DirgaNet
Sub-sub Domain Situs Web IDXC
Sebagaimana telah Anda ketahui, situs Web IDXC telah memiliki domain name-nya sendiri, dengan alamat URL di http://www.idxc.org menggunakan layanan domain name gratis dari NameZero. Meskipun domain name itu hanya alamat "redirect" -- dalam pengertian bukan tempat hosting situs Web IDXC yang sebenarnya, karena sampai saat ini tempat hosting situs Web klub kita ini masih di GeoCities, dengan alamat URL yang masih sama di : http://www.geocities.com/Eureka/Enterprises/4311
Sebagai penyedia layanan domain name gratis, NameZero menyediakan juga layanan sub-domain name. Sesuai dengan namanya, sub-domain name merupakan "alamat bawahan" dari suatu domain name. Misalnya, di IDXC Website terdapat suatu bagian yang berisikan arsip-arsip Dirgantara Online. Dengan adanya layanan sub-domain name, maka bagian situs Web IDXC yang berisi arsip-arsip Dirgantara Online itu dapat diakses melalui alamat sub-domain name-nya sendiri, di : http://dirgantara.idxc.org
Hingga saat ini, pengurus telah mendaftarkan beberapa bagian dari situs Web IDXC pada fasilitas sub-domain name tersebut. Tersedianya layanan sub-domain name ini akan mempermudah pengunjung yang ingin langsung berkunjung ke suatu halaman tertentu pada situs Web IDXC, tanpa harus melewati halaman depan (front page) IDXC Website. Alamat-alamat URL sub-sub domain name IDXC Website yang telah dapat Anda akses hingga saat ini adalah sebagai berikut :
1.Susunan ranking IDXC Top 50 (versi bahasa Inggris)
http://top50.idxc.org
2.Daftar lengkap anggota IDXC (versi bahasa Inggris)
http://member.idxc.org
3.Informasi mengenai radio amatir di Indonesia (Inggris)
http://amateurradio.idxc.org
4.Daftar call-sign radio amatir seluruh dunia (bhs.Inggris)
http://callsign.idxc.org
5.Informasi mengenai radio CB di Indonesia (bhs.Inggris)
http://cbradio.idxc.org
6.Tampilan award-award yang diperoleh IDXC Website
http://award.idxc.org
7.Tampilan gambar-gambar QSL khusus (bhs.Inggris)
http://qsl.idxc.org
8.Indeks lengkap Dirgantara Online (volume I-XI)
http://dirgantara.idxc.org
9.Daftar peraturan / UU mengenai keradioan di Indonesia
http://regulation.idxc.org
10.Daftar link situs stasiun radio dalam dan luar negeri
http://link.idxc.org
11.Daftar kode negara anggota ITU (bahasa Inggris)
http://itu.idxc.org
12.Daftar alamat stasiun radio lokal (AM/FM) di Indonesia
http://indolocal.idxc.org
13.Layanan penerjemahan Inggris-Indonesia-Inggris
http://translation.idxc.org
14.Pernyataan hak cipta atas isi situs Web IDXC
http://copyright.idxc.org
15.Arsip Mailing List Berita DX IDXC (IBSI Mailing List)
http://ibsi.idxc.org
Dapat kami informasikan, saat naskah DirgaNet ini dipersiapkan per tanggal 16 Januari 2000, jumlah kunjungan ke Website klub kita ini telah mencapai lebih dari 14500 kunjungan !! Bagi Anda yang memiliki saran maupun kritik untuk pengembangan situs Web klub kita ini, silakan Anda berkirim surat ke : Pengurus IDXC Homepage, PO Box 2380 JKP Jakarta Pusat 10023, atau bisa juga langsung melalui e-mail ke alamat : akbarig@centrin.net.id. Kami nantikan selalu masukan dari Anda !! (AIG)
Sayembara Kunjungan ke Situs Web IDXC
Untuk lebih memperkenalkan keberadaan situs web IDXC, maka kami mengundang Anda untuk berkunjung ke "markas"-nya IDXC di dunia maya tersebut. Bagi Anda yang pernah berkunjung ke Website IDXC, tentunya sudah cukup mengenal isi dan informasi yang telah pengurus sediakan bagi pengunjung. Namun demikian, kami yakin masih banyak di antara rekan-rekan pembaca yang belum pernah melihat isi Website IDXC. Oleh karena itu, di tahun 2001 ini pengurus akan mengadakan "Sayembara Kunjungan ke Situs Web IDXC".
