Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 11 No 2 Mar-Apr 2001
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
DirgaNet
Laporan Berita
Aktif
Dunia Radio
Amateur Radio
Tinjauan Buku
Review Top 50
Redaksi

Volume 11
  Laporan Berita
Rencana Penggabungan Radio Taipei Internasional dengan Suara Asia (Sebuah Kemungkinan dan Sumbang Saran)

Setelah Voice of Free China berganti nama dengan Radio Taipei Internasional 01 Januari 1998. CBS sebagai iinduk Radio Taipei Internasional dan Voice Of Asia merencanakan akan menggabungkan dua stasiun radio tersebut mulai tahun depan. Sehingga akan menambah perjalanan sejarah radio siaran bahasa Indonesia. Sejarah semula berawal dengan ditutupnya Radio Moskwa dan Radio Tirana dalam bahasa indonesia. Dua stasiun radio ditutup dengan alasan runtuhnya komunisme. Ternyata Indonesia merupakan lahan yang sangat empuk dan selalu direbutkan sebagai sasaran. Sebagai bukti kini beberapa stasiun radio dari luar negeri menjalin co produksi dengan berbagai stasiun radio lokal. Dalam rupa relay berita, produksi acara dan bahkan siaran bersama.

Nama dan Program, Frekuensi, Pendengar, Buletin, serta Tenaga Penyiar
Terlepas dari apa nama yang akan dipergunakan nanti tentunya akan banyak mengundang opini dengan pro dan kontra. Paling tidak ada 3 kemungkinan yang akan terjadi setelah realisasi penggabungan tersebut. Walaupn dalam setiap siaran ke dua radio senantiasa menyebutkan CBS dibelakangnya.

Suara Asia sebagai salah satu radio siaran yang mempunyai keunikan tersendiri. Merupakan satu-satunya stasiun radio siaran Indonesia dari luar negeri yang mempergunakan tune pembuka dengan instrumen gamelan Jawa. Radio ini mulai mengudara 1 Januari 1979, selain ditujukan ke wilayah Asia Tenggara dan daratan Tiongkok, juga mempunyai wilayah sasaran terdekat, yaitu Taipei, Chiayi, Tainan, Kaohsiung, Ping Tung, Pengku, dan Hong Kong.

Sedangkan Radio Taipei Internasional, sebelumnya bernama Voice of Free China dan didirikan pada 15 Januari 1959. Perubahan nama memang tidak banyak mengalami merubahan programa. Dalam penggabungan nanti nama apa yang akan dipakai inilah yang perlu disosialisasikan. Memang dalam setiap siarannya kedua stasiun ini selalu menyebutkan RTI-CBS dan Suara Asia-CBS. CBS sendiri kependekan dari The Central Broadcasting System, sebuah stasiun radio nasional dari Republik Tiongkok. Merupakan gabungan antara Departemen Penyiaran Internasional dari Broadcasting Corporation of China dengan Central Broadcasting System dari Kementerian Pertahanan pada tanggal 17 Januari 1997.

Maria Sukamto, Kepala seksi Indonesia RTI dalam siarannya mengatakan bahwa penggabungan tersebut dimulai dengan penggabungan programa yang berbeda. Sehingga jam siarannya mempunyai durasi 2 jam. Hanya masalahnya tidak semudah yang diduga. Karena masing-masing acara mempunyai spesifikasi yang berbeda, sesuai dengan pola manajemen selama ini. Walaupun ada beberapa marta acara yang mempunyai judul yang sama seperti Dunia Kesehatan/Ruang kesehatan; ROC Dewasa Ini/Taiwan hari Ini; Topik Pekan Ini/Berita sepekan. Memang ada langkah yang telah dirintis saat ini yakni Mandarin Praktis yang selama ini disiarkan sendiri oleh Maria Sukamto, kini ditangani oleh Andri dengan nama Pelajaran Bahasa Mandarin yang mempunyai buku panduan sama dengan Suara Asia. Belum lagi masalah warta berita, kerna selain beritanya yang berbeda (sesusi dengan misi masing-masing radio), juga menyangkut programa yang lain. Itu yang pertama.

