Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 2 No 3 Jul-Agu 1992
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Profil Stasiun
Profil Receiver
Antena
IDXC Ria
Sosok
Aneka Info
Telekomunikasi
Sejarah Radio
Catatan Pinggir
Redaksi

Volume 2
  IDXC Ria

Humor bisa menjadi hiburan pada saat kita suntuk. Banyak sekali bentuk humor yang bisa mengundang senyum, misalnya saja gambar kartun ataupun lewat tulisan. Dirgantara menyediakan ruangan untuk itu. Bagi yang ingin berpartisipasi, bisa mengirimkan karya karya Anda ke redaksi Dirgantara. Bisa berupa gambar kartun atau sejenisnya, atau juga cerita lucu. Karena Dirgantara adalah media khusus komunikasi, maka hanya karya yang ada hubungannya dengan dunia komunikasi yang kami muat. Karya yang dimuat akan mendapatkan bingkisan dari kami.

A d z a n

Dini sangat hobi akan acara sandiwara radio. Sore itu, ia pulang agak telat, langsung ia menghampiri kakaknya. "Kak, lakonnya menang apa kalah ?" "Mati !!" "Lakon biasanya kan nggak pernah kalah, kak. Kalau kalah, habis dong ceritanya." "Yuk sholat dahulu." Dini cuma diam saja.

Melihat adiknya tak bergerak, air matanya merebak, kasihan juga Inne. "Radionya kakak matikan tadi, pas adzan. Nanti saja, dengarnya yang malam." Digandengnya lengan adiknya ke kamar mandi, Dini pun menurut saja ikut kakaknya ke kamar mandi. Sambil nyengir, ia berkata, "Yang bisa mengalahkan lakon cuma adzan, ya Kak ?" (Latifah Nurani)

Harga Satu Band

Arra suka sekali jalan-jalan ke toko elektronik. Sudah beberapa lama, ia mencari pesawat penerima. Iseng iseng, ia tanya ke pramuniaga, "Mbak, radio ini harganya berapa ?" "Yang ini, tiga band, harganya 40 ribu" "Kalau yang itu ?" "Itu dua band, 30 ribu, terus yang enam band itu 75 ribu, yang 12 band itu, 170 ribu." "Lho, satu band-nya itu harganya berapa sih, Mbak ?" (Ajie Sukardy)

Pasti Kalah

Dirga, begitu panggilannya, adalah penjual koran. Secara tidak sengaja, dia ditanya wartawan Dirgantara yang kebetulan di situ. "Dik, berapa keuntungan yang bisa adik peroleh dari penjualan koran seharinya ?" "Wah, nggak tentu Oom, namun yang pasti, honor tulisan yang Oom peroleh pasti kalah dengan hasil dagangan koran saya." (Hendri)

Salah Masuk

Susan suka sekali dengan siaran FM stereo. Acara yang digemari adalah "Ruang Tanya Dokter". Maka lewat siaran 105,8 MHz, dia coba coba ikut bertanya lewat telepon. "Dok, di dada saya rasanya sakit sekali, kenapa Dok ? "Sejak kapan kamu merasakannya ?" "Sejak pacar saya berpaling ke gadis lain, Dok !!" "Naga naganya kamu salah masuk. Di sebelah barat studio ini ada bengkel las listrik, barangkali itu tempat yang cocok." (Ajie Soekardy)

Jadi Heran

Rara : Kalau saja tahun 1992 ini radio bisa menjadi televisi, maka setelah kejadian itu, manusia jadi apa ? Dio : Menjadi pintar. Rara : Salah !! Dio : Lantas, jadi apa ? Rara : Ya jadi heran, masa radio bisa menjadi televisi. (Fadly Santar)

Unyil dan Casper

Ira, putri dari Genta, masih kanak kanak, tapi yang namanya televisi, Ira suka sekali. Kadang, sampai larut malam, dia duduk di depan pesawat televisi. "Kenapa Ira belum tidur ?" tanya ayahnya. "Nanti, Ira mau nonton film cerita lepas." "Ira kan masih kecil, itu film untuk orang dewasa, 17 tahun ke atas." "Ayah kan juga boleh nonton film Unyil dan Casper." (Ajie Soekardy)

Nyonya Menil

Ira yang masih cadel diajak ayahnya jalan jalan ke Museum Perjuangan. Di situ terpampang gambar gambar pahlawan nasional. "Ini gambarnya siapa, Ra ?" tanya ayahnya sambil menunjuk ke arah gambar Pangeran Diponegoro. "Pangelan Diponegolo." "Bagus, kalau yang ini dan itu, siapa coba ?" "Nyonya Menil dan Hantel." Karuan saja pengunjung yang lain ikut tersenyum mendengar jawaban Ira, yang sering nonton film Hunter dan lihat iklan Jamu Nyonya Meener. (Ajie Soekardy)

Hari Libur

Radio Dirgantara FM yang mengudara di 106,5 MHz punya acara untuk anak anak, Indria Loka namanya. Bisa diikuti lewat telepon. Ira, yang masih duduk di Taman Kanak kanak pun tak mau ketinggalan. "Halo, ini siapa ?" tanya penyiarnya ketika menerima telepon Ira. "Ira, Tante" "Pinter ... Sekarang tante mau tanya, coba tante pengin tahu, lima ditambah satu ada berapa ? Kalau Ira tahu, Ira anak pinter deh" "Maaf Tante, ini kan hari Minggu, sekolah Ira libur. Jadi nggak belajar." (Ajie Soekardy)

Flora dan Fauna

Arra, insan biologi, rupanya naksir berat sama Fenny. Maka ia pun suka main ke rumah Fenny. "Ra, kalau kamu duduk gitu kayak bintang film deh." "Masak iya sih ... ?" "Iya, sungguh." "Memangnya kayak siapa nih ... ?" "Kayak bintang film Flora dan Fauna, ha ha ha ..." (Ajie Soekardy)

Pojok Dirga

- Radio Australia Siaran Bahasa Indonesia tanggal 10 Agustus 1992 genap berusia 50 tahun * Selamat Ulang Tahun RASI !! Semoga makin tua makin yahud sajiannya, beritanya cepat, tepat, dan akurat

- Muncul lagi siaran luar negeri berbahasa Indonesia dari Saipan * Satu bukti bahwa bangsa Indonesia tidak bisa dianggap remeh

- Dalam World Administrative Radio Conference di Spanyol telah ditelurkan band gelombang baru, 15 meter, serta pelebaran alokasi band gelombang lainnya * Suatu keputusan yang membikin bingung manufaktur pesawat penerima

 
Dirgantara Online - Vol 2 No 3 Jul-Agu 1992
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space