Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 12 Edisi Khusus 2002
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
DirgaNet
Berita Televisi
Berita DX
Profil Radio
Profil Televisi
Penyiar CRI
Penyiar RSI
Review Top 50
Redaksi

Volume 12
  Vol 12 Edisi Khusus 2002Sapa Redaksi
Edisi Khusus

Ada perdebatan panjang saat redaksi melakukan rapat hendak menerbitkan Dirgantara edisi khusus ini. Apa yang menjadi latar belakangnya ? Itulah salah satunya. Ya, memang edisi khusus ini diperuntukkan sebagai pengganti edisi tahun lalu Vol.11 Nov-Des 2001 yang tak dapat mengunjungi Anda karena sesuatu hal. Karenanya, dalam edisi khusus ini ada beberapa hal yang biasa dijumpai dalam edisi rutin tidak muncul. Untuk itu, dalam waktu yang tidak terlalu lama, edisi rutin segera meluncur mengunjungi Anda, yaitu edisi Vol.12 No.3 Mei-Juni 2002.

Dalam edisi kali ini tampilannya agak lain jika dibandingkan dengan edisi rutin. Salah satunya adalah memuat para pemenang kuis Promosi VOA yang merupakan salah satu daya tarik yang sangat besar bagi pendengar sebuah stasiun radio. Apalagi kalau dalam kuis tersebut diiming-imingi hadiah yang menarik, bepergian ke mancanegara dengan gratis. Salah satu dari peserta kuis tersebut mungkin Anda. Apabila belum memperoleh hadiah perdana, tentunya tidak akan membuat kecewa. Salah satu pemenang hadiah hiburan (souvenir VOA) adalah staf redaksi. Apa hadiahnya ? Kita tunggu ceritanya di edisi yang akan datang. Nama-nama peserta yang memenangkan hadiah dalam kuis promosi VOA dapat diikuti dalam edisi ini.

China Radio International (CRI) seksi Indonesia kini telah membuka perwakilannya di Jakarta melalui alamat kedutaan besarnya. Tentunya diharapkan dengan membuka perwakilan di Jakarta, komunikasi yang selama ini dirasakan sulit dapat teratasi. Setidaknya para pendengar dapat mengetahui nama dan wajah di balik studio CRI. Respon dari pihak CRI tentunya juga diharapkan, jadi tidak sekedar basa-basi.

Karena bagaimanapun juga, keberadaan sebuah stasiun radio akan terasa hambar, manakala tak ada pendengarnya. Demikian juga profil beberapa penyiar dari Radio Singapura Internasional (RSI) dapat dilihat dalam edisi ini, pasukan dari RSI yang dikomandani Ibu Zainab Rahim, khususnya seksi Indonesia. Didampingi Mas Tjandra Mualim yang biasa dipanggil dengan "papi".

Televisi dan radio komunitas salah satu ciri khas dalam menumbuhkan demokrasi. Wajah stasiun televisi dan radio komunitas dapat disimak juga dalam edisi khusus ini. Perlukan kita memiliki sebuah Komisi Penyiaran sebagai lembaga yang menggantikan Direktorat Frekuensi yang antara lain mengatur perizinan pemakaian frekuensi ? Kita tunggu saja kelanjutannya dalam edisi yang akan datang.

Tampilan baru frontpage (halaman awal) Situs Web Indonesian DX Club meramaikan edisi ini. Salah satunya adalah bagaimana Anda menggunakan email gratisan melalui Situs Web IDXC, misalnya : ronaldo@idxc.org. Ronaldo, pemain Brazil yang mencetak delapan gol di Piala Dunia Korea-Jepang 2002, bila akan menggunakan email IDXC sebagai sarana komunikasi pun diperbolehkan. Apalagi Anda sebagai anggota IDXC maupun pembaca setia Dirgantara.

Tidak terasa, IDXC Top 50 pun sampai hari ini sudah diramaikan oleh para peserta yang aktif mengumpulkan QSL. Daftar nama mereka yang mengumpulkan QSL sudah mencapai puluhan. QSL dari stasiun radio luar negeri sudah berjumlah 368 buah, sementara dari stasiun radio dalam negeri sudah 315 buah. Dari hari ke hari jumlah ini akan terus bertambah, seiring dengan perjalanan sang waktu. Jangan lupa untuk menyimak yang lain.

Bahasa Campuran

Apabila kita mengelilingi tiap-tiap daerah, bagi yang hobi DX atau mendengar pesawat radio, pasti tak pernah dilupakan selalu memonitor radio-radio lokal, dari situ akan terpancar wajah kehidupan daerah yang penuh dengan dinamika, maupun isyu-isyu yang lagi naik daun menjadi perbincangan di antara masyarakat tersebut. Radio yang mengandalkan suara, yaitu kekuatan bunyi dari alat-alat musik, maupun kata-kata dari mulut penyiarnya. Sangat kental nuansa kedaerahan sebagai bahasa penutur, agar suasana lebih hidup dan akrab di telinga pendengarnya. Namun sayang bagi masyarakat pendatang, pasti akan menjadi kesulitan tersendiri untuk mengetahui maknanya, dengan mengira-ngira maupun bertanya kanan-kiri.

Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi, seandainya para penyiar menuturkan dengan bahasa Indonesia yang baku, karena tidak mengurangi makna dan arti yang akan disampaikannya. Bahasa campuran, yaitu bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa daerah akan dengan cepat dan mudah diucapkan, walaupun menyalahi tata bahasa, karena dituturkan tiap hari, bahkan boleh dikata menjadi bahasa keseharian, yang berakibat bahasa campuran lebih akrab di telinga dan lebih mengena.

Peranan media siaran radio yang menyumbang terhadap kekeliruan ini seharusnya dihentikan ataupun dikurangi, agar bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan tetap terjaga dan semakin memasyarakat. Stasiun radio masih bisa hidup dengan warna kedaerahannya, dengan membuiat program acara yang lebih beragam, tetapi dengan spesialisasi bahasa daerah contohnya sudah cukup banyak, seperti bahasa daerah Jawa, Sunda, Batak, Kawanua, Bali, dan bahasa-bahasa internasional, seperti bahasa Inggris dan Mandarin.

Penyampain program tetap dapat berlangsung, tanpa harus mengorbankan bahasa Indonesia yang sudah menjadi bahasa baku, dan bahasa daerah sebagai warna kedaerahan yang kental juga tetap dapat terpelihara, tanpa mengaburkannya dengan bahasa yang lain. Jadi, sebaiknyalah bahasa campuran dihindari, karena pengaruh buruknya lebih banyak dibandingkan dengan pengaruh baiknya dalam perkembangan dan pemasyarakatan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar. (dbr)

 
Dirgantara Online - Vol 12 Edisi Khusus 2002
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space