Dunia Radio
Kreator Imajinatif
Radio merupakan salah satu produk budaya dalam bidang teknologi komunikasi yang memiliki karakteristik tersendiri. Selain biaya operasionalisasi yang relatif murah, jangkauan khalayak yang luas, juga sebagai pembentuk imajinasi yang baik (imagination creator). Untuk mendengarkan radio, kita tidak dibatasi oleh jarak, waktu, tempat, mood, dan emosi tertentu atau memerlukan setting khusus untuknya. Jadi sangat mudah, sederhana, dan easy listening. Kapan, di mana, dan dalam suasana atau situasi apapun kita dapat menikmati siaran radio dengan baik.
Penggunaan kata-kata (diksi), efek suara (sound effects), maupun musik sangat mendukung terhadap pemahaman makna-makna imajinatif yang terkandung dan dikomunikasikan kepada para pendengar. Aplikasi riil tersebut dapat dengan mudah kita temukan apabila kita sedang mendengarkan suatu siaran drama melalui radio.
Hadley Cantril dalam tulisannya tentang The Invasion of Mars menceritakan bahwa pada malam tanggal 30 Oktober 1938, ribuan orang Amerika panik setelah mendengarkan siaran sandiwara Orson-Welles pada salah satu pemancar radio yang begitu hidup (Schramm, 1977:579). Sandiwara radio tersebut berhasil membentuk imajinasi para pendengarnya dengan baik, sehingga banyak orang mengira sandiwara radio tersebut merupakan laporan pandangan mata langsung dari lokasi kejadian. Peristiwa di atas jelas membuktikan bahwa eksistensi media radio dalam membentuk sungguh nyata. Dukungan audio power sangatlah besar, sehingga proses imajinatif sangat diperlukan dalam menerjemahkan segala bentuk pesan yang dikomunikasikan kepada para pendengar.
Berbeda dengan televisi yang tidak pernah melakukan fiksi ilmiah dengan baik sebab tidak dapat menghasilkan nilai-nilai produksi yang diinginkan, padahal dengan radio kita sungguh memiliki teater sebesar alam semesta di dalam perasaan tersebut. Jika Anda belum pernah mengalaminya, maka cobalah mendengarkan siaran radio dengan serius. Kreasi audio yang Anda dengarkan dapat dikembangkan dengan pembentukan imajinasi kreatif Anda. Tentu saja pemaknaan imajinasi tersebut akan sangat indah dan milik Anda seutuhnya. Tidak akan ada seorangpun yang akan mengetahui apa dan bagaimana hasil imajinasi kreatif Anda, atau bahkan dijiplak oleh orang lain.
Dari uraian singkat di atas, kita dapat mengetahui kedahsyatan media yang tergolong 'usang' ini. Menurut penulis, eksistensi media radio tidak akan pernah surut dibanding dengan beberapa media kontemporer lainnya; malah akan semakin berkembang di masa-masa mendatang. Oleh sebab itu, penulis menantang seluruh pembaca tulisan singkat ini; beranikah Anda mengembangkan imajinasi kreatif Anda tanpa batas melalui radio ? Dan tentu saja hal tersebut tidak akan sesulit perkiraan Anda jika mampu memakainya dengan baik. Lantas mengapa Anda tidak mencobanya ? (JML)
Yang Antik, Cantik, Unik, dan Menarik
Itulah serangkaian kalimat yang pantas diberikan apabila kita melihat, meraba, menyentuh, menyalakan, dan mendengarkan sederet radio, seperti terpampang dalam cover sampul depan. Radio seperti jenis ini memang amat sangat jarang dijumpai. Kalaupun masih ada hanya merekalah yang mempunyainya. Siapakah dia. Benar, merekalah para kolektor, dan penggemar yang ditanah air jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Itupun tidak semua jenis radio bisa dijumpai ditempat mereka. Karena memang kegemaran yang satu ini tidak lazim dilakukan, selain memamng memerlukan ketekunan juga mereka mengfharuskan faham isi dalam radio, mulai dari jenis tabung serta nomernya, jenis transistor yang dipakai. Dimana asal pabrik pembuatnya serta pada tahun berapa radio tersebut diproduksi.
Radio memang merupakan kekuatan kelima, the fith estate, dengan apa yang dimilikinya. Adalah Donald McNicol dalam bukunya "Radio's Concuest of Space" menyebutkan bahwa terkalahnya ruang angkasa oleh radio dimulai oleh Dane sekitar tahun 1802. Dimulai dengan karya sederhananya, yakni ditemukannya penerimaan message dalam jarak pendek dengan menggunakan kawat beraliran listrik. Kemajuan selanjutnya adalah merupakan kelanjutan dari penemuan James Maxwell (1865), Heinrich Hertz (1884), dan Guglemo Marconi (1896). James Maxwell berhasil menemukan rumus-rumus yang diduga mewujudkan gelombang elektro magnetis, yakni gelombang yang digunakan radio dan televisi.
Dalam teorinya, James mengatakan bahwa gerakan magnetis dapat mengarungi ruang angkasa secara bergelombang dengan kecepatan tertentu yang diperkirakan sama dengan kecepatan cahaya. Sehingga pada akhirnya terciptalah perangkat lampu vakum (vacuum tube) seperti di atas oleh Dr. Lee De Forrst yang mengembangkan penemuan Marconi pada tahun 1906. Penemuan ini terus dikembangkan, hingga pada akhirnya membuat stasiun radio kesperimen. Sebelum pada akhirnya dijuluki "the father of radio". Ia pula yang pertama kali menyiarkan berita radio.
Salah satu pesawat radio tabung adalah Zenith 5-S-29 yang diproduksi pada tahun 1935, dengan mempunyai spesifikasi frekuensi IF 252,50 kHz. Radio ini terdiri dari 3 band, A, B, dan C, dengan mempergunakan 5 buah tabung, model 6A8G, 6K7G, 6G, 6F6G, dan 5J3G. Sedangkan satunya lagi Philco 60, sebuah radio 2 band dengan spesifikasi jangkauan 530 - 1500 kHz dan 1.5 - 4.0 MHz. Jenis-jenis tabung yang dipergunakan adalah 6A7, 42, 75, 78, dan 80.
Di luar negeri para pencari radio kuno banyak sekali. Bahkan ada beberapa klub radio antik yang mengadakan pertemuan setiap minggunya. Mereka menamakan program tersebut "Coming Radio Events". Bahkan di hampir semua negara bagian Amerika mempunyai klub radio antik. Dalam pertemuan tersebut mereka saling berbagi pengalaman. Apabila mengalami kesulitan dalam memperoleh spare parts radio antik yang dimilikinya disitulah bisa mendapatkan pemecahannya. Paling tidak ada alat pengganti yang dapat dipergunakan untuk memperbaiki radio yang rusak.
Sebenarnya era pemakaian pesawat radio di Indonesia sudah ada semasa penjajahan Belanda. Sebelum Jepang mengambil alih pendudukan sudah banyak stasiun pemancar radio Belanda dan milik pribumi yang beroperasi. Yang juga merupakan sejarah awal dimulainya radio siran di Indonesia. Kini semuanya tinggal kenangan. Adalah suatu sikap terpuji apabila dari keluarga Anda ada yang memilikinya, kemudian dibagikan pengalaman dalam buletin ini. Siapa berani memulai ? (HSB)