Yang kedua adalah penggunaan frekuensi. Dalam jam siaran memang tidak begitu bermasalah karena dari ke empat kali siaran RTI dan dua kali Suara Asia ada persamaan jam siaran yaitu pada jam 19.00 - 20.00 WIB. Lalu frekuensi mana yang akan dipergunakan. Apakah dari ke dua stasiun radio tersebut dipergunakan ataukah akan mempergunakan frekuensi yang baru. Masalah baru akan timbul apabila pada frekuensi tersebut dipergunakan dua jam siaran secara berturut-turut.

Dalam perminrtaannya melalui e-mail Salah satu kendalanya adalah pemakaian frekuensi baru. frekuensi yang diminta untuk memantau adalah frekuensi 15.790 kHz, yang kemungkinan besar nantinya akan dipergunakan. Berdasarkan scanning yang dilakukan dalam tiga jam siaran, 08.00-09.00 UTC, 10.00-11.00 UTC dan 11.00-12.00 UTC frekuensi tersebut memang tidak ada yang memakai. frekuensi terdekat yang dipakai adalah 15.770 kHz (11.30-12.30 UTC) dipergunakan oleh All India Radio (Aligarh yang ditujukan pada kawasan Asia Timur, WRTH 2001).

Sebelum hasil World Administrative Radio Conference 1992 diberlakukan penggunaan frekuensi di atas 15.600 kHz tidak biasa. Namun sesuai dengan perkembangan zaman pemakaian frekuensi 15.600 - 15.800 kHz diperbolehkan. Masalah adalah tidak semua pesawat radio mencantumkan frekuensi tersebut (kecuali radio digital). Sehingga apabila frekuensi tersebut nantinya akan dipergunakan, tentunya tidak semua pesawat radio dapat menangkapnya. Tentunya ini akan menyebabkan kesulitan bagi pendengar radio yang tidak mempunyai pesawat yang cukup bagus. Seputar frekuensi tersebut beberapa stasiun radio yang mempergunakan adalah : Radio France Internasional (15.605 kHz) dan Radio Australia 16.000 kHz.

Ketiga adalah pendengar. Suara Asia dengan sebagian besar pendengarnya adalah tenaga kerja Indonesia yang bermukim di wilayah Taipei, Hong Kong, dan Malaysia. Dalam programa yang disebut dengan Kontak Pendengar maupun Pilihan Anda merupakan salah satu daya tarik tersendiri. Karena acara ini merupakan tali silaturahmi antar pendengar yang menjadi tenaga kerja di luar Indonesia juga menjadi penghubung dengan keluarganya tentang keadaan dirinya diperantauan.

Pendengar melalui program yang biasa disebut dengan phone in, menelpon langsung ke studio kemudian direkam. Untuk kemudian acara ini disiarkan pada hari-hari tertentu. Acara ini paling banyak digemari. Sekaligus merupakan pelepas rasa rindu dengan keluarganya di tanah air. Sebenarnya acara ini tergolong baru khusunya untuk siaran radio luar negeri. Ternyata inilah yang paling banyak digemari. Dapat dibayangkan berapa biaya yang dikeluarkan oleh pendengar yang menetap di luar Taiwan apabila mengadakan hubungan melalui telepon. Tentunya acara ini sangat dihargaai karena kesediaannya mengeluarkan biaya.

