Aneka Informasi
Terbaik 1991
Terima kasih kami ucapkan kepada rekan-rekan yang telah ikut serta berpartisipasi dalam kontes "Terbaik 1991" yang kami adakan kali ini. Senang sekali kami menerima kartu pos kiriman Anda dan juga rekan rekan pendengar radio luar negeri di tempat Anda. Kami banyak menghaturkan terima kasih atas kesediaan Anda untuk menyebar luaskan informasi tersebut. Kami menerima 146 kartu pos dari pendengar siaran radio luar negeri yang tersebar di seluruh Indonesia. Lantas, bagaimana hasilnya ? Ikuti hasilnya berikut ini.
Stasiun Radio Terbaik
1. Suara Jerman Deutsche Welle : 47 suara
2. BBC World Service : 39 suara
3. Radio Nederland : 29 suara
4. Radio Australia : 19 suara
5. Suara Amerika : 8 suara
6. Radio Korea KBS : 2 suara
7. Radio Veritas Asia : 1 suara
8. Radio Jepang NHK : 1 suara
Penyiar Terbaik
1. Nuim Khaiyath (Radio Australia) : 48 suara
2. Asbari NK (Radio Nederland) : 40 suara
3. Panusunan Simanjuntak (BBC World Service) : 16 suara
4. Leo Murbandono Hs (Radio Nederland) : 13 suara
5. Eddy Tando (Radio Australia) : 12 suara
6. Anna Sachroni (BBC World Service) : 4 suara
7. Maria Soekamto (Suara Tiongkok Merdeka) : 3 suara
8. Dewi Gunawan (Deutsche Welle) : 2 suara
9. Lucia Isman (BBC World Service) : 2 suara
10. Muhammad Arsad (Deutsche Welle) : 2 suara
11. Lucia Isman (BBC World Service) : 2 suara
12. Rudieger Siebert (Deutsche Welle) : 1 suara
13. Marcel Bria Pr (Radio Veritas Asia) : 1 suara
Acara Terbaik
1. DX Komunikasi (Radio Nederland) : 64 suara
2. Perspektif (Radio Australia) : 24 suara
3. Gema Warta (Radio Nederland) : 19 suara
4. Fokus (Radio Nederland) : 18 suara
5. Ungkapan Pendapat (BBC World Service) : 7 suara
6. Ruang Pendengar (Radio Korea KBS) : 3 suara
7. Halo dari Tokyo (Radio Jepang NHK) : 3 suara
8. Pagi Gembira Samba (Radio Australia) : 3 suara
9. Indonesia Plus Minus (Deutsche Welle) : 1 suara
10. Sejenak Bersama Bung Rudi (Deutsche Welle) : 1 suara
11. Ilmu Pengetahuan (Radio Australia) : 1 suara
12. Islam di Amerika (Suara Amerika) : 1 suara
13. Santapan Rohani (Radio Veritas Asia) : 1 suara
Dari kartu pos yang masuk, tidak ada yang memilih berita. Mungkin karena semua stasiun menyiarkan warta berita, tapi untuk tinjauan berita ataupun ulasan kasus, banyak yang memilih acara ini. Terbukti dengan Perspektif, Gema Warta, dan Fokus, serta Ungkapan Pendapat yang memperoleh dukungan lumayan banyak. DX Komunikasi, ternyata paling banyak memperoleh dukungan. Alasan mereka kebanyakan ialah karena acara tersebut berhubungan langsung dengan hobi yang mereka jalani, yaitu mendengarkan siaran radio.
