Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 11 No 3 Mei-Jun 2001
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
DirgaNet
Opini
Laporan Berita
Cover Depan
Tinjauan Buku
Review Top 50
Redaksi

Volume 11
  DirgaNet
Perkembangan Website IDXC

Telah cukup lama redaksi tidak mengangkat berita seputar perkembangan Situs Web IDXC. Karena itu dalam dirg@net ini, akan diinformasikan kembali perkembangan terakhir mabes-nya IDXC di dunia maya. Saat tulisan ini dibuat, per tanggal 4 Juni 2001, jumlah total kunjungan ke Situs Web IDXC telah menembus angka 20.000 kunjungan!!

Lebih jauh mengenai data-data seputar kunjungan dan pengunjung ke Website IDXC ini akan pengurus bahas pada dirg@net edisi ini. Data yang akan dipaparkan berikut ini merupakan data untuk kunjungan dari awal tahun 2001 -- per 1 Januari 2001 -- hingga pertengahan bulan Mei per tanggal 23 Mei 2001.

Negara Pengunjung
Pengunjung Situs Web IDXC berasal dari 65 negara. Dari Indonesia sendiri, jumlah pengunjungnya mencapai 1.080 pengunjung (27.61%), menempati urutan kedua. Sepuluh negara teratas data pengunjung adalah sbb :

1.Domain name utama ( .com, .net, .gov, .mil, .edu ) - 1.389 pengunjung ( 35.51% )
2.Indonesia ( .id ) - 1.080 pengunjung ( 27.61% )
3.Malaysia ( .my ) - 217 pengunjung ( 5.55% )
4.Australia ( .au ) - 197 pengunjung ( 5.04% )
5.Jepang ( .jp ) - 164 pengunjung ( 4.19% )
6.Arab Saudi ( .sa ) - 150 pengunjung ( 3.83% )
7.Nederland ( .nl ) - 92 pengunjung ( 2.35% )
8.Jerman ( .de ) - 78 pengunjung ( 1.99% )
9.Kanada ( .ca ) - 59 pengunjung ( 1.51% )
10.Singapura ( .sg ) - 57 pengunjung ( 1.46% )

"Negara" yang menduduki urutan pertama sebesar 1.389 pengunjung berasal dari "domain name utama" yang terdiri dari domain name .com, .net, .gov, .mil, dan .edu. Kelima domain name utama tersebut memang tidak mewakili suatu negara tertentu di dunia, namun sebagian besar pemakai domain tersebut penduduk Amerika Serikat. Meskipun tak tertutup kemungkinan ada domain utama yang digunakan oleh negara lain. Seperti halnya domain name-nya IDXC ( www.idxc.org ) menggunakan domain name utama. Yang menarik dari data di atas, ternyata pihak militer (menggunakan domain .mil) ada juga yang mengunjungi dan mengintip isi Website IDXC!!

Pengunjung yang Kembali
Meskipun jumlah pengunjung secara keseluruhan cukup memuaskan, sayang hanya kurang dari 10% yang kembali melakukan kunjungan untuk kedua kalinya ke Situs Web IDXC. Sebagian besar ( 90.72% ), dengan jumlah 6.567 pengunjung, hanya sekali saja melakukan kunjungan. Adapun jumlah pengunjung yang melakukan 2-4 kali kunjungan berjumlah 559 orang ( 7.72% ). Sedangkan jumlah pengunjung yang melakukan 5-9 kali kunjungan sebanyak 91 pengunjung ( 1.26% ). Yang cukup sering kembali berkunjung, 10-24 kali kunjungan, tercatat hanya sebanyak 22 pengunjung ( 0.30% ).

Kecilnya persentase jumlah pengunjung yang kembali melakukan kunjungan tentunya menjadi "PR" bagi pengurus untuk menyediakan informasi yang lebih up to date yang dibutuhkan pengunjung, terutama DXer mancanegara. Untuk itu, kami mengharapkan selalu informasi dari para pembaca, utamanya informasi mengenai stasiun-stasiun radio di Indonesia, karena informasi inilah yang sering dibutuhkan / dicari oleh DXer mancanegara.

