Pendengar
Rame-rame Berebut Pendengar
Pendengar, seperti halnya pemirsa televisi selalu menjadi sasaran stasiun radio. Apalagi di negara-negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa. Maksud diadakannya survai selain untuk memperbaharui format acara, sekaligus ingin mengetahui seberapa jauh stasiun yang bersangkutan disukai berkaitan dengan program acara. Hanya saja biasanya dalam melakukan survai pendengar dilakukan oleh lembaga khusus dibidangnya.
Indonesia sendiri merupakan lahan yang empuk bagi stasiun radio dari lima benua. Terbukti kini ada lebih dari 25 buah stasiun radio yang menyelenggarakan siaran dalam bahasa Indonesia, minus Suara Rusia dan Radio Tirana yang ditutup seiring dengan memudarnya faham komunisme.
Di Indonesia sendiri kini banyak terdapat beberapa klub pendengar radio gelombang pendek. Seperti misalnya : Indonesian DX Club, Langkara, Anda, Mapem Club, Buletin Pendengar. Namun ada beberapa yang memang mempunyai buletin sebagai media komunikasi antar anggotanya.
Aneka Sayembara dengan Hadiah yang Menggiurkan
Salah satu daya tarik dario stasiun radio yang bersangkutan dalam menggaet banyak pendengar adalah dengan mengadakan sayembara berhadiah utama mengundang pendengar untuk datang ke negara dimana radio tersebut mengudara, apabila memenangkan hadiahnya. Juga beberapa hadiah berupa pesawat televisi, pesawat radio, video compact disc (VCD), t-shirt, jam tangan, tas, dan barang-barang lainnya.
Ataupun hadiah yang berupa cindera mata. Hanya saja, apabila Anda menjadi pemenangnya haruslah menanyakan apa saja yang menjadi hak dan kewajiban Anda. Jangan sampai memperoleh pengalaman secara gratis tetapi masih dibebani serangkaian kewajiban yang harus Anda bayar. Bahkan kini memperoleh kiriman dari manca negara pun dibebani sejumlah biaya untuk penebusan.
Beberapa Programa Khusus
Ternyata tidak semua stasiun radio mengincar pendengar di Indonesia. Radio Suara Asia, misalnya pendengarnya sebagian besar adalah TKI yang bekerja di Hong Kong, Taiwan. Demikian juga Radio Taipei Internasional menyelenggarakan siaran pada siang hari, khusus untuk pendengar di Hongkong dan Taiwan. Cara melibatkan pendengar adalah dengan membuka jalur telepon, yang kemudian direkam, untuk kemudian disiarkan dalam acara tertentu.
Acara ini sangat banyak diminati para TKI. Karena selain mereka dapat mendengar suaranya, juga dapat bernyanyi sekaligus. Demikian juga mereka dapat mengirim pesan kepada saudaranya di tanah air. Hanya masalahnya apakah saudaranya di Indonesia benar-benar mendengarkannya. Mengingat tidak semua pesawat radio yang dimilikinya mempunyai jalur shortwave.
Penyiar Bak Bintang Film
Respon pendengar ternyata sangat besar, manakala mendengar ada penyiar pujannya cuti ke tanah air. Pendengar berebut untuk datang menemuinya. Namun tidak semua penyiar merespon dengan sungguh-sungguh. Karena memang tujuannya ke Indonesia adalah dalam rangka cuti untuk bertemu dengan keluarga dan tentu saja tidak mau diganggu privasinya.
Namun demikian, manakala penyiar tersebut mengetahui dan menyadari bahwa ia baru akan merasa ada kalau acaranya didengar, ia dengan rela menyempatkan diri untuk menemui pendengarnya. Dalam kesempatan tersbut biasanya dilakukan tidak sendirian, namun dihardiri juga oleh pendengar lain.
Di sinilah posisi penyiar bak seorang bintang film, yang selalu saja diburu-buru oleh para pecintanya. Hanya saja, memang perlu disadari bahwa pendengar memang mengharapkan sesuatu, yang dapat diperoleh dari penyiar kesayangan. Sementara tidak semua penyiar menyisihkan sebagian waktu untuk menemuinya, dan bahkan menyediakan souvenir untuk para pecintanya.