Banyak istilah keradioan bisa diperoleh dari acara ini. Untuk penyiar kebanyakan beralasan dalam pembawaan, yang menurut mereka, sangat memuaskan. Kelincahan dalam olah kata, serta wawasan yang luas dari penyiar tersebut menjadi alasan mereka memilihnya. Dari 146 kartu pos yang masuk, yang beruntung memperoleh hadiah dari Indonesian DX Club kali ini adalah :
Pemenang kaos Indonesian DX Club : 1. Fadly Santar, Ujung pandang, Sulsel; 2. Syamsimi, Banjarmasin, Kalsel; 3. Sutrimo, Bandung, Jabar. Pemenang langganan Dirgantara dua edisi : 1. Hadi Prajitno, Sleman, D.I. Yogyakarta; 2. Wagiran, Purwodadi, Bangunrejo, Lampung Tengah, Lampung; 3. Sudin, Parigi, Ciamis, Jabar; 4. Arsan Hasan, Bau-bau, Buton, Sultra; 5. Rosadi Irawan Subari, Ratujaya, Depok, Jabar.
Para pemenang stiker Indonesian DX Club : 1. Mahpudin Al Ma'sum, Kedungreja, Cilacap, Jateng; 2. Daryono, Magelang, Jateng; 3. Jejen Jamiludin, Conggeang, Sumedang, Jabar; 4. Johannes Sihotang, Medan, Sumut; 5. Sulistyo Aribowo, Turen, Malang, Jatim; 6. Mugi Waras Lasie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh; 7. Kusno, Jember, Jatim; 8. Ii Nanih, Ciamis Selatan, Jabar; 9. Suriani, Banjarmasin, Kalsel; 10. Mulyadi Lesai, Aceh Tengah, Aceh.
Selamat kami ucapkan kepada para pemenang kontes kali ini. Hadiah akan kami kirimkan lewat pos. Selamat pula buat stasiun, acara, serta penyiar terbaik pada kontes ini. Sampai jumpa di kontes tahun depan.
Programa 2 RRI Mangkalnya Kawula Muda
Bekerja sama dengan P.T. Gatrasurya Mediatama, Programa 2 Metro Stasiun RRI Surabaya diharapkan mampu mengomersialkan 15 persen dari seluruh jam siarnya. Meski semua produksi siaran dan pemeliharaan menjadi tanggungan P.T. Gatrasurya Mediatama, pengelolaannya tetap RRI Stasiun Surabaya.
"Jadi tidak ada istilah swastanisasi. Kami hanya bekerja sama dengan Gatrasurya hanya untuk menjual 25% jam siaran itu kepada pemasang iklan. Walau demikian, tidak sembarang iklan bisa kami siarkan di sini. Kami harus selektif," kata Zainal Abas, Kepala Stasiun RRI Surabaya kepada Jawa Pos. Tetapi, RRI Yogyakarta pesimis akan hal itu
"Yogyakarta kan kota pelajar dan juga kota wisata. Mana mungkin hotel hotel atau pemondokan pasang iklan di RRI. Wisatawannya sudah ada di Yogya, kok. Kan ngga ada manfaatnya," kata Herman Helmi kepada Dirgantara, ketika ditemui di studio. "Jadi 25%, dalam pelaksanaannya, hanya lima persen. Yang 20 persen terpaksa kami ganti dengan hiburan," tambahnya. Menurut pemantauan Jawa Pos, materi Programa 2 Metro Stasiun cukup bisa dirasakan segi komersialnya.
Ciri khas program baru RRI Stasiun Surabaya ini, lagu-lagu atau musik trend saat ini. Hampir semuanya lagu top hit kesukaan kalangan muda. Acara Disc Jockey Sore maupun Bursa Musik misalnya, menjadi sarana pengakrab para kawula muda. Mereka sering datang untuk sekedar menyaksikan jalannya siaran, atau berkenalan dengan para pendengar lain, pekerja studio, terutama pembawa acaranya.
Ini juga terjadi di RRI Yogyakarta. Acara Pilihan Pendengar Dangdut, yang mengudara tiap pukul 09.30 hari Kamis, Sabtu, selalu ditongkrongi anak-anak muda, Jenjang Malam pukul 14.00-16.00 pun demikian juga. Pengudaraan Programa 2 Metro Station RRI Stasiun Surabaya sejak 10 November lalu, bersamaan dengan diresmikannya Studio Programa 2 TVRI Stasiun Surabaya, rasanya makin kental nafas elitnya.