Rush Hours Kunjungan
Secara keseluruhan, tidak ada waktu-waktu tertentu di mana jumlah pengunjung per jamnya mencapai angka / jumlah terbanyak (rush hours). Namun demikian, dari persentase jumlah pengunjung dalam waktu 24 jam, rata-rata rush hours kunjungan terjadi pada pukul 10.00 pagi hingga 01.00 malam Waktu Indonesia Barat. Dalam kurun waktu tersebut, jumlah pengunjung berkisar antara 4.71% (pukul 13.00-14.00) dan 6.76% (pukul 22.00-23.00). Di luar waktu rush hours, pukul 01.00 malam hingga 10.00 pagi WIB, jumlah pengunjung relatif kecil, hanya berkisar antara 1.04% (pukul 06.00-07.00) dan 3.27% (pukul 01.00-02.00).

Statistik Pengunjung dan Page Views
Secara keseluruhan, statistik kunjungan menunjukkan peningkatan dari bulan ke bulan selama tahun 2001 ini. Berikut data jumlah pengunjung dan page views bulan Januari hingga April, dan perkiraan untuk bulan Mei.

BulanPengunjungPage views
Januari6401.119
Februari1.0062.468
Maret1.3403.770
April1.8594.958
Mei2.409(*)5.444(*)

(*) : Angka perkiraan dihitung berdasarkan pada jumlah pengunjung dan page views pada 1-23 Mei 2001. Jumlah page views merupakan jumlah tampilan halaman yang diakses seluruh pengunjung. Karena itulah, jumlah page views akan selalu lebih besar daripada jumlah pengunjung. (AIG)

Chatting dengan Staf IDXC
Sebagai sarana bantu kepada para pengunjung Website IDXC, sejak beberapa bulan yang lalu, pengurus telah menyediakan layanan untuk chatting langsung dengan staf IDXC. Layanan ini dapat Anda temukan di halaman depan (front page) Website IDXC pada link "Live Chat with IDXC Staff" atau "Chatting Langsung dengan Staf IDXC". Apabila Anda meng-klik link itu maka Anda dapat secara langsung chatting dengan pengurus, dalam hal ini saya sendiri (AIG).

Tentunya chatting ini hanya dapat berlangsung bila saya sedang online di Internet. Silakan Anda coba hubungi antara jam 12 siang sampai dengan malam. Layanan chatting ini dapat Anda pergunakan kapanpun dan di manapun (dari warnet, rumah, maupun kantor) selama Anda terkoneksi dengan Internet, dan tentunya sedang mengunjungi Website IDXC.

Dalam hal kecepatan, chatting jelas lebih cepat daripada e-mail. Meskipun pengiriman e-mail dilakukan secara elektronis, namun terkadang butuh waktu beberapa jam (bahkan terkadang beberapa hari) hingga tiba di email tujuan. Sedangkan dengan layanan chatting ini, informasi dari Anda dapat pengurus terima saat itu juga. Silakan dicoba!! (AIG)

Website IDXC Terdaftar di Yahoo!
Faktor utama pendorong pesatnya pertumbuhan jumlah pengunjung ke Website IDXC adalah telah terdaftarnya website klub kita ini di Yahoo! Sebagai situs yang paling banyak dikunjungi dan paling dikenal di seluruh dunia, sangat wajar apabila situs-situs Web yang terdaftar di Yahoo! juga akan meroket popularitasnya.

Sangat sulit untuk dapat mendaftarkan suatu situs web di Yahoo! apabila situs tersebut didaftarkan secara gratis. Kecuali kalau pengelolanya mau membayar, maka situs Web-nya akan dengan cepat terdaftar. Ini terjadi karena proses input alamat URL ke database Yahoo! dilakukan secara manual (tidak otomatis masuk database begitu suatu situs didaftarkan secara online). Selain itu, proses seleksinya pun sangat ketat.

