Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 2 No 3 Jul-Agu 1992
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Profil Stasiun
Profil Receiver
Antena
IDXC Ria
Sosok
Aneka Info
Telekomunikasi
Sejarah Radio
Catatan Pinggir
Redaksi

Volume 2
  Sapa Redaksi

Telat lagiii ... ah !! Telat lagi ... Ha.. ha.. ha.. Ini bukanlah ikut-ikutan lagu "Mabuk dan Judi" yang beberapa waktu lalu sangat populer. Memang, Dirgantara edisi Mei-Juni dan Juli-Agustus 1992 ini terlambat. Dan Anda harap jangan kaget, kalau terima Dirgantara begitu cepat, tidak seperti kemarin. Yang pasti, Dirgantara masih tetap terbit sebagai dwi bulanan, bukan bulanan. Hanya, dikarenakan kemarin terlambat 1,5 bulan, untuk menutupnya, kami terbitkan lagi dalam jangka waktu yang kurang lebih satu bulan. Edisi September mendatang tetap seperti biasa.

Untuk masalah tanggal terbit banyak yang menginginkan tanggal terbitnya itu di awal bulan. Ini bisa saja, akan tetapi ada tuntutan yang rupanya tidak mereka sadari. Mereka menuntut agar informasi sayembara tetap masuk. Sebagaimana kita ketahui, sayembara-sayembara tersebut biasa meluncur pada minggu pertama. Jelas ini tidak bisa ter-cover, padahal batas waktunya sangat terbatas. Hal semacam inilah yang sering menjadi pertimbangan kami untuk terbit lebih awal. Dan perlu juga Anda ketahui, untuk mengolah Dirgantara dibutuhkan waktu dua minggu.

Meskipun sekarang sudah menggunakan komputer. Kendalanya adalah masalah waktu tidak semua redaktur punya waktu luang yang bersamaan, misalnya minggu ini rekan Gunarto bisa tetapi rekan Ina Rimawati tidak. Demikian pula sebaliknya, minggu besoknya, justru Gunarto yang tidak bisa. Soal sayembara, kami ingin tahu seberapa jauh manfaatnya untuk Anda. Info ini memang banyak digemari. Tujuan Dirgantara memuat info itu sekedar membantu stasiun radio menyampaikan informasi.

Barangkali karena satu kesibukan, Anda tak sempat memantau. Namun sebagai DXer, cara tersebut kurang pas. Sebagai DXer, Anda dituntut untuk membuktikannya, cari informasi sendiri, tidak menunggu informasi dari buletin. Jadi tidak akan terjadi kasus, seumpama namanya menjadi pemenang sayembara tapi mendengar siarannya saja tak pernah, ini tidak sportif. Ada juga yang mengusulkan agar Dirgantara memuat naskah yang dikirim radio luar negeri seperti buletin sejenis dari klub lain.

Kami mohon pengertian dari Anda untuk masalah ini, Dirgantara memang lain dari yang ada. Kami hanya memuat naskah yang ada hubungannya dengan dunia komunikasi, dan kami mencoba hadir dengan berita hasil buruan kami, bukan berita kiriman. Memang, ada juga yang kami ambil dari stasiun radio, misalnya Radio Nederland, karena kami menganggap relevan dengan dunia kita. Kalau Anda jeli, sudah beberapa edisi kami tampilkan berita atau tulisan berdasarkan liputan wartawan Dirgantara, bukan naskah kiriman dari stasiun radio.

Jadi untuk masalah di luar itu, kami belum bisa. Sebagaimana telah kami terangkan di atas, fungsi dari Dirgantara bukan media kedua dari stasiun radio. Namun, kalau ada informasi yang begitu penting untuk diketahui, kami akan muat, misal sayembara tetapi kami juga mempertimbangkan jatuh temponya. Jangan sampai info itu sampai ke tangan Anda sudah basi. Jadi, kalau Anda menginginkan informasi di luar dunia komunikasi, kami belum bisa.

Pada edisi kali ini pun kembali kami buka ruangan baru. Kami namakan "Laboratorium". Anda tentu sudah tahu maksud kata tersebut. Anda bisa ikut mengisinya dengan menulis hasil percobaan Anda. Tidak hanya untuk radio, tapi juga antena. Bagi yang dimuat, ada souvenir menarik. Kami lakukan ini untuk menjadikan IDXC dengan Dirgantaranya lebih semarak dan benar-benar menjadi "Mitra Anda Melanglang Buana".

Surat dari Redaksi

Sudah untuk kedua kalinya kami tampil dengan format yang baru. Kalau dulu, tampil dengan ketikan biasa, maka mulai edisi Mei-Juni 1992, kami tampil dengan setting komputer. Semoga, langkah yang kami tempuh di redaksi bisa bermanfaat banyak bagi Anda, pembaca setia Dirgantara. Memang, penampilan kita menjadi lebih menarik dari segi tata letaknya maupun perwajahan. Dan memang, ini sudah menjadi obsesi kami, untuk selalu tampil dengan makin cantik. Namun itu semua memerlukan dana maupun waktu yang tidak sedikit.

