Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 12 No 1 Jan-Feb 2002
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Sayembara
DirgaNet
Internet
Profil Stasiun
DX Mania
DX Tips
Telekomunikasi
Radio Kampus
Radio Satelit
Review Top 50
Redaksi

Volume 12
  Profil Stasiun
Radio Lawero 100.7 FM

Pada tanggal 9 Juli 2001 lalu, salah seorang anggota redaksi Dirgantara berhasil mewawancarai Kepala Stasiun Radio Lawero 100.7 FM di kota Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara. DXer Jemmy Liwang yang kebetulan sedang pulang kampung bersama rekan Arsan Hasan menyempatkan diri untuk berkunjung dan berbincang-bincang langsung dengan Bapak La Ode Muh. Safaat D. sebagai penanggung jawab Radio Lawero 100.7 FM.

Sambutan yang hangat dan rasa keingintahuan Bapak Safaat yang begitu besar untuk lebih mengembangkan stasiun radionya di masa mendatang mendorong kami untuk memberikan beberapa masukan berdasarkan pengalaman-pengalaman kami sebagai Short Wave Listener (SWL) dan DXer. Berikut ini, sedikit cerita tentang Radio Lawero 100.7 FM berdasarkan hasil perbincangan singkat kami.

Radio Lawero 100.7 FM berdiri pada tanggal 3 Mei 1995 di Jalan Sultan Hasanuddin No. 8-A, Kelurahan Batulo, Kecamatan Wolio, Bau-Bau, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara 93717. Radio ini berdiri atas prakarsa tiga orang, yaitu : Bapak La Ode Muh. Muktamar, Bapak Dadang dan Bapak La Ode Muh. Safaat D.

Ide dasar pendirian Radio Lawero 100.7 FM adalah berdasarkan pertimbangan untuk memberikan sesuatu yang baru kepada masyarakat kota Bau-Bau pada khususnya dan kabupaten Buton pada umumnya; yang mana pada tahun 1995 telah eksis sebuah radio pada jalur AM di kota Bau-Bau, yaitu Radio Suara Bakti AM, sehingga alternatif pilihan lain adalah dengan mendirikan sebuah stasiun radio pada jalur FM dan itu terealisir hingga saat ini. Namun perintisannya telah dimulai sejak tahun 1994.

Latar belakang pemilihan nama "Lawero" sebagai identifikasi nama stasiun radio berdasarkan pada sejarah kerajaan Buton. Kata "Lawero" sendiri berasal dari bahasa Buton yang merupakan simbol kerajaan Buton yang pertama dalam bentuk seekor naga yang terdapat di atap rumah tradisional Buton yang bernama "Malige". Pada awal berdirinya, Radio Lawero 100.7 FM beranggotakan delapan orang (lima orang laki-laki dan tiga orang perempuan) termasuk pendirinya yang bekerja pada seluruh staf yang ada, seperti station manager, marketing, programmer, broadcaster, dan beberapa bidang lainnya.

Hingga saat ini, Radio Lawero 100.7 FM telah dua kali mengganti nama identifikasi (motto) stasiunnya. Sejak berdirinya pada tahun 1995 hingga tahun 1999, Station ID yang diudarakan adalah "The Dream Signal" dan pada tahun 2000 yang juga merupakan millenium baru, Station ID berubah menjadi "Pesona Keluarga". Radio Lawero 100.7 FM mengudara setiap hari. Pada hari Senin hingga Jum'at, siaran dimulai pada pukul 06.30-23.00 WITA (Waktu Indonesia Tengah) dan Sabtu-Minggu, siaran diperpanjang sejam, yaitu pada pukul 06.30-24.00 WITA.

Setiap minggunya, Radio Lawero 100.7 FM mengudarakan berbagai macam program acara yang disesuaikan dengan kebutuhan para pendengarnya. Beberapa program acara yang menjadi favorit pendengar adalah seperti : Fans Cool Gaul dan Kuis Pendengar. Penyusunan program acara Radio Lawero 100.7 FM disesuaikan dengan segmen pasar yang menjadi target market-nya. Pada tahun 1995-1999 orientasi program acara lebih ditujukan pada anak muda (remaja) kemudian pada tahun 2000 orientasinya berubah dan lebih luas, yaitu seluruh masyarakat Kabupaten Buton.

Kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan bahwa dalam mendistribusikan informasi kepada masyarakat janganlah tanggung-tanggung; tanpa ada pembatasan segmen masyarakat, dari muda hingga tua. Selain itu, salah satu kebijakan operasional yang mendukung adalah dengan memberikan kemudahan bagi seluruh instansi pemerintah untuk ikut serta dan aktif memanfaatkan media radio ini dalam mendistribusikan segala informasi dan pemberdayaan masyarakat, entah itu dalam bentuk tanya jawab ataupun iklan layanan masyarakat. Melihat fenomena tersebut, maka sangatlah tepat apabila untuk rencana ke depan Radio Lawero 100.7 FM akan diorientasikan menjadi radio news yang mana porsi informasi lebih diutamakan.

Melihat fenomena ini, maka kita sebagai bangsa Indonesia patut berbangga. Sebab di sebuah kota kecil di Kawasan Timur Indonesia (KTI) masih terdapat beberapa manajer stasiun radio yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat melalui pendistribusian informasi kepada masyarakat secara merata. Dan semoga saja komitmen ini tetap dapat dipelihara untuk tahun-tahun selanjutnya. (JML)

 
Dirgantara Online - Vol 12 No 1 Jan-Feb 2002
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space