Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 12 No 2 Mar-Apr 2002
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
DirgaNet
Televisi
DX Tips
Profil Stasiun
Sejarah Radio
Review Top 50
Redaksi

Volume 12
  DX Tips
Lewat Email Lebih Hemat

Bekorespondensi dengan radio luar negeri (RLN) sekarang ini menjadi kegiatan yang tidak murah lagi, apalagi setelah kenaikan tarif pos, yang mungkin masih akan naik lagi menyusul kenaikan BBM dan tarif listrik serta telepon, berharap saja agar itu tidak terjadi lagi. Beruntunglah kita karena sebagian besar radio-radio favorit kita membuka perwakilan atau kotak pos di indonesia, sehingga kita dapat mengirim surat ke luar negeri dengan tarif lokal. Radio-radio itu antara lain Radio Jepang, Radio Korea International, Radio Taipei International, Radio Australia, BBC, Suara Amerika, Radio Nederland, Deutsche Welle, Radio Singapura Internasional, Radio Veritas Asia, dan lain-lain.

Namun masih banyak juga RLN yang punya seksi siaran bahasa Indonesia yang tidak membuka perwakilan di Indonesia, sehinga untuk berkoresondensi dengan mereka kita harus mengeluarkan biaya lebih dari lima kali lipatnya. Solusi kini hadir dengan kemudahan dan kecepatan : Internet !!! lewat email kita dapat menghubungi dan dihubungi oleh hampir semua station RLN dari seluruh dunia. Banyak sekali dari mereka yang merespon email sama baiknya dengan pos bahkan kita dapat berburu QSl via email, dengan mengirimkan laporan penerimaan siaran lewat email, dan mendapat balasan via email juga atau via pos.

Ini dapat menghemat banyak biaya. Internet secara individual memang mahal. Tapi kini banyak tersedia warung internet atau internet caffe dimana-mana. Dengan tarif sewa perjam yang tak begitu mahal, paling tidak lebih murah sewa warnet satu jam dari pada bea pos untuk satu kali berkirim surat langsung ke luar negeri. Dengan kelebihannya layak kiranya kita mulai melirik alternatif ini. Beberapa station yang merespon laporan via email dengan QSL antara lain: Deutsche Welle, Radio Nederland, FEBC / KFBS, WSHB, Cristian Voice, Voice of Russia, HCJB, Radio New Zealand International, NHK World Radio Japan, dan masih banyak lagi.

Di samping itu, kita dapat pula berburu prasarana DX via email, seperti WRTH / P2WBR gratis dari Cumbre DX, katalog receiver Universal DX, Grundig, Sangean, atau mailing list daftar alamat email RLN, dan masih banyak lagi. Disamping itu kecepatannya menjamin kita tahu informasi terkini dan up to date, seperti perubahan frekwensi siaran dan acara, lebih cepat daripada kita menunggu lewat pos. Keunggulan itu tentulah hanya sebuah alternatif, mungkin masih banyak rekan kita yang belum menikmati kemudahannya, karena fasilitasnya belum tersedia, kita berharap seluruh pelosok Indonesia segera terkoneksi dengan jaringan global ini dan dapat di akses siapa saja dengan mudah dan murah.

Seandainya Anda masih saja menggunakan jasa pos uintuk berhubungan secara langsung dengan RLN, itu adalah alternatif juga, mungkin meski mahal, tapi ada kepuasan, karena bagaimanapun menulis surat langsung di kertas dengan pena dan tangan sendiri terasa lebih unik dan berkesan daripada tinggal pencet keyboard. Bagaimanapun juga, ini adalah soal kebiasaan. Segala perubahan memang memerlukan proses, dan itu butuh waktu bahkan juga bagi kita untuk menerimanya. Bagaimana dengan anda ? (ast)

Sayangilah QSL Anda

Kegiatan mendengar radio merupakan kegiatan yang umum dan menjadi aktivitas harian banyak orang di seluruh dunia, karena tak memerlukan persiapan rumit dan waktu tertentu. Dengan peralatan sederhana yang relatif murah, sambil mengerjakan pekerjaan lain, banyak orang dapat menikmati siaran radio dengan mudah dan menyenangkan. Mulai dari siaran kata sampai musik yang menina bobokan... semua ada dan tersedia. Stasiun yang dapat dipilihpun makin berjibun, apalagi sekarang ini. Stasiun radio FM begitu banyak bermunculan, dengan kualitas stereo dengan berbagai format, gaya, juga segmen yang beraneka ragam. Semakin mudahlah pendengar memilih dan menikmati acara yang sesuai dengan keinginannya.

