Penyiar CRI
Profil Penyiar China Radio International Seksi Indonesia
China Radio International (CRI) didirikan lebih dari 60 tahun yang lalu, tepatnya pada 3 Desember 1941. Tujuan didirikannya CRI adalah untuk mendukung persahabatan dan saling pengertian (understanding and friendship) antara penduduk Republik Rakyat Cina dan seluruh penduduk dunia. Saat ini CRI mengadakan siaran selama 211 jam setiap harinya ke seluruh dunia, dalam 43 bahasa dan dialek-dialek bahasa Cina. Program CRI terdiri dari warta berita, current affairs, dan features, dalam bidang politik, ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Aina
Saya menimba pengetahuan tentang bahasa Indonesia di Universitas Bahasa Asing Guang Zhou dan bergabung dengan CRI siaran bahasa Indonesia pada tahun 1976. Saya senang dengan pekerjaan sebagai seorang penyiar karena dapat ikut melakukan sesuatu untuk ikut menjalin persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia. Kini saya mengasuh acara Ruangan Kehidupan Sosial Tiongkok yang memperkenalkan perubahan-perubahan yang terjadi di berbagai bidang dalam kehidupan sosial di Tiongkok dewasa ini.
Selain itu, saya juga membawakan warta berita, laporan, dan ulasan. Saya harap para pendengar suka mengikuti siaran kami, khususnya acara Ruangan Kehidupan Sosial di Tiongkok yang saya asuh. Sementara itu, saya harapkan pula saran dan pendapat Anda mengenai Ruangan Kehidupan Sosial di Tiongkok yang menjumpai Anda setiap hari Senin.
Hai Feng
Saya menjadi karyawan China Radio International (CRI) seksi bahasa Indonesia sejak akhir tahun 1989. Sebelum menjadi penyiar, saya bekerja sebagai tenaga guru bahasa Inggris di sebuah sekolah di propinsi Fujian atau Hokkian. Saat ini, saya mengasuh Ruangan Kesehatan. Saya berharap acara ini dapat tampil cukup menarik dan bermanfaat bagi para pendengar dalam menambah pengetahuan tentang kesehatan. Semoga siaran kami dapat menjadi jembatan persahabatan di antara rakyat Tiongkok dan Indonesia.
Lili
Pengasuh acara Ruangan Fokus Ekonomi Tiongkok. Tempat / Tanggal Lahir : Beijing, Januari 1978. Pendidikan : S1 Fakultas Bahasa Asia-Afrika Universitas Bahasa-bahasa Asing Beijing BFSU. Kegiatan yang saya gemari : berwisata, mendengarkan musik. Saya memulai karir sebagai karyawati China Radio International Departemen Bahasa Indonesia tahun 2000 lalu. Sekarang ini, saya mengasuh acara Ruangan Fokus Ekonomi Tiongkok. Anda dapat mendengarkan acara yang saya asuh ini dalam siaran kami pada setiap hari Senin atau Anda dapat langsung mengakses acara saya pada situs web kami di Internet setiap hari.
Nansa
Sudah puluhan tahun saya bergabung dengan China Radio International, ikut menjalani pasang surut dan suka dukanya. Bekerja serabutan, bermula dari membaca pengantar acara, kemudian warta berita, dan seterusnya mengasuh acara Ruang Olah Raga, Ruangan Pengetahuan, Ruangan Bertamasya di Tiongkok, Ruangan Menjawab Pertanyaan Pendengar, dan sebagainya. Kini saya masih tetap mengasuh acara Ruangan Bertamasya di Tiongkok.
Melalui ruangan ini, saya ingin mengajak para pendengar mengunjungi obyek-obyek wisata yang terkenal di Tiongkok, selain mengenal panorama alamnya, juga adat istiadat, sejarah dan budayanya yang khas. Saya percaya bahwa persahabatan dapat dijalin dengan baik hanya apabila saling mengenal, seperti kata pepatah : Tak Kenal Maka tak Sayang. Bintang : Taurus. Hobi : membaca, berwisata, olah raga, filateli.
Shukun
Saya lulusan dari Universitas Bahasa-bahasa Asing Beijing di tahun 1995 lalu, dan langsung menjadi karyawan CRI hingga sekarang. Selama ini, saya pernah mengasuh Berita-berita Tentang Tiongkok, dan menangani surat-surat pendengar dan lain-lain. Semasa kecil, orang tua saya pernah menceritakan cerita dan dongeng yang menarik mengenai "Negeri Seribu Pulau". Sepanjang ingatan saya, Indonesia adalah negeri yang indah permai pemandangannya, nyaman hawanya, dan kaya sumber alamnya, serta ramah penduduknya.
