Penyiar RSI
Profil Penyiar Radio Singapura Internasional Seksi Indonesia
RADIO SINGAPURA INTERNASIONAL (RSI) merupakan stasiun radio gelombang pendek yang menjadi bagian dari MediaCorp Radio. RSI mengadakan siaran dalam 4 bahasa, yaitu : Inggris, Mandarin, Melayu, dan Indonesia. MediaCorp merupakan perusahaan media terkemuka di Singapura yang menyediakan beragam layanan, berupa layanan penyiaran, elektronik, dan cetak. Radio Singapura Internasional (RSI) memulai siaran perdananya pada tanggal 1 Februari 1994. Program-program siaran RSI secara umum dibagi dalam tiga kategori utama, yaitu : warta berita dan current affairs, gaya hidup (lifestyle), dan musik.
Program berita dan current affair Radio Singapura Internasional mencakup warta berita keuangan, ekonomi, dan politik seluruh dunia, utamanya di kawasan Asia Tenggara. Program lifestyle RSI meliputi beragam topik, mulai dari budaya dan pariwisata hingga Internet dan teknologi. Sedangkan program musik RSI meliputi beragam jenis musik, mulai dari musik klasik dan oldies hingga musik kontemporer dan easy listening.
Zainab Rahim
Ibu Zainab atau Cik Zainab, demikian beliau biasa dipanggil, merupakan pimpinan Radio Singapura Internasional seksi bahasa Indonesia, sekaligus juga pimpinan RSI seksi Melayu. Dialah yang berada di belakang pendirian RSI Indonesia pada tahun 1998 lalu. Selain berada di belakang meja, pemain golf yang cukup handal ini juga sering terdengar suaranya di udara membawakan acara Nota RSI bersama Tjandra Mualim. Sebagai pimpinan RSI, salah satu hal yang dianggap penting bagi Ibu Zainab adalah surat-surat kritik dan komentar dari para pendengar RSI, yang dijadikannya sebagai panduan untuk mengembangkan acara-acara RSI, agar tetap menarik bagi para pendengar. Karena itulah jangan segan-segan berkirim surat kepada RSI karena surat-surat Anda penting bagi kami !!
Tjandra Mualim
Panggilan "Papi" sudah melekat erat pada diri Tjandra Mualim, entah sejak kapan. Tetapi yang jelas, ia memang papinya anak-anak di RSI Indonesia dan Melayu. Bukan saja karena Tjandra adalah penyiar pertama RSI Seksi Indonesia, tetapi juga karena ia sangat perhatian pada sesama rekan-rekannya di RSI. Suara Tjandra Mualim - yang menurut surat dari seorang pendengar terdengar sangat akrab - bisa didengarkan pada mata acara Nota RSI bersama Ibu Zainab, Wacana Indonesia, Fokus Asia, dan Media Nusantara. Suara Papi juga sudah tidak asing lagi bagi para pendengar radio gelombang pendek, karena sebelum di RSI, ia pernah bekerja di Radio Nederland Wereld Omroep.
Budi Setiawan
Kumis tipis dan penampilan yang klimis ciri khas Budi Setiawan ini memang sekilas mengingatkan kita pada Lou Bega, penyanyi Amerika yang tenar dengan lagu "Mambo No.5" itu. Untuk ukuran seorang jurnalis, Sarjana Kriminologi UI yang jatuh cinta pada jurnalistik radio ini sangat beruntung karena nyaris selalu terlibat dalam liputan di berbagai peristiwa penting di Indonesia pasca reformasi. Mulai dari referendum Aceh, jajak pendapat di Timor Timur sampai terpilihnya Gus Dur sebagai presiden, juga tak lepas dari sodoran mikrofonnya. Di RSI siaran Indonesia, Budi membawakan acara Wacana Indonesia, Fokus Asia, Fokus Singapura, dan Lidah Serantau.