Demikian juga nantinya buletin yang oleh masing-masing radio diterbitkan tentunya juga akan digabung dan menjadi semakin tebal. Memang dalam nomer komputer ID untuk pendengar Suara Asia dan Radio Taipei Internasional adalah sama. Ini tentunya tidak akan begitu merepotkan programer maupun bagian administrasi. Pendengar Suara Asia memang sangat banyak dan juga mempunyai kegemaran untuk mengadakan korespondensi. Faktor ini tentunya tidak akan dikesampingkan bagi pengelola buletin. Hanya kemungkinan dengan adanya penggabungan tersebut akan terjadi pembengkakan biaya baik untuk pengiriman maupun juga untuk biaya produksi.

Penggabungan tentunya juga akan berdampak terhadap para penyiar Sementara ini diperlukan adanya kesamaan persepsi antara penyiar Radio Taipei Internasional dan Suara Asia. Karena sebagian besar berasal dari Indonesia, tentunya akan mudah penyesuaiannya. Hanya saja dengan semakin banyaknya tenaga muda dan tenaga di Radio taipei Internasional lebih banyak justru akan meningkatkan kinerja stasiun radio tersebut. Programa acara yang baru dengan sasaran tertentu baik itu berupa feature, majalah udara, serial dokumenter tentunya akan semakin banyak diproduksi sehingga semakin bertambah jumlah pendengarnya.

Beberapa mata acara yang dikelola oleh penyiar apabila ada kesamaannya tentu saja akan digabungkan menjadi satu paket. Bisa saja nantinya masing-masing ppenyiara yang tadinya dipercayakan mengelola, secara bergantian akan mengudara. Ataupun diproduksi secara bersamaan. Idenya bisa bergantian munculnya.

Satu hal lagi adalah ini suatu langkah yang maju. Karena CBS berani menyatukan dua radio yang mempunyai visi dan pengelolaan yang berbeda dengan masa siar yang tidak dikurangi. Sekaligus menunjukkan bahwa ada demokrasi yang dilestarikan di CBS. Biasanya penggabungan dilakukan dengan durasi yang tidak sama, Justru disinilah CBS diperlukan sebagai bapak yang menghargai pendapat yang timbul dari anak-anaknya untuk berkembang. Penggabungan semoga saja tidak sekedar slogan yang dilakukan, melainkan jjuga menghargai personal yang ada didalam, penyiar dengan latar belakang yang berbeda. Juga memperhatikan yang berada di luar, yakni pendengarnya. Pendengar apabila nanti dalam bersuara diperhatikan tak akan menjadi semakin berkurang, justru sebaliknya nantinya akan semakin membengkak. Terlebih lagi apabila dilakukan kerjasama yang baik dengan klub-klub pendengar yang ada di Indonesia.

Demikian juga nantinya CBS akan menunjuk para monitor baik teknik maupun program, yang secara periodik akan memberikan masukan-masukan bagi pengeolanya baik dari segi manajemen penyiaran maupun program siaran dan bagian teknik frekuensi. Dalam kesempatan yang terpisah akan di tulis manfaat apa yang pasti dilakukan oleh suatu lembaga penyiaran yang baru (dalam arti manajemen pengelolaannya).

Sumbangan pemikiran saya sebagai realisasi akan digabungkannya dua stasiun radio dari kawasan Taiwan. Semoga saja tidak mengesampingkan pendengar-pendengar yang lama. Justru sebaiknya akan menambah semaraknya siaran bahasa Indonesia dari manca negara. Apalagi jika nantinya dapat melakukan co produksi dengan stasiun yang ada di tanah air. Senyampang kini di Indonesia sangat terbuka. Beberapa stasiun radio lokal kini sudah menyiarkan lagu-lagu Mandarin secara bebas. Selama masa Orde Baru lagu-lagu tersebut tidak diperbolehkan diputar kini mulai mengudara. Semestinya CBS juga berani melakukan co produksi dengan stasiun radio lokal. Apakah CBS berani memanfaatkan kesempatan ini. Kita tunggu saja relasisasinya. Dalam wujud apa ? Tentunya dapat diutarakan nanti. Wassalam. (HSB)

 
Dirgantara Online - Vol 11 No 2 Mar-Apr 2001
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space