Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 2 No 1 Mar-Apr 1992
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Profil Stasiun
Opini Anda
Sosok
Telekomunikasi
Catatan Pinggir
Redaksi

Volume 2
  Telekomunikasi
SPU Daan Mogot Sedang Dibangun

Selain mempersiapkan penggeseran Palapa B1, pada 4 Maret 1992, dan peluncuran Palapa B4, April 1992, PT Telkom Indonesia juga tengah melaksanakan pembangunan Stasiun Pengendali Utama (SPU) yang baru di Daan Mogot, Jakarta Barat. Pembangunan ini dimaksudkan untuk menunjang kelancaran operasional satelit generasi Palapa B, yang masih tersisa, yaitu B2P dan B2R, juga generasi Satelit Palapa mendatang, di antaranya Satelit Palapa C, yang akan diluncurkan tahun 1995.

Alasan utama pembangunan stasiun ini karena stasiun yang ada saat ini akan habis masa pakainya sekitar lima hingga sepuluh tahun lagi. Di samping itu, adanya gangguan debu semen dari pabrik semen, yang hanya berjarak sekitar satu kilometer dari SPU. "Namun gangguan debu semen tergolong kecil," kata Ir. Sahala Silalahi, Ketua Wilayah Operasi SKSD. Salah seorang staf di SPU Cibinong mengungkapkan, SPU ini juga tergolong sering mendapat serangan petir pada antenanya.

Karena wilayah ini tercatat sebagai daerah dengan hari guruh tinggi per tahunnya. Pembangunan SPU Daan Mogot dilakukan sejak November 1991, dan kini, dalam tahap pembangunan pondasinya. Direncanakan, proyek yang menelan biaya Rp 39 milyar ini akan selesai pertengahan tahun 1993. Stasiun ini nantinya akan menggantikan stasiun pengendali Cibinong, Bogor, yang akan berakhir masa pakainya lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Stasiun tua ini yang mulai beroperasi tahun 1976 mempunyai masa pakai 25 tahun. Dengan beroperasinya SPU Daan Mogot tahun 1993, fungsi SPU Cibinong yang mengendalikan Palapa B2P, B2R, dan B4, akan diambil alih, sedang SPU Cibinong sendiri nanti masih dapat digunakan sebagai back up, membantu peluncuran satelit, dan dimanfaatkan untuk pengendalian satelit uzur, temasuk pula untuk pelatihan tenaga di bidang persatelitan. "Bila telah habis masa pakainya paling tidak dapat dijadikan museum," kata Silalahi.

Dibandingkan dengan stasiun lama, SPU Daan Mogot akan mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya memiliki 5 antena berdiameter rata-rata 10 meter, lebih banyak dari SPU Cibinong yang hanya tiga antena. Stasiun yang pembangunannya melibatkan perusahaan dari Amerika Serikat, Hughes Aircraft Company, dari segi teknologinya juga lebih canggih. Sedangkan SPU Cibinong menggunakan teknologi tahun 1970-an.

Fasilitas fisiknya terdiri dari empat unit gedung sebagai Wilayah Operasi SKSD yang baru, dan 5 antena penerima sinyal satelit, akan menempati areal berbentuk lingkaran berdiameter 200 meter, atau seluas dua hektar. Di sekeliling kompleks, sampai diameter 600 meter akan ditanami pohon pohonan berbatang pendek, merupakan daerah pengaman dari polusi udara, gangguan frekuensi. Pada radius ini sampai ketinggian lima derajat, daerah ini harus bebas dari rintangan pohon atau bangunan.

Melalui studi kelayakan, stasiun yang berjarak 5,5 km dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, ini juga terbilang aman gangguan frekuensi. Pada lokasi ini, total areal yang dimiliki PT Telkom luasnya sekitar 53 hektar. Jauh lebih aman dibandingkan dengan SPU Cibinong, yang hanya delapan hektar. (Kompas / yun, IDXC / DBR)

Orbit Satelit Palapa B1 Digeser

Menjelang diluncurkannya Satelit Palapa B4 bulan Mei 1992 nanti, orbit Palapa B1 sejak Januari 1992 lalu digeser lebih ke sebelah utara. Orbit asal Palapa B1 nantinya digunakan Palapa B4, sedangkan Palapa B1 sendiri akan digunakan oleh P.T. Pasifik Satelit Nusantara, PSN, sebuah perusahaan patungan antara PT Telkom, PT PSN dan PT Elektroindo Nusantara, untuk digunakan di sekitar wilayah Pasifik. Kontraknya sudah ditanda tangani 1 Desember 1991 lalu.

Menurut General Manager Hubungan Masyarakat P.T. Telkom, Dody Amirudin, Satelit Palapa B1 diperkirakan masih memiliki umur optimis 3,9 tahun dan umur pesimis 2,9 tahun. Satelit itu memiliki 24 transponder, dan saat ini tanpa penyewa, idle. Nilai investasi yang ditanam perusahaan patungan tersebut seluruhnya 2.400.000 dolar AS. P.T. Telkom memiliki saham 40%, sisanya dibagi rata PT PSN dan PT Elektrindo Nusantara.

"Penggeseran Palapa B1 ke orbitnya yang baru di atas Pasifik akan dilaksanakan dalam waktu empat bulan. Oleh karena itu, sejak Januari sudah dilaksanakan, karena tempatnya akan diisi Palapa B4," jelas Dody Amirudin. Tarif sewa transponder Palapa B1 di bawah P.T. PSN sendiri, hingga saat ini masih dalam perhitungan, namun beberapa calon penyewa satelit itu di kawasan Pasifik sudah mengungkapkan keinginan menyewa.

Bisnis Palapa B1 merupakan pembuka jalan bagi P.T. Telkom dan mitra kerjanya untuk mengambil peluang usaha bisnis satelit di kawasan Pasifik. Apabila prospeknya baik dan menguntungkan, maka akan diluncurkan satelit baru lain, atau menggeser Palapa B2P untuk kelangsungan layanan dan pemasaran di kawasan tersebut. (Kompas / r / aba / mul, IDXC / DBR)

 
Dirgantara Online - Vol 2 No 1 Mar-Apr 1992
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space