Indonesia adalah negeri yang menarik bagiku. Maka, setelah saya lulus ujian masuk universitas saya memilih untuk mengambil jurusan bahasa Indonesia sebagai mata kuliah, karena dengan demikian, diharapkan pada suatu hari kelak saya akan dapat mengunjungi negeri itu, dan ikut menambah saling pengertian dan meningkatkan hubungan persahabatan antara kedua bangsa.
Wang Lei
Kita sering bertemu dalam acara-acara Belajar Berbicara dalam Bahasa Tionghoa, Ruangan Lagu-lagu Pilihan Pendengar, dan acara-acara lainnya. Saya mulai belajar bahasa Indonesia sejak umur 19 tahun, dengan mengambil jurusan sastra dan bahasa Indonesia di Universitas Bahasa-bahasa Asing Beijing. Sejak itu saya mulai tertarik pada negeri seribu pulau tersebut. Setelah lulus dari universitas, saya diterima menjadi karyawan di seksi bahasa Indonesia China Radio International.
Saya sangat suka dengan pekerjaan ini, karena melalui siaran kami saya dapat ikut memberikan sumbangan dalam meningkatkan persahabatan antara kedua negara dan kedua rakyat Tiongkok dan Indonesia melalui corong radio, saya memperkenalkan kemajuan dan perubahaan yang terjadi di Tiongkok kepada para pendengar di Indonesia, hingga mereka dapat lebih banyak mengenal Tiongkok dari berbagai segi. Mudah-mudahan kontak antara kita dapat terus berlangsung dan semakin erat baik melalui udara maupun melalui surat dan e-mail.
Wei Guang
Saya lulusan Universitas Bahasa-bahasa Asing Beijing di tahun 1995 lalu, langsung diterima menjadi karyawan CRI hingga sekarang. Selama ini saya pernah mengasuh Ruangan Negara Negara Berkembang, Lagu-lagu Pilihan Pendengar, Ruangan Lagu-lagu Pop Tiongkok, dan lain-lainnya. Orang mengatakan bahwa bahasa Indonesia sangat merdu dan disebut sebagai bahasa Italia di Timur. Memang demikian halnya. Sejak mulai belajar bahasa Indonesia, saya telah mencintai bahasa ini dan negara Indonesia. Dan saya juga ingin melalui bahasa Indonesia memperkenalkan keadaan negara dan rakyat Tiongkok kepada rakyat Indonesia. Mudah-mudahan hubungan antara kedua negara senantiasa berlangsung lancar.
Wu Ping
Saya dilahirkan di kota Taixin, Provinsi Jiangsu, di Tiongkok Timur, 29 Oktober 1965. Setamatnya dari Sekolah Menengah Huangqiao, Provinsi Jiangsu, di tahun 1982, saya melanjutkan kuliah di Universitas Bahasa-bahasa Asing Beijing jurusan bahasa dan sastra Indonesia. Karir saya dimulai sejak tahun 1987, sebagai penerjemah bahasa Indonesia di China Radio Internasional. Sekarang, saya terutama mengasuh acara tetap Ruangan Olah Raga, serta membawakan berita dan laporan. Pada tahun 1995, sebagai darmasiswa RI, saya memperdalam studi di IKIP Bandung, Jawa Barat. Seusai itu, saya meneruskan karir di CRI hingga sekarang.
Xiao Fang
Ruangan Menjawab Pertanyaan Pendengar, adalah acara yang saya asuh dan digemari para pendengar. Saya sangat suka mengasuh acara ini, karena saya bisa langsung berkomunikasi dengan para pendengar CRI. Di masa yang sudah-sudah, kehadiran acara ini mendapat dukungan dari para pendengar, saya sangat berterima kasih atas dukungan perhatian mereka. Di masa depan, saya berharap saudara-saudara dapat tetap memberi dukungan, mengajukan usul dan saran Anda, agar Ruangan Menjawab Pertanyaan Pendengar ini dapat tampil dengan lebih baik.
Xiao Hong
Telah menjadi tugas saya sehari-hari menangani surat dan e-mail dari para pendengar. Bersama Xiao Fang saya mengasuh Ruangan Menjawab Pertanyaan Pendengar. Tiap-tiap surat dan e-mail Anda saya baca dengan sungguh-sungguh. Dari surat maupun e-mail tersebut, saya merasakan perhatian dari para pendengar terhadap siaran kami. Kedatangan setiap surat dan e-mail kami sambut dengan gembira, dan memberi dorongan semangat bagi kami, untuk bekerja dan melayani semua pendengar China Radio International dengan lebih baik lagi.
Kalau Anda mempunyai pertanyaan mengenai Tiongkok atau acara siaran kami, atau ingin memesan lagu, silakan mengirim surat langsung ke alamat kami di Beijing, atau Kotak Pos kami di bagian kebudayaan kedutaan besar RRC di Jakarta, atau melalui e-mail kepada kami.