Website IDXC sendiri sebenarnya telah berulang kali pengurus coba daftarkan ke Yahoo! sejak Website klub kita ini online di Internet. Tentunya dengan menggunakan fasilitas pendaftaran gratis. Setelah masa penantian yang sangat lama -- perlu waktu lebih dari 2 tahun -- akhirnya alamat URL Website IDXC dapat juga terdaftar ke dalam database Yahoo!

Apabila Anda melakukan pencarian keyword IDXC di Yahoo! ( http://www.yahoo.com/ ) maka akan ditemukan alamat URL Website IDXC terdaftar pada subyek : Regional > Countries > Indonesia > News and Media > Radio > Amateur and Ham Radio dengan alamat URL-nya di http://www.idxc.org (AIG)

Berita dari Internet
Stasiun Radio Bisa Dituntut Jika Putar Lagu MP3
Pemutaran lagu dengan menggunakan teknologi MP3 oleh beberapa stasiun radio, tanpa seizin yang punya HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), membantu usaha pembajakan. Stasiun tersebut bisa dituntut, karena melanggar hak cipta. Praktisi dan pengamat hukum UNPAR Singap Albert Panjaitan SH mengatakan pihaknya menerima laporan adanya beberapa stasiun radio, khususnya di Bandung, yang memanfaatkan teknologi MP3 untuk kepentingan bisnis. Radio ini mengopi lagu ke dalam bentuk MP3 kemudian mengudarakannya.

Menurut Singap, pengopian lagu-lagu ke dalam bentuk file MP3 ini jelas merupakan pelanggaran hak cipta, "Apalagi kalau sampai mengudarakanya." Dengan kata lain, radio turut menyemarakkan dan meramaikan pembajakan. Ia sendiri mengaku sedikit bingung dengan ulah radio yang memutar lagu dalam bentuk MP3. "Mereka tidak tahu atau tidak mengerti ?" tanyanya.

Tetapi yang jelas, perusahaan radio atau perusahaan apapun yang melantunkan lagu dengan menggunakan teknologi MP3 bisa disebut melakukan pelanggaran terhadap hak atas kekayaan intelektual dan bisa terkena tuntutan. Selain itu Singap sendiri mengatakan bahwa penegakan hukum Hak Atas Kekayaan Intelektual ( HAKI ) di bidang musik selama ini masih kontroversial.

Menurutnya, masyarakat masih menilai pengkopian lagu untuk dirinya sendiri sebagai sesuatu yang wajar. Sementara penegakannya masih sangat lemah. Berdasarakan keterangan, Komisi II DPR kini sedang menggodok RUU tentang HAKI, yang salah satunya mengatur penggunaan MP3. (Sumber : Satunet.com - Laporan : Yarais / ABS)

Soundbuzz dan Prambors Tampilkan Musisi Independen Indonesia
Soundbuzz.com dan stasiun Radio Prambors bekerja sama dalam bentuk program radio Prambors Nu Buzz yang siap menampilkan musisi-musisi independen Indonesia. Melanjutkan langkah terdepannya dalam mengeksplorasi bibit baru di arena musik digital Asia, Soundbuzz Pte. Ltd. mengumumkan kerjasama program sindikasi dengan Radio Prambors, salah satu stasiun radio terkemuka di Indonesia.

Dalam kerja sama ini, Soundbuzz menyediakan materi lagu dari musisi independen Indonesia untuk disiarkan melalui Radio Prambors pada frekuensi FM 102.3 MHz. Menurut Sundhashu Sarrowala, C.E.O. / Co-founder Soundbuzz, kerja sama program radio Soundbuzz dan Radio Prambors ini berinisiatif untuk mempromosikan musisi independen selangkah lebih maju, menggunakan media online dan media massa tradisional. Dan yang terpenting adalah dengan respons dari konsumen.

