Sapa Redaksi
Meski Terlambat, namun...
Salah satu ciri suatu media cetak adalah cepat dan akurat dalam penerbitan dan mampu mengakselerasi informasi sesuai dengan situasi dan kondisi. Apabila beberapa kali Dirgantara mengalami keterlambatan dalam penerbitan, memang diakui. Sekaligus menunjukkan bahwa kita semua memang punya kepedulian akan media ini. Sebagai seorang prajurit, seperti halnya kuli disket dimana saja dan kapan saja tugas diberikan harus selalu siap. Ayunan langkah memang pada awal mulanya terasa berat, namun suara hati berbisik lembut disertai kepercayaan diri dan keberanian mengambil suatu tindakan. Dengan harapan lebih layak, nyaman dan aman di masa depan. Yang namanya tugas selalu tegas untuk dilaksanakan.
Dari jauh (meski masih dalam wilayah Indonesia) sapaan ini tetap menjumpai anda. Rasanya tetap saja dekat. Jarak bukan lagi rintangan dengan kemajuan teknologi komunikasi yang tersedia saat ini. Tak ada jarak yang tak terjangkau. Memang ada sesuatu yang terasa senyap, saat untuk kali yang kesekian kaki menginjak bumi baru ini. Masih dalam nuansa Nusantara tercinta. Kebersamaan antar redaktur tetap berlanjut. Sehingga dapat mengetahui dengan pasti semua naskah yang masuk, kapan harus disetting dan kapan harus dinaikkan ke percetakan, kapan harus didistribusikan kesegenap pelanggan yang tersebar tidak saja di Indonesia, juga para kolega yang menanti di manca negara.
Kassa Dirgantara, apakah menyurut atau menggelembung, itulah salah satu kerja kami juga. Penggelembungan Kassa terjadi apabila susu yang tersedia terus diberikan. Apabila tubuh dirasakan kurus sebagai akibat kurangnya gizi yang disediakan. Dirgantara adalah anak kita semua. Sebagai orang tua tentunya mempunyai kewajiban untuk mengasah, asuh dan asih. Sekali lagi keterlambatan hendaklah selalu dimahfumi. Harapan kita semua tentunya tidak lagi menjadi budaya. Apalagi sejak semula kita berangkat dari "nawaitu" yang baik. Tanpa ada hal-hal yang tendensius, semuanya berjalan dalam batas kewajaran sebagai rasa cinta terhadap kegemaran.
Usia organisasi ini telah menapaki tahun ke sebelas, sementara tahun ke tiga secara online. Suatu langkah yang semakin kokoh dan mengakar pada bumi. Kerja kami tanpa imbalan terkecuali dengan kepuasan batin. Pun apabila keterlambatan masih dianggap sebagai sejumlah ketidak seriusan kami semua dalam menerapkan manajemen. Tak ada kata lain kecuali permintaan maaf dengan setulus hati. Sebelum pada akhirnya nanti kami akan mengubahnya.
Ada hal yang ditunggu-tunggu oleh sementara pembaca dan peserta sayembara kerjasama antara Suara Amerika dan Indonesian DX Club, yakni siapakah yang menjadi pemenang. Sayembara ini di masa yang akan datang akan terus berkelanjutan. Tentunya bukan hanya Suara Amerika saja yang menjadi mitra kita. Namun semua stasiun radio, baik yang mempunyai siaran dalam bahasa Indonesia maupun bukan. Hasilnya dapat diikuti dalam edisi ini. Juga yang bertanya-tanya apakah yang tersedia di Bursa Dirgantara. Apapun juga serta seberapapun juga peran Anda di Bursa Dirgantara dan terbaca di Kassa Dirgantara nantinya menjadikan klub ini tumbuh dan berkembang. (DBR)