Semua pertanyaan dari pendengar akan kami jawab dalam acara Ruangan Menjawab Pertanyan Pendengar ataupun dibalas melalui surat. Saya berharap kami staf seksi bahasa Indonesia CRI bisa menjadi teman saudara, dan para pendengar lebih suka mendengar siaran kami. Saya juga berharap lebih banyak teman bergabung dalam jajaran pendengar kami. Kalau Anda memerlukan pedoman acara, gambar-gambar tentang Tiongkok, stiker CRI, maupun buku pelajaran bahasa Tionghoa, let me know.
Xi San
Saya dilahirkan dan dibesarkan di daerah Tiongkok Utara, tapi menuntut ilmu dan pelajaran bahasa Indonesia di Tiongkok Selatan, tepatnya di Institut Bahasa Asing Guangzhou. Kota Guangzhou yang terletak di daerah subtropis, antara 1982 dan 1987. Setamat dari jurusan bahasa Indonesia institut tersebut, saya pun bergabung dengan China Radio International Seksi Indonesia. Bermula saya bekerja sebagai penerjemah naskah, kemudian seiring dengan bertambahnya pengetahuan di dunia keradioan, maka saya mulai ikut membaca warta berita dan ulasan internasional.
Antara tahun 1990 dan 2000, saya mengasuh beberapa mata acara tetap yaitu : Ruangan Olahraga, Ruangan Menjawab Pertanyaan Pendengar, dan Lagu Lagu Pilihan Pendengar. Tantangan memang berat bagi saya. Tapi lambat laun saya pun semakin menyukai pekerjaan ini. Dan selama bertahun-tahun ini, melalui pekerjaan saya telah berkenalan dengan banyak pendengar dan tokoh-tokoh lainnya dari Indonesia.
Sejak tahun 2000 lalu, saya menjadi pengasuh acara tetap Ruangan Kebudayaan Tiongkok. Acara ini mencakup bidang luas kebudayaan Tiongkok dari zaman dahulu sampai sekarang dan pekerjaan ini merupakan tantangan berat bagi saya, mengingat Tiongkok mempunyai sejarah sepanjang 5.000 tahun.
Yenni
Sudah cukup lama saya bekerja di China Radio International Departemen seksi bahasa Indonesia. Saya senang dengan pekerjaan sebagai seorang penyiar radio, karena saya dapat langsung berkomunikasi dengan para pendengar. Sekarang ini, saya mengasuh acara Ruangan Etnis Minoritas Tiongkok. Dalam masa yang sudah-sudah, acara ini telah mendapat dukungan para pendengar, begitu pula saya berharap di masa yang akan datang.
Zhang Li
Saya kini mengasuh acara tetap Fokus Ekonomi Tiongkok dan Ruangan Serba-serbi. Saya mulai bekerja di seksi bahasa Indonesia CRI pada tahun 1965, setelah lulus SMA di kota Su Chou, provinsi Jiangsu, di Tiongkok Timur. Saya mempelajari bahasa Indonesia selama 2 tahun di Universitas Beijing. Saya sangat suka dengan pekerjaan sebagai penyiar, karena bisa setiap hari berjumpa dengan para pendengar melalui udara. Saya pernah mengunjungi Indonesia yang indah permai. Pendapat maupun usul mengenai acara yang asuh selalu saya harapkan.
Jing Hua
Saya wisudawati dari Universitas Bahasa-bahasa Asing Beijing Jurusan bahasa Indonesia tahun 2000 lalu. Setelah lulus, saya langsung bekerja di Departemen Bahasa Indonesia China Radio International, hingga sekarang. Selama 2 tahun di CRI, saya pernah mengasuh Ruangan Etnis Minoritas Tiongkok, dan lain-lain. Indonesia sudah saya kenal sejak saya masih kecil, karena ibu saya dilahirkan di Jakarta. Di rumah, ibu sering berbicara dalam bahasa Indonesia dengan saudaranya.
Sejak kecil, saya gemar makanan Indonesia yang lezat. Sebelum mempelajari bahasa Indonesia di Universitas Bahasa Asing Beijing, saya pernah mengunjungi negeri seribu pulau ini pada tahun 1994, sehingga saya telah melihat dari dekat betapa indahnya pemandangan alam Indonesia dan betapa ramahnya penduduk setempat.
Sejak itu, bertambahlah kedekatan hati saya pada negeri yang terletak di katulistiwa ini. Sekarang, hubungan antara Indonesia dan Tiongkok sudah semakin baik. Antara kedua bangsa telah terjalin hubungan bersahabat sejak zaman dahulu kala. Dengan adanya jembatan di udara ini, marilah kita membangun persahabatan yang lebih erat dan masa depan yang lebih indah. (Sumber : Website China Radio International seksi bahasa Indonesia : http://indonesian.cri.com.cn)