Sesuai dengan namanya, sayembara ini hanya mensyaratkan satu hal, yaitu berkunjung ke Website IDXC. Sayembara ini terbuka bagi anggota maupun non anggota IDXC, pendengar gelombang pendek maupun amatir radio. Untuk mencatat siapa-siapa saja pengunjung yang berpartisipasi mengikuti sayembara ini, maka pengurus harap pada saat Anda berkunjung, mohon diisi buku tamunya. Harap diisi selengkap mungkin form isian yang tersedia. Bagi Anda yang merupakan anggota IDXC agar disertakan pula nomor keanggotaan Anda.
Selain itu, pada kolom "message" (pesan), harap diinformasikan mengenai keikutsertaan Anda dalam sayembara ini. Meskipun ini bukan persyaratan mutlak. Persyaratan yang utama hanya datang berkunjung dan mengisi buku tamu. Itu saja. Mudah kan ? Di akhir tahun 2001 ini, para pengunjung yang terdaftar akan diundi untuk memperoleh hadiah menarik.
Jangan lupa untuk menulis secara lengkap nama dan alamat surat Anda, untuk memudahkan kami menghubungi apabila Anda terpilih sebagai salah seorang pemenangnya. Kami nantikan partisipasi Anda dalam sayembara ini. Bagi Anda yang relatif sulit untuk memperoleh akses ke Internet, jangan khawatir, Anda masih memiliki waktu setahun penuh untuk dapat ikut serta berpartisipasi. Kami nantikan kunjungan-kunjungan Anda !! (AIG)
I-Radio, Khusus untuk Pencinta Musik Indonesia
P.T. Radio Mustika Abadi (RMA) meluncurkan stasiun radio baru yang dikhususkan untuk pencinta musik Indonesia. I-Radio yang beroperasi di gelombang 89.65 FM ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan musik Indonesia mengingat industri musik lokal tengah berkembang pesat. Menurut Direktur 89.65 FM I-Radio, Meuthia Kasim, belum ada radio yang 100% menyajikan musik-musik negeri sendiri yang berkualitas. "89.65 FM I-Radio hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia pencinta musik Indonesia," jelasnya.
89.65 FM I-Radio merupakan stasiun radio dengan format khusus lagu Indonesia mulai dari era 70-an, 80-an, 90-an, sampai era milenium dengan jenis musik pop, rock, jazz, hip hop, ska, balada, sampai alternatif. "Dengan format musik yang berbeda dengan stasiun radio lainnya, 89.65FM I-Radio siap menjadi media pilihan untuk pencinta musik Indonesia," paparnya lagi. 89.65 FM I-Radio sengaja dirancang dengan bersifat Informatif, Interaktif, dan Intermezzo. "I sendiri merupakan singkatan dari sifat tersebut," jelas Meuthia dalam acara jumpa pers di Hard Rock Cafe Jakarta Rabu.
Informatif berarti siap untuk menyajikan informasi terkini seputar dunia ekonomi, politik, sosial, budaya. Penyajian ini bersifat interaktif bagi para pendengarnya sehingga pendengar bisa berkomunikasi lewat telepon, faks, maupun email. "Sedangkan Intermezzo sendiri artinya tidak hanya bersifat informasi, tetapi juga hiburan yang mencakup berita seputar dunia musik, film, olahraga, fesyen, dan hal-hal lain yang bersifat santai dan menghibur," kata Meuthia.
