DirgaNet
Perkembangan Website IDXC
Penutupan URL Lama Situs Web IDXC
Anda masih ingat alamat URL pertama Situs Web IDXC ? Ya, alamat situs Web klub kita yang pertama cukup panjang dan (tentunya) agak sulit untuk Anda ingat, yaitu : http://www.geocities.com/Eureka/Enterprises/4311 Cukup panjang bukan ?
Sejalan dengan makin bertambahnya pengetahuan pengurus akan seluk-beluk dunia Internet, kami mulai mencoba menggunakan layanan redirect URL untuk memudahkan pengunjung mengingat alamat URL Situs Web IDXC. Alamat redirect URL tersebut adalah : http://come.to/idxc Dengan digunakannya alamat redirect URL tersebut, pengunjung dapat lebih mudah mengingat alamat situs Web klub kita ini.
Setelah beberapa waktu menggunakan layanan redirect URL, pengurus mulai mencoba menggunakan alamat URL dalam bentuk domain name sendiri, yaitu http://idxc.org sebagaimana yang kita kenal sekarang ini. Selain mulai mempergunakan domain name sendiri, pengurus juga mencoba penggunaan layanan hosting lokal untuk mempercepat waktu akses Situs Web IDXC. Secara bertahap, file-file yang ada pada server lama (di GeoCities) mulai dipindahkan ke server hosting lokal.
Saat ini seluruh file yang terdapat pada server lama IDXC telah dipindahkan ke server lokal di Indonesia dan alamat domain name IDXC (www.idxc.org) pun sudah makin luas dikenal. Dengan pertimbangan di atas, maka server lama Situs Web IDXC pengurus tutup. Meskipun situs Web klub kita ini tidak lagi menggunakan jasa layanan GeoCities, namun alamat URL lama tersebut masih dapat diakses, dan pengunjung yang mengetikkan alamat URL lama itu akan secara otomatis di-redirect-kan (diarahkan) ke alamat domain name IDXC. (AIG)
Email Gratis Situs Web IDXC ( nama-anda@idxc.org )
Anda belum memiliki alamat email ? atau mungkin ingin memiliki alamat email dengan nama depan Anda ? Silakan Anda gunakan layanan email gratis (free email service) yang disediakan Situs Web IDXC.
Bagi Anda yang telah memiliki alamat email, baik itu layanan email dari Yahoo!, HotMail, Lycos, maupun email providers lokal, mungkin terkadang Anda dibuat kesal pada saat membuat email tersebut, karena user ID yang Anda inginkan sudah dimiliki orang lain. Sebagai akibatnya, Anda harus menambahkan tahun atau angka tertentu untuk dapat memiliki alamat email tersebut. Hal itu tak akan Anda temui pada layanan email gratis Situs Web IDXC.
Layanan free email ini memang layanan yang baru kami buka untuk para pengunjung IDXC Website. Kapasitas maksimal email gratis yang kami sediakan ini dapat menampung jumlah email hingga 6 MB (MegaByte) !! Apabila Anda tertarik untuk membuat / memiliki alamat email baru, silakan kunjungi alamat URL Email Gratis Situs Web IDXC di http://webmail.idxc.org Layanan ini terbuka untuk anggota dan non-anggota Indonesian DX Club. Selamat mendaftar !! (AIG)
Berita dari Internet
Radio Digital Masa Depan, Makin Ramping dan Murah
Kelak, radio digital semakin nyaman dinikmati para penggunanya. Kenapa ? Karena radio digital di masa depan justru semakin ramping dan semakin murah. Setidaknya hal ini dibuktikan oleh riset yang dilakukan Radioscape dan Texas Instruments. Kedua perusahaan TI itu berhasil merampingkan ukuran radio digital dan memangkas ongkos komponen utamanya sehingga bisa lebih murah.
Seperti diberitakan oleh Situs BBC News Online, pemangkasan ongkos komponen utama cukup tajam. Karena bisa membuat biaya produksi sebuah radio digital jadi di bawah 100 pound. Mereka memperkirakan bisa menyediakan radio digital murah untuk pertama kalinya pada liburan Natal tahun ini.
Layanan radio digital di Inggris sebenarnya telah hadir dari tahun 1995. Namun belum memasyarakat karena harga sebuah radio digital sebagai pesawat penerimanya cukup mahal. Radio digital yang paling murah di pasaran berharga sekitar 199 pound. Radio ini buatan Psion Wavefinder dan hanya bisa bekerja jika terkoneksi dengan sebuah PC.