Entin Supriati
Pekerjaan jurnalistik mojang priangan ini dimulai pada saat ia bergabung dengan Harian Media Indonesia setelah lulus dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran, Bandung. Meskipun latar belakang pendidikannya sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan dunia kewartawanan gadis bernama lengkap Entin Supriati ini, memiliki pengalaman lapangan yang beragam. Mulai dari hantaman gelombang saat mengikuti pelayaran TNI AL dari Tanjung Priok ke Sabang, hingga hipothermi di pegunungan Cartenz, Jayawijaya. Ketertarikan pada dunia teknologi menyebabkannya bergabung dengan situs web portal astaga.com yang memberinya kesempatan ganda, mendalami Internet sekaligus menekuni jurnalistik. Tetapi tantangan yang disodorkan RSI, rupanya menerbitkan semangat baru. "Saya penasaran dengan radio," katanya.
Harry Suhartanto
Harry Suhartanto memang bukan Clint Eastwood, tapi itulah julukan yang sering diberikan pada Harry. Mungkin karena namanya yang mengingatkan orang pada film "Dirty Harry", meskipun kesan "dirty" jauh dari dirinya. Sebaliknya, ia dikenal selalu berpenampilan dandy. Pengalaman jurnalistik pria jawa berlogat betawi ini lumayan menumpuk. Pernah di Radio Republik Indonesia, lalu stasiun BBC London dan terakhir di SCTV, Jakarta, sebelum akhirnya bergabung dengan Radio Singapura Internasional seksi Indonesia. Berbeda dengan yang lain, tugas utama Harry adalah mengikuti perkembangan-perkembangan berita terbaru dan mengemasnya dalam berita-berita segar dan aktual untuk disajikan kepada para pendengar RSI. Apa berita terbaru hari ini? Tanyalah sama Harry.
Rane Hafied
Julukan untuk pria berbadan subur ini berawal dari salah paham. Pasalnya, di Singapura Rane Hafied sering disangka orang Filipina. Mungkin karena wajahnya mirip adik presiden Filipina, yang sering dipanggil dengan nama Bong-bong. Padahal bekas editor berita dan penyiar sebuah radio swasta di Jakarta ini lahir di Lampung Tengah, meski ia lebih senang disebut orang Bugis mengikuti asal kedua orangtuanya. Di Radio Singapura Internasional Rane dikenal lewat acara Wacana Indonesia, Fokus Asia, Dunia IT, Rona Singapura, Cakap Kecil, dan Kontak Pendengar yang diasuhnya bersama Siska. Selain itu, ia juga adalah Lurahnya situs Web RSI Indonesia atau dalam istilah IT-nya, webmaster. Jadi kalau ada kritik, komentar, atau pertanyaan soal situs Web RSI, sampaikan saja pada si Bong-bong ini.
Eva Mazrieva
Nama lengkapnya Eva Mazrieva, tapi panggil saja dia Eva. Inong Aceh yang lahir dan besar di Jakarta ini sudah menekuni dunia jurnalistik selama 6 tahun. Selepas kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Eva mulai bekerja pada radio ARH-Trijaya Group di Jakarta, lalu kemudian beralih ke stasiun televisi SCTV. Adalah televisi NHK Jepang yang pertama kali memperkenalkannya pada media asing, dan terakhir kali ia bekerja pada surat kabar harian Jepang, Yomiuri Shimbun, sebelum akhirnya tertarik untuk bergabung dengan RSI seksi Indonesia.
Entah apa yang membuatnya tertarik pada jurnalistrik, tapi melihat pengalamannya di lapangan, agaknya ia benar-benar kesengsem pada bidang yang satu ini.
Mulai dari lantai Istana Merdeka hingga hutan belantara di Aceh sudah pernah ditapakinya.
Ketegangan di Timor Timur hingga kepedihan di Semanggi dan Trisakti Jakarta, juga sudah dirasakannya. "It makes me feel alive!", katanya bersemangat. (Sumber : Website RSI seksi bahasa Indonesia : http://www.rsi.com.sg/in)