Sapa Redaksi
Anda jangan ketawa atau geli melihat gambar di atas. Bukannya
kami nggak mau ditertawakan, bukan. Tetapi kalau tersenyum, bolehlah. Asal jangan
senyum yang sinis atau mencibir kami. Sudah setahun Indonesian DX Club
dan Dirgantara membahana di mana-mana. Suatu kebanggaan bagi kami
di redaksi, dan juga Anda semua, anggota Indonesian DX Club. Dalam kurun
waktu yang relatif singkat, nama Indonesian DX Club sudah terasa akrab di
hati para pendengar radio.
Bukan hanya radio luar negeri, tetapi juga di radio-radio
dalam negeri, dalam hal ini radio-radio swasta niaga, ataupun RRI. Hal ini
tentunya tak akan terjadi dengan begitu saja, tanpa kerja keras kita, kami
dan Anda. Barangkali, Anda secara tidak sengaja ikut serta mempromosikan
nama Indonesian DX Club lewat berbagai media. Apakah itu media cetak, maupun
media elektronik, radio. Pada usianya yang masih bayi, sudah banyak yang
mengakui keberadaan kita.
Bahkan, banyak pihak secara antusias ingin menjalin
kerja sama dengan Indonesian DX Club. Namun, karena masih dalam taraf
berbenah, saat ini, tawaran semacam itu masih kita pelajari. Secara tahap
demi tahap, kita akan mengarah ke sana, ke bentuk yang kita inginkan. Bukan
berarti kita melepaskan kesempatan yang sudah ada di depan mata kita, namun
kita perlu melangkah dengan penuh perhitungan, agar langkah kita tidak
tersuruk-suruk, ataupun menemui jalan buntu.
Apabila Anda mengamati dengan jeli, sejak edisi perdana hingga
edisi terakhir, pasti akan bisa memberikan satu penilaian. Apa kami
mengalami kemajuan, atau malah justru sebaliknya, mengalami kemunduran.
Tentu, Anda yang bisa menilainya. Untuk itulah, kami mohon Anda untuk tidak
sungkan-sungkan melayangkan kritik maupun saran. Tanpa saran maupun kritik
Anda, kami di redaksi tak akan tahu kekurangan yang ada.
Mengelola buletin semacam Dirgantara yang terbit dalam dua
bulan sekali ini, ternyata bagi kami cukup mengasyikkan. Namun juga memerlukan
konsekwensi yang tidak ringan. Kami harus menyajikan berita maupun informasi
kepada Anda seaktual mungkin. Yang menjadi kendala kami adalah belum
profesionalnya kami dalam dunia jurnalistik. Namun kami berusaha hadir dengan
menu kami yang khas semampu kami. Ini semua tentunya tidak lepas dari peran Anda juga.
Mulai edisi kali ini, Dirgantara menampilkan beberapa sosok
stasiun radio FM di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Ini tentunya sesuai
dengan situasi saat sekarang, yang mana, lagi mewabahnya radio-radio FM di
berbagai kota. Tidak perduli kota kecil sekalipun. Silakan, simak terus laporan
dari rekan-rekan kami di redaksi. Kalau Anda perhatikan pada bagian redaksi,
ada beberapa perubahan pada nama dan jabatan. Di situ, terjadi perubahan
yang kami sesuaikan dengan kondisi di redaksi.
Rekan Drs. Herbert Sunu Budihardjo sekarang hijrah ke
Jakarta, karena urusan kerjanya. Namun bukan berarti dia lepas dari Dirgantara,
tidak !! Kami di redaksi juga tak bisa menahan dia, karena merupakan
tanggung jawab terhadap kehidupan rumah tangganya. Tapi Anda jangan khawatir,
rekan Herbert masih akan hadir dengan tulisan ataupun laporannya dari Jakarta.
Dan, karena di Jakarta selama ini belum ada perwakilan, maka dengan
demikian, kami angkat rekan Herbert Sunu Budihardjo menjadi perwakilan
Indonesian DX Club untuk Jakarta dan sekitarnya.
Bagi rekan yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya,
silakan hubungi lewat rekan Herbert Sunu Budihardjo, alamat bisa Anda lihat
di halaman 20. DX merupakan porsi yang utama dalam setiap sajian kami. Namun
karena keterbatasan ruangan, kami harus bisa menempatkan informasi mana saja
yang harus diturunkan. Di sinilah, keasyikan sekaligus kesulitan kami dalam
menyusun buletin Dirgantara ini. Dengan formasi yang tidak homogen, maka
seleranya juga berbeda.
Demikian juga masalah bahasa. Setelah sekian lama berjalan,
besar harapan kami, bahasa kami, bahasa radio, bisa dimengerti para
pembaca. Dengan motto "Yang Awam Kian Paham, Yang Hobi Semakin Ngerti", kami
berusaha hadir untuk membawa pembaca menyelami dunianya. Melalui tahapan
yang kami rintis nantinya, diharapkan tidak ada lagi yang menanyakan istilah
istilah yang boleh dibilang asing. Sebagai contohnya, istilah UTC, masih banyak
rekan yang rancu mengonversikannya.
Lewat Dirgantara-lah, Anda bisa memahaminya. Silakan saja
Anda coba. Kebersamaan adalah modal kami dalam melangkah. Di redaksi saat
ini, ada lima orang yang sibuk setiap akan menerbitkan buletin Dirgantara.
Dan yang membanggakan kami adalah makin bertambahnya tenaga kerja di redaksi.
Dengan demikian, akan makin memudahkan kami mengolah dan hadir ke hadapan Anda.
Kalau menilik ke belakang, masih banyak yang harus kita benahi. Kami
di redaksi juga menyadari itu semua. Seperti halnya peribahasa "Tak Ada
Gading yang tak Retak", kami pun demikian. Maka, bantulah kami, beri kami
saran, kritik, untuk kesempurnaan buletin kita. Akhirnya, selamat menikmati
sajian kami, edisi perdana tahun kedua. Best DX !!
Aries lagi bermain bola, Mas Herbert Sunu lagi jaga jaga,
Aji bersiaga nungguin sesuatu yang ada di sampingnya, aich ... Ina lagi
ngapain coba ? Budi lagi membedah surat surat Anda. Semua menyatu dalam
Indonesian DX Club. Dari dapur Redaksi Dirgantara, serempak berucap :
Selamat Ulang Tahun Indonesian DX Club.