Sedangkan radio digital untuk mobil dan tuner stereo-nya bisa jauh lebih mahal lagi. Harganya bisa mencapai ratusan hingga ribuan pound. Satu set radio digital rumahan juga cukup repot mengoperasikannya. Karena butuh pemasok energi terpisah dan sukar dipindahkan dari kamar ke kamar. Padahal orang-orang ingin menikmati radio dengan ukuran yang kecil dan mudah untuk dipindah-pindahkan. Misalnya, mereka bisa mendengarkan radio di dapur, di kamar tidur atau di perjalanan.
Tak lama lagi, semua cerita di atas tinggal menjadi sejarah. Karena perusahaan Radioscape, perusahaan Inggris, yang bermitra dengan produsen chip AS, Texas Instruments telah sukses mengecilkan dan memurahkan komponen dasar pembuat radio digital. Bahkan produk ciptaannya mereka ini lebih hemat energi ketimbang radio digital yang telah ada.
Hasil temuan yang menggembirakan itu disambut antusias oleh kalangan pembuat radio. Mereka telah sepakat untuk memakai paket komponen murah itu untuk memproduksi radio digitalnya. Bahkan radio digital masa depan tersebut juga akan dipaket dengan aneka piranti bergerak yang banyak dipakai orang. Bisa dengan ponsel maupun MP3 player yang diminati banyak orang. (Endang K. Saputra / Astaga.com / ABS / AIG)
Dirut TVRI 'Gugat' Status Perjan
Direktur Utama Perusahaan Jawatan (Perjan) Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang baru, Sumita Tobing, PhD. mengatakan, status stasiun televisi itu sebagai perusahaan jawatan (perjan) sekarang ini tidak cukup tepat, karena mengakibatkannya tidak bisa leluasa bergerak dan berkreasi.
"Karena itu, untuk mendukung agar TVRI bisa menyajikan siaran yang bermutu sesuai dengan standar broadcasting yang profesional, bentuk sebagai Perjan harus diubah menjadi persero," katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa. Sebenarnya, katanya, kalau dicermati status sebagai Perjan untuk TVRI tidak tepat sebab produk yang dihasilkan sebenarnya tidak bisa dikategorikan barang atau jasa yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Listrik lebih dibutuhkan masyarakat dibanding siaran televisi, jadi kalau PLN sebagai penyedia jasa tenaga listrik bisa berstatus persero, TVRI semestinya jauh lebih bisa," katanya. Ia mengungkapkan, setiap tahun TVRI mendapat dana APBN tidak sampai Rp 150 miliar dengan jumlah karyawannya sekitar 7.000 orang, dibandingkan stasiun televisi milik swasta yang jumlah karyawannya kurang dari 1.000 orang yang harus mampu menghasilkan minimal Rp 400 miliar per tahun.
Di lain pihak, katanya, iuran televisi tidak jelas karena bukan merupakan pajak dan masyarakat enggan membayarnya dengan alasan tidak menonton TVRI. Sementara itu kontribusi televisi swasta sebesar 12,5 persen dari pendapatan iklan yang merupakan kewajiban televisi swasta kepada TVRI juga tidak dipenuhi oleh televisi swasta sebagaimana semestinya, sehingga praktis TVRI hanya mengandalkan hidup dari APBN yang jauh dari cukup.
Menurut dia, akibat status Perjan ini, sifat atmosfir, kualifikasi dan tuntutan persyaratan SDM untuk siaran televisi broadcasting tidak bisa hidup, apalagi dikembangkan. "Jadi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghidupkan kembali etos kerja yang dituntut oleh sebuah institusi penyiaran televisi sehingga seluruh karyawan TVRI pun harus dikembalikan ke "khittah"-nya, yaitu bekerja sebagai seorang praktisi televisi yang profesional," katanya.
Salah satunya adalah menambah jam siarannya. Mulai Senin (9/7) TVRI siar non-stop selama 19 jam dari pukul 05:00 hingga pukul 24:00 WIB dengan pembaruan program acara yang berisi informasi dan hiburan melalui teknik pengemasan secara menarik dan profesional.
Di samping siaran berita, ada tiga mata acara baru TVRI, yaitu RT / RW pukul 08:00 WIB, Halo Metro Indonesia pukul 08:45 WIB, dan Debat Mahasiswa pukul 14:15 WIB yang diharapkan menjadi sarana menampung aspirasi masyarakat.
Menurut Sumita Tobing, sebagai dikutip Antara perubahan siaran TVRI itu sebagai langkah awal TVRI untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat sesuai dengan hakikat media massa yang wajib meningkatkan kecerdasan masyarakat dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Novi Nuryanti / Satunet.com / ABS / AIG)