Program tangga lagu berdurasi 1 jam yang disiarkan sepekan sekali ini menampilkan musisi independen yang dapat dipilih oleh para pengguna Soundbuzz sebagai band favorit melalui pemilihan online yang tersedia di http://www.soundbuzz.com/nubuzz/ Penyeleksian kandidat untuk pemilihan ini dilakukan oleh Prambors dan semua musisi independen yang bergabung dengan Soundbuzz.com dapat mempromosikan musik mereka dan menjualnya dalam format digital.

Setiap pekannya musisi yang berhasil tampil mengumpulkan angka tertinggi akan dinominasikan untuk tampil secara langsung pada kegiatan on-ground Prambors Nu Buzz yang diselenggarakan kedua mitra kerja ini. Episode pertama mengudara pada hari Minggu (25/2) pukul 16:00 WIB dengan menampilkan 8 musisi.

Baslir Djamal, General Manager P.T. Radio Prambors, memaparkan bahwa pihaknya sangat gembira dapat bekerja sama dengan Soundbuzz yang selalu inovatif dan eksperimental. "Program ini memberi kesempatan bagi para pendengar kami untuk dapat mengetahui musisi baru di negeri ini dan memilih musisi yang ingin mereka dengar. Melalui situs www.soundbuzz.com/nubuzz, kami dapat memberi kesempatan yang tidak terbatas bagi para musisi dan melalui program radio memungkinkan kami untuk menampilkan musisi-musisi ini kepada media massa".

Sementara menurut Imran Amir, CEO P.T. Radio Prambors, Soundbuzz dan Prambors akan berbagi dari hasil pemasukan sponsor dan iklan dari program radio, juga dari kegiatan on-ground. (Sumber : Satunet.com - Laporan : Ratri Suyani / ABS)

Ulang Sukses Era 70-an, Prambors Tampil Seperti Dulu
Radio Prambors tampil seperti tiga puluh tahun lalu demi mengulang kesuksesan mereka di tahun 70-an. Dengan logo wanita berambut kribo, ide ini berasal dari sampul album kelompok musik Belanda Exception yang menarik perhatian dedengkot Prambors yang dimodifikasi tim ahli stasiun radio itu. "Supaya jangan nyontek penuh, gambarnya dimodifikasi Wimmy sehingga logonya berupa gambar cewek berambut kribo menghadap ke bawah," papar Imran Amir, C.E.O. P.T. Radio Prambors, dalam acara jumpa pers HUT ke-30 Radio Prambors yang jatuh hari Minggu (18/3), di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, setelah Prambors menjadi badan usaha, pihaknya harus memiliki sebuah logo. Maka itu, terpilih si Kribo yang dulu pernah begitu populer dengan nama si 'Jabrik'. Sampai-sampai banyak orang yang meniru dan gambar ini tertempel di banyak kaca mobil dan bus angkutan kala itu. Secara branding, identitas ini berhasil memasyarakat. Logo Si Jabrik juga mengalami evolusi, dengan ukuran yang mengecil, dan ada di dalam huruf 'O' dari tulisan Prambors, hingga sempat tidak beredar.

Di abad 21 ini, si Jabrik muncul lagi, suatu gerakan retro dari radio Prambors yang mencuat seiring dengan semangat jiwa dan karakter anak muda dan stasiun ini yang akan tetap eksis merengkuh dunia melalui kaca mata anak muda Indonesia.

Ditambahkannya, waktu 30 tahun merupakan waktu yang tepat untuk menampilkan logo tersebut. "Kami ingin mengambil spirit yang dulu pernah kita raih," ungkapnya. Tantangan inilah yang ingin dicoba lagi, mengingat kesuksesan Prambors dulu yang identik dengan radionya anak muda dan mengerti anak muda.

Memasuki usia 30, kata Imran, Prambors Rasisonia tetap menjadi radio yang paling mengerti selera anak muda. Komposisi penyiar dengan latar belakang sosial baik, berwawasan internasional, dan anak kuliahan memberi warna yang khas bagi radio Prambors di mata anak muda Jakarta.