Meski baru mengudara kurang dari setahun, penyiar yang membawakan acara-acara Programa 2 tampak cukup menguasai tugasnya. Gaya yang dibawakan para penyiarnya cukup lincah, dan tidak lepas khas vokal penyiar RRI. Selama ini, vokal penyiar RRI memang memiliki ciri khas yang tidak dimiliki penyiar radio lain.
Dikatakan Abas, dalam acara penanda tanganan kontrak kerja dengan P.T. Gatrasurya Mediatama, pada 29 April lalu, siaran Programa 2 Metro Station ini dikhususkan untuk masyarakat Surabaya yang sudah mulai memasuki kondisi metropolitan. Untuk mendapatkan berbagai informasi, antara lain tentang teknik pertanian dan kesenian daerah, pendengar bisa tetap mangkal di Programa 1 RRI Surabaya.
Programa 1 ini, kata Abas, selama ini memanfaatkan 10% jam siaran untuk tujuan komersial. Namun dari 10% itu, yang bisa dimanfaatkan hanya dua persen. Sebenarnya, programa 2 menyediakan 25 persen jam siaran untuk tujuan komersial, ataupun diisi siaran iklan. Namun, untuk sementara ini, P.T. Gatrasurya masih memanfaatkan 15 persen dari 24 jam siaran programa 2. (Jawa Pos / ir, IDXC / asb)
VOA Berdialog dengan Stasiun Radio di Indonesia
Voice of America Siaran Bahasa Indonesia telah mengudarakan acara "DIALOG". Acara ini merupakan dialog antara Suara Amerika dengan beberapa mitranya di Indonesia, yang sudah terjalin selama ini. Ada kurang lebih 40 stasiun yang menjalin kerja sama dengan Suara Amerika. Dan, sebagian besar ada di Jawa, demikian keterangan Odjahan Siahaan, ketika ditanya salah seorang staf Radio Zenith, Salatiga. Acara Dialog ini bisa Anda ikuti setiap Jum'at petang. (ASB / ASK)
Ramako Jalin Kerjasama dengan Radio Hot Tokyo FM
Bermula dari acara Japanese Hour yang mengudara lewat Radio Ramako Magic setiap Rabu, jam 10.00-11.00 UTC, Ramako mendapat tawaran untuk membuat paket acara bagi Radio Hot Tokyo FM. Tawaran ini langsung diterima oleh Ramako dengan membuat paket acara Indonesian Hour, yang isinya memperkenalkan budaya Indonesia, termasuk lagu lagu Indonesia. Mereka minta kita memutar lagu-lagu dangdut.
Padahal, lagu-lagu seperti itu tidak pernah kita putar di sini. Lagu-lagu kita biasanya yang lembut, sweet pop, untuk golongan menengah atas, yang berusia 25-45 tahun. Yah, terpaksalah kami putarkan juga lagu dangdut, ujar Ria Stevanie, Manajer Stasiun Radio Ramako. Dampak yang diharapkan dari acara ini adalah untuk menarik wisatawan Jepang ke Indonesia. (Bintang / sep, IDXC / asb)
Bill Saragih Show Merambah Kota Anda
Kalau Anda senang akan acara Bill Saragih Show, acara ini adalah paket dari Radio Ramako, Jakarta. Sudah kurang lebih setahun ini diproduksi dan disebar luaskan ke berbagai daerah. "Kita menjual paket acara Bill Saragih Show dengan maksud agar jaringan kita semakin bagus. Harga jualnya hanya biaya ganti kaset dan biaya kelelahan kru dalam membuat acara. Itu sudah termasuk ringan banget," jelas Ria Stevanie, Manajer Stasiun Radio Ramako.
Dengan makin ketatnya persaingan di antara radio-radio yang berada di jalur siaran FM, terutama dalam menarik perhatian para produsen untuk mengiklankan produknya di radio, maka Radio Ramako memakai kiat tersendiri. Satu-satunya jalan adalah memperkuat program program kita. Pendekatan kepada pendengar harus kami lakukan secara personal to personal," tambahnya lagi. (Bintang / sep, IDXC / asb)