Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 2 No 1 Mar-Apr 1992
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Profil Stasiun
Opini Anda
Sosok
Telekomunikasi
Catatan Pinggir
Redaksi

Volume 2
  Catatan Pinggir
Hanya Karena Iseng

Di dalam acara DX Komunikasi Pencinta Gelombang Pendek Radio Nederland beberapa waktu lalu, diangkat suatu topik tentang pemakaian stasiun pemancar radio di bekas Uni Soviet oleh Suara Jerman Deutsche Welle. Awalnya, hanya iseng belaka, hanyalah sekedar guyonan. Dieter Weirich, Direktur Deutsche Welle, secara iseng ngomong pada rekannya dari Radio Moscow, "Bagaimana kalau stasiun pemancar Radio Moscow yang dulu sebagai pengganggu (jammer) kami sewa ?"

Dari keisengan inilah sekarang Anda bisa memantau siaran Suara Jerman Deutsche Welle, yang dipancarkan lewat stasiun yang dimaksud melalui frekuensi 12.045 kHz, Siaran dalam Bahasa Indonesia. Apakah yang tadinya hanya sekedar iseng bisa dan pasti menjadi kenyataan ? Perlu Anda ketahui, Indonesian DX Club (IDXC) terlahir juga dari keisengan. Angan-angan saya menerawang kembali ke masa lalu. Tepatnya sekitar dua tahun yang lalu.

Saya punya sahabat pena dari Bandung, Sen Kwang Sing namanya, ketika itu, rekan saya tersebut, yang juga hobi mendengarkan siaran radio luar negeri, punya klub juga. Namanya "International Club", kalau tidak salah beranggotakan empat orang saja, dia sendiri, Syah Iran Harahap, Lie Ber Niem, Herbert Sunu Budihardjo. Dua nama terakhir sekarang tergabung di Indonesian DX Club. Nama International Club berkali-kali menggema lewat Radio Jepang NHK siaran bahasa Indonesia.

Rasa ingin tahu saya bergejolak, memang saya ketika sedang merintis. Saya ingin memperoleh pengalaman atau wawasan tentang keradioan. Sehingga hampir setiap klub saya masuki. Bahkan, teman saya bilang, saya ini "doyan kawin" karena hampir tiap klub dimasuki. International Club pun tidak saya lewatkan. Akhirnya, saya melakukan kontak dengan rekan saya dari Bandung tersebut. Akan tetapi, tenyata International Club tersebut hanyalah klub saja.

Tak seperti halnya klub-klub pendengar radio yang mengeluarkan buletin sebagai sarana komunikasi. Dari sekian banyaknya surat saya, suatu saat, secara iseng, saya lontarkan ide, bagaimana kalau di Indonesia didirikan suatu klub DX ? Ternyata, reaksi sangat bagus. Dia sangat mendukung, dan langsung menyatakan sanggup untuk bergabung. Maka, secara iseng pula, saya merekayasa logo, dan akhirnya ketemu juga, seperti halnya yang kita gunakan sekarang ini.

Namanya ketemu, "Indonesian DX Club". Akan tetapi, apakah dengan sudah tersedianya nama dan logo lantas saya dirikan atau proklamirkan nama Indonesian DX Club ? Tidak. Kami terbentur pada masalah jarak, karena domisili kami yang berjauhan, dan juga dana. Untuk itu, kami menunda sampai saat yang tepat. Dan setelah itu, memang ide tersebut semakin tenggelam, sejalan dengan makin jarangnya komunikasi antara saya dan rekan saya tersebut. Bahkan saya kehilangan jejaknya.

Setelah sekian lama tenggelam, rekan saya, Herbert Sunu Budihardjo, yang sedang ngebetnya ber-DX membangunkan saya dari "ketertiduran". Secara kebetulan, juga mempunyai ide yang sama. Maka dengan segala keterbatasannya, kami proklamirkan tanggal 14 Februari 1991 sebagai hari lahirnya Indonesian DX Club. Kalau Anda bertanya, kok tanggalnya persis dengan Hari Valentine, itu hanya kebetulan.

Tanggal 14 Februari adalah hari di mana rekan Herbert Sunu Budihardjo bersama saya menemukan kesepakatan lewat tatap muka langsung. Jadi, tidak ada kesengajaan untuk menyamakan, tapi tidak ada salahnya kan ? Tanggapan muncul dari sana-sini, dan yang sangat menggembirakan kami adalah tanggapan yang positif. Mereka sangat mendukung kami. Dari sinilah, kami tahu bahwa kehadiran Indonesian DX Club sangat tepat, dan diperlukan. Maka, secara setahap demi setahap, kami melangkah ke arah yang diinginkan.

Dari awal mulanya, memang kami mengarah ke radio, khusus untuk hal keradioan. Dan tidak hanya untuk gelombang pendek, tapi juga yang di luar itu. Karena memang di Indonesia belum ada klub yang menampung mereka. Dengan motto "Menggalang Persatuan dan Kesatuan Penggemar Siaran Radio", kami ingin mereka yang tergabung dapat meningkatkan pengetahuannya lewat Indonesian DX Club.

Ada yang mengusulkan agar buletin Dirgantara hadir seperti halnya buletin dari klub-klub yang lainnya di Indonesia. Dengan sangat terpaksa, kami harus mengecewakan mereka, karena kami memang hadir dengan sajian yang khas kami. Seperti halnya namanya, kami hadir dengan menu DX yang menjadi porsi utamanya, namun tidak tertutup kemungkinan adanya pelebaran sayap. Artinya, mereka yang tidak berminat pada DX bisa mendapatkan porsinya.

Namun, sesuai dengan mottonya Dirgantara, "Yang Awam Kian Paham, Yang Hobi Semakin Ngerti", kami ingin mengajak mereka tahu atau paham akan dunianya. Hingga pada suatu saat nanti mengerti bagaimana sebenarnya dunia DX itu. Yang tadinya hanya sekedar mendengarkan, bisa tergerak untuk melakukan komunikasi dengan stasiun. Yang tadinya hanya sekedar kirim-kiriman lagu, tergerak untuk mengirim laporan dan menemukan satu keasyikan tersendiri.

Dari sekedar iseng menjadi kenyataan, dari sekedar iseng menjadi satu tanggung jawab kita bersama. Kami berharap Anda tidak bersifat iseng lagi, atau mencoba untuk iseng-iseng. Marilah kita jalankan bersama sama menuju ke arah yang kita harapkan. Akhirnya, "Selamat Ulang Tahun Indonesian DX Club..." (Yogyakarta, ASB)

Pengurus

Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab
Aries Subagyo

Wakil Pemimpin Redaksi
Drs. Herbert Sunu Budihardjo

Redaktur Pelaksana
- Ajie Soekardy
- Florentina Ina Rimawati
- Dwi Budhi Rahardjo
- Gunarto

Redaktur Khusus
- Soekirno
- Kustiyono
- Supriyadi A.G.
- Julian Anderson

 
Dirgantara Online - Vol 2 No 1 Mar-Apr 1992
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space