Mereka yang menjadi andalan antara lain Warman Nasution, personel TOR yang digandrungi cewek-cewek dan masih kuliah di FEUI yang bersama Angga siaran di program Mangga Moeda. Lalu ada Ari Daging yang punya kelebihan bisa buat orang tertawa dan sekarang sedang kuliah di Periklanan UI yang bisa didengar di program "PUTUSS" (Pukul Tujuh Sampai Sepuluh), juga Vena Anissa yang jago bahasa Cina, dan melanjutkan kuliahnya di FISIP UI, menemani pendengar di "SIAPP" (Siaran Paling Pagi).

Ada lagi Adi Nugroho, sang Abang None Jakarta Favorit 2000, yang masih tercatat sebagai mahasiswa Teknik UI bisa didengar suaranya lewat Indo 8, dan masih banyak lagi. Mereka semua membuat program radio Prambors menjadi unik, tahu, konsisten dengan pilihannya, berani tampil beda, namun tetap di jalur yang terarah.

Dalam rangkaian HUT stasiun radio tersebut digelar berbagai acara, seperti cocktail party di Retro Hotel Crowne Jakarta pada Kamis, makan malam dan pesta disko dengan tema Egypt Party yang akan dihadiri grup-grup musik kondang /rif, Naif, dan a1. Selain itu, diadakan pula reuni Prambors di Bugs Cafe Pondok Indah pada Minggu (18/3) yang merupakan reuni para mantan penyiar radio Prambors, seperti Becky Tumewu, Ferdy Hasan, Warkop Prambors, Sersan Prambors, dan penyiar lainnya.

Tidak ketinggalan pula peluncuran ulang Situs Web www.pramborsfm.com yang sudah muncul sejak 1997. Menurut Vena, penyiar yang mempersiapkan program ini, situs ini awalnya ditujukan untuk mangkal anak muda di luar negeri. "Sekarang, tidak hanya luar negeri, tapi sudah menjadi mangkal anak muda di dalam negeri juga," jelasnya. (Sumber : Satunet.com - Laporan : Ratri Suyani / ABS)

Riau Miliki Stasiun Televisi Lokal, RTV
Provinsi Riau memiliki sebuah stasiun televisi lokal bernama Riau-televisi (RTV) yang secara resmi mulai dipancarkan. Untuk tahap pertama, RTV bisa dipantau dalam radius 100 km dari Pekanbaru. RTV yang dikelola oleh Grup Riau Pos ini, rencananya bisa menjangkau radius 300 kilometer dari ibukota Riau tersebut.

Gubernur Riau Saleh Djasit menyatakan, sebagai pusat ekonomi dan budaya Melayu pada 2020 mendatang, stasiun televisi lokal memang sangat dibutuhkan sebagai sarana komunikasi dan informasi yang bisa diandalkan. "Dengan kehadiran RTV, kami merasa sarana komunikasi dan informasi itu hampir tidak menemui masalah lagi," ujar Saleh Djasit seperti dikutip harian Kompas, Selasa.

Menurut Direktur RTV, Mafirion, RTV sengaja dipancarkan tepat pada 20 Mei, karena bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Dia menjelaskan, seluruh acara RTV akan dirancang dalam kemasan Melayu. Selain hiburan, RTV juga akan menyiarkan siaran berita pada pagi dan malam hari.

Begitu juga dengan penayangan berbagai diskusi, di antaranya mengenai visi Riau 2020 yang bisa bertopik ekonomi, politik dan kesenian, serta acara khusus untuk wanita. Salah satu dari belasan usaha milik Riau Pos Grup yang berada di bawah Jawa Pos Grup ini, memiliki investasi RTV berkisar Rp 15 miliar untuk 5 tahun. (Satunet.com - Laporan : Asep Salahudin Samboja / ABS)

 
Dirgantara Online - Vol 11 No 3 Mei-Jun 2001
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space