Bila dibandingkan dengan cara sebelumnya, jauh lebih mahal, juga perlu waktu, yang mana untuk hal ini sangat sukar bagi kami mengaturnya. Waktu luang yang ada pada masing masing pengasuh tidaklah selalu bersamamaan. Kadang, harus mengorbankan waktunya. Dengan format baru ini, memang untuk bagian lay out menjadi lebih mudah. Tapi untuk bagian yang mengolah akan lebih sulit lagi. Bayangkan untuk mengetiknya lantas mengeditnya menjadi pas dengan ruangan yang tersedia.

Bagaimana agar gambar, ilustrasi yang tersedia tepat dengan tempatnya ? Ini yang paling mengasyikkan, dan sekaligus paling menyulitkan kami dalam mengolah dan menyajikan Dirgantara, agar selalu tampil menarik. Edisi Mei-Juni 1992 kemarin terbit terlambat sekali, kurang lebih 1,5 bulan. Suatu penantian yang sangat membosankan tentunya bagi Anda, pembaca setia Dirgantara. Bukan karena kegiatan para pengurus dalam kampanye pemilu belum lama ini.

Tetapi karena waktu untuk masing masing pengasuhnya yang tidak mau akur, karena kegiatan kami di redaksi ini bukanlah kegiatan utama. Jadi, kalau Anda sempat marah marah karena terlambatnya Dirgantara edisi kemarin itu, harap maklum saja. Kami di redaksi menerima banyak sekali surat, yang menanyakan keterlambatan Dirgantara. Sungguh, kami tidak menyangka kalau Dirgantara sudah begitu sangat diperlukan pembaca, khususnya IDXCer. Ini benar benar di luar dugaan kami sebelumnya.

Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang Anda berikan kepada kami di redaksi. Semoga, kepercayaan yang sudah Anda berikan kepada kami bisa kami emban dengan sebaik baiknya. Namun itu semua mustahil bisa kami lakukan tanpa peranan dari Anda juga. Untuk itu, beri kami saran, kritik yang membangun. Kami selalu terbuka untuk kritik maupun saran tersebut. Namun, kami juga tidaklah bisa memenuhi apa yang menjadi saran, kritik Anda semua, kami akan pertimbangkan dulu.

Kalau untuk saat ini, belum bisa terlaksana, mungkin pada kesempatan mendatang bisa. Banyak juga surat menanyakan masalah tarif langganan Dirgantara. Dengan sangat terpaksa, tarif kami naikkan. Sebenarnya tidak demikian, hanya penyesuaian. Hal itu karena meningkatnya biaya untuk cetak, misalnya foto kopi. Foto kopi di Yogyakarta (Dirgantara diolah di Yogyakarta, red.) sudah naik pula. Kalau dulu, masih ada yang berharga Rp 20 per lembar, kini sudah naik menjadi Rp 30.

Memang, masih ada juga yang memasang tarif Rp 20, bahkan Rp 17,5 pun ada, tapi mutunya sangat kurang. Apalagi untuk kopi dari cetakan komputer, tidak kelihatan. Untuk mencetak dengan offset, saat ini belum bisa kami lakukan, hal tersebut mengingat masalah biaya. Dengan tarif langganan sebesar Rp 1250, yang belum termasuk ongkos kirimnya itu, sudah dirasa terlalu mahal. Tidaklah mungkin kami menaikkan harga lagi, karena kemungkinan besar kurang terjangkau oleh kalangan IDXCer yang masih mahasiswa atau pelajar.

Namun, kami pun tidaklah semaunya saja menaikkan tarif. Kami juga menaikkan jumlah halaman. Kalau dulu, 20 halaman plus bonus, sekarang 24 halaman plus bonus. Untuk itu, kalau sekiranya terlalu mahal, jangan sungkan sungkan untuk memberi tahukannya kepada kami. Kami akan mempertimbangkan bagaimana baiknya saja. Setelah kami sesuaikan biaya tarif pos udara, ternyata Dirgantara bisa sampai ke tangan Anda, khususnya luar Jawa, dalam tempo lebih cepat dibanding sebelumnya.

Untuk itu, mohon pengertian dari IDXCer, agar hal ini diperhatikan. Mulai edisi kemarin, kami telah menyesuaikan keuangan yang ada. Maka, kalau Anda menerima pemberitahuan, mohon segera pula perpanjang iuran atau langganan. Tanpa ada tambahan atau perpanjangan, kami akan hentikan pengiriman Dirgantara untuk Anda. Karena kondisi keuangan yang belum memungkinkan, kami hanya akan mengirimkan Dirgantara kepada mereka yang sudah membayarnya. Harap perhatikan !!

Bagi mereka yang aktif lagi setelah berhenti langganan, dan menginginkan Dirgantara edisi sebelumnya, kalau tersedia, akan kami penuhi. Tetapi, kalaupun tidak tersedia, akan kami usahakan. Tentunya, akan lebih baik kalau bayar di muka. Barang cetakan kaos, saat ini, sudah habis. Maka bagi Anda yang memesan barang tersebut, mohon kesabarannya untuk cetakan selanjutnya.

Untuk barang cetakan dari stasiun radio, masih tersedia beberapa buah. Silakan bagi yang menginginkan. Kami sedang melakukan komputerisasi, maka mohon pengertiannya, kalau surat surat balasan sangat lambat, juga pemberitahuan wesel. Yang pasti, kalau iuran Anda habis, kami akan memberi tahu Anda. Best 73's !! (*)

 
Dirgantara Online - Vol 2 No 3 Jul-Agu 1992
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space