Bagaimana dengan DXing ? mungkin sedikit lain dari kelaziman di atas. Paling tidak, DXing memerlukan waktu tertentu, lebih serius, meski bisa tetap santai, dan receiver yang juga khusus ( dan terkadang mahal !! ), serta untuk hasil terbaik, harus meluangkan waktu khusus plus ketekunan, ketelitian, kuat bergadang, dan lain-lain. DXing dengan kualitas baik akan menghasilkan kepuasan yang langka, meski untuk itu perlu biaya extra yang harus dikeluarkan, karena DXing tidaklah cukup memantau siaran saja, tetapi banyak aktivitas lain yang wajib juga dilakukan, seperti membuat catatan / laporan tentang siaran itu, dan mengirimkannya ke stasiun bersangkutan, baik melalui pos atau via e-mail.

Kelanjutan dari proses DXing tersebut tentunya adalah kepuasan saat menerima konfirmasi atas kiriman laporan kita berupa kartu QSL ataupun surat verifikasi. Ujung-ujungnya adalah koleksi QSL yang beragam dan unik, yang bagi si empunya tentu menjadi hal yang berharga dan penting. DXing bukanlah kegiatan sesaat tapi suatu proses yang panjang dan perlu waktu serta biaya, karena itu QSL sebagai hasil dari DXing harus dirawat sebaik-baiknya. Kadang pada suatu saat, DXer merasa terkejut, karena sebagian koleksinya rusak atau hilang. Hal itu terjadi karena kurangnya perhatiaan terhadap koleksi QSL-nya. Perlu perencanaan dan pengaturan yang rapi, agar koleksi QSL kita dapat terpelihara dan dapat kita nikmati kapan saja, kalau tidak ingin perjuangan berburu QSL menjadi sia-sia belaka.

Kartu QSL umumnya terbuat dari kertas harus dihindarkan dari tempat yang lembab, karena tempat lembab dapat mengakibatkan kartu menjadi berjamur, dan timbul bercak-bercak kecoklatan, pada kelembaban yang lebih ekstrim bisa mengakibatkan kartu terkelupas lapisan kertasnya dan hancur perlahan karena rapuh. Simpanlah kartu di tempat bersuhu kamar yang hangat, terlindung dari sinar matahari langsung. Sebaiknya kartu di-simpan di dalam album yang memposisikan kartu satu-satu, sehingga tidak bertumpuk. Seandainya kartu akan ditampilkan di dinding, buatlah agar kartu itu tidak tersentuh langsung, pergunakan tempat display yang dilapisi kaca atau plastik (lihat gambar samping).

Album foto bisa digunakan, pakailah yang berisi lembaran adhesive sehingga QSL berbagai ukuran dapat simpan. Kalau album berupa kantong-kantong plastik, hanya dapat digunakan untuk kartu QSL yang seukuran dengan kantong atau lebih kecil, namun kelebihan album model ini dapat menampilkan QSL secara bolak-balik sehingga baik gambar dan data teknis dapat dilihat. Bisa juga dipergunakan clear holder (penyimpan dokumen) untuk menyimpanya, lebih hemat karena muat lebih banyak, tetapi harus membuat dudukan kartu dari kertas yaitu dengan memasukkan ujung-ujung kartu ke dalam lubang diagonal yang dibuat terlebih dahulu pada kertas tersebut (lihat gambar samping).

Kemudian kertas yang sudah berisi kartu QSL dimasukkan dalam kantong plastik pada clear holder. Keunggulan clearholder antara lain disamping lebih muat banyak juga dapat menampilkan verifikasi yang berupa surat, tinggal memasukkan dalam kantong plastik yang tersedia. Juga dapat Anda gunakan untuk menyimpan sertifikat DX, stiker, bahkan vandel. Selain itu, kartu QSL dapat pula disimpan dengan cara disusun berdiri dalam box atau kotak karton, kayu atau plastik yang ukurannya pas. Cara ini hanya untuk menyimpan, bukan men-display. Usahakan untuk memeriksa sesekali, agar bila ada gejala kerusakan dapat segera diketahui.

Menyimpan koleksi QSL dengan cermat dan terencana menghindarkan koleksi kita dari kerusakan. QSl bersifat eksklusive dan unik karena setiap kartu pastilah berbeda, terutama dari data teknisnya. Gambar mungkin saja sama, tetapi data teknis pasti berbeda. Seandainya terjadi kerusakan mustahil kita akan dapat menggantinya dengan kartu yang sama persis. Mungkin suatu saat Anda memerlukannya untuk diikutkan dalam kontes DX, atau suatu saat nanti salah satu koleksi kartu QSL Anda diburu oleh kolektor karena kelangkaannya, siapa tahu ? Karena itu, simpanlah baik-baik koleksi kartu QSL Anda, jangan sampai menyesal kemudian. Sayangilah QSL Anda : selalu ! Keep enjoy with your DX. Best 73's (ast)

 
Dirgantara Online - Vol 12 No 2 Mar-Apr 2002
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space