjadi stasiun pemerintah Cina. (DX Komunikasi Radio Nederland, IDXC / asb / ir)

Radio Nederland Ubah Frekuensinya

Mulai tanggal 10 Juni 1992, siaran Radio Nederland Bahasa Indonesia mengalami perubahan frekuensi, terutama pada siaran malam hari, yang menggunakan frekuensi 17605 kHz digeser lima kHz, sehingga menjadi 17610 kHz. Namun satuan gelombang masih tetap, yaitu 16 dan 13 meter. Perubahan perubahan ini dilakukan setelah diadakan pertemuan dengan stasiun stasiun radio Persemakmuran Negara negara Merdeka, CIS, di bekas Uni Soviet.

Anda sering merasakan dan mengeluh, ketika memantau siaran Radio Nederland, selalu terdengar gangguan stasiun stasiun radio lain, karena penggunaan frekuensi yang sama dan siaran pada jam yang bersamaan. Dan selama ini, Radio Nederland selalu tumpang tindih dengan Radio Moskwa. Itulah sebabnya telah dilakukan pergeseran frekuensi.

Mudah mudahan, ini tidak terlalu mengganggu, karena tidak begitu jauh. Bila pada mulanya Anda menyetel pada frekuensi yang pertama, mungkin tidak zerobit, karena itu geser saja ke kanan, akan segera Anda temukan frekuensi Radio Nederland. (DX Komunikasi RN, IDXC / asb / ir)

Board Fax untuk Komputer Mikro

Satu perusahaan di California, 3X Corp, baru-baru ini memperkenalkan produk barunya, berupa board fax untuk komputer mikro. Board fax yang mereka namai FLYP 96 itu, memiliki kualitas lebih tinggi dalam pencitraan. Kelebihan FLYP 96 ini terletak pada perangkat lunaknya yang bisa dihubungkan dengan printer Hewlett Packard Laserjet. Selain itu, pemakai juga bisa mengirimkan dokumen faksimil ke segala penjuru, dengan menggunakan aplikasi grafis Windows.

Menurut juru bicara 3X Corporation, yang berpusat di Palo Alto, segala sesuatu ditampilkan di layar komputer, termasuk di dalamnya beberapa font khusus, kop surat, dan grafis bisa dikirimkan lewat faksimil. Kini FLYP 96 mulai dipasarkan dengan harga Rp 900.000,00 per unitnya. (Bernas / nw, IDXC / hsb)

Palapa B-4 Diminati UNTAC

Dalam rangka program rehabilitasi negara Kamboja, PBB memanfaatkan transponder Palapa B-4. Pada tahap persiapan akan disiapkan intalasi, maupun tenaga tekniknya. Besarnya biaya pengembangan persatelitan di Kamboja belum dibahas. Selain PBB, Thailand dan Filipina berminat juga. Juga Malaysia dan Hong Kong yang masing-masing akan menyewa satu dan dua transponder. (Kompas / yun, IDXC / asb)

Sharp Luncurkan Televisi Layar Datar

Sudah tiba waktunya perangkat TV tidak akan memenuhi ruangan lagi. Hanya perlu tempat sebesar gambar keluarga di dinding, karena memang digantung pun bisa. Itulah televisi buatan Sharp, perusahaan elektronika Jepang. Dengan layar berdiagonal 22 cm perangkat TV datar ini, dijual dengan harga kurang lebih 7 juta rupiah. Layar menggunakan kristal cair atau LCD dengan Rester 456x960. Memang layar lebih kecil dibanding layar TV biasa. (DX Komunikasi Radio Nederland, IDXC / asb / ir)

 
Dirgantara Online - Vol 2 No 3 Jul-Agu 1992
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space