Dengan ketinggian antena 150 m dari permukaan tanah di atas Gedung Sarinah Thamrin, dan juga dilengkapi peralatan audio dan pemancar yang modern, 89.65 FM I-Radio dapat menjangkau para pendengar di seputar Jabotabek. Target pendengar 89.65 FM I-Radio adalah generasi muda berusia 18-35 tahun, berwawasan luas, kreatif, dinamis, berjiwa muda, aktif, trendi, inovatif, dan tentunya mencintai musik Indonesia. Image ini pun diwakili oleh para penyiar 89.65 FM I-Radio yang sesuai dengan karakter pendengar yang menyapa pendengar dengan kata "I-Listeners".
89.65 FM I-Radio merupakan salah satu jaringan radio dari kelompok usaha P.T. Mugi Usaha Rekso Abadi (RMA), yang sudah berpengalaman mengelola radio seperti Hard Rock FM Jakarta dan Bali, MTV On Sky. Acara pra-peluncuran 89.65 FM I-Radio dilangsungkan pada Rabu malam bertempat di Hard Rock Cafe, menampilkan konser Harvey Malaiholo bersama Rita Effendy, Shelomita, dan Erwin Gutawa Band. Direncanakan, peluncuran atau grand launch sendiri akan dilaksanakan awal tahun 2001 mendatang. (Satunet.com - Laporan : Ratri Suyani/cpm/abs/hsb)
RRI Siap Siaran ke Seluruh Dunia dalam Berbagai Bahasa
Radio Republik Indonesia (RRI) siapkan dana Rp 600 juta untuk siaran khusus informasi tentang Indonesia ke seluruh dunia dalam berbagai bahasa. Lewat acara 'Voice of Indonesia' yang ditayangkan selama 24 jam awal tahun 2001, bersama P.T. WorldSpace Indonesia (WI) dan Grup Masima, RRI ingin memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Menurut Hendro Martono, Kasubdit Pemberitaan RRI, selama ini dunia masih mengganggap buruk tentang Indonesia.
"Lewat WorldSpace, siaran-siaran kami bisa ditangkap di luar negeri, pada khususnya di Eropa dan Jepang," ujarnya. Selama ini, informasi tentang Indonesia harus lebih gencar dibanding sebelumnya agar tidak terjadi salah tangkap tentang Indonesia. Karena itulah, kami mendukung adanya siaran audio digital lewat WorldSpace untuk lebih mengangkat nama Indonesia," jelasnya. RRI akan menyiarkan berita khusus tentang Indonesia di acara 'Voice of Indonesia' di waktu pagi, sore dan dini hari.
Untuk pagi hari, informasi dimulai pukul 07.30-11.00 WIB, dan disiarkan dalam bahasa Spanyol, Indonesia, Arab, dan Inggris, masing-masing selama setengah jam. Di sore hari, RRI menyiarkan berita tentang Indonesia dalam bahasa Inggris, Mandarin, Melayu, Jepang, Thailand dan Indonesia pukul 15.00-20.00 WIB. Sedangkan pada dini hari, yaitu pukul 00.30-04.00 WIB, siaran RRI akan mengudara dalam bahasa Spanyol, Perancis, Jerman dan Inggris. Menurut Hendro, pembagian jam siar ini karena masing-masing negara memiliki waktu yang berbeda dalam mendengarkan siaran.
"Kita tidak mungkin menyiarkan berita dalam bahasa Jepang di pagi hari untuk negara Jepang yang menerima siaran malam hari. Tentunya ini akan mengganggu jam tidur mereka," kata Hendro. Namun, sejauh ini apakah masih akan ada perubahan, Hendro belum bisa memastikan. "Yang jelas, harus disesuaikan dengan kenyamanan waktu," paparnya. Untuk ini, RRI mengeluarkan dana sebesar Rp600 juta yang dianggarkan untuk periode tahun 2001. "Dana ini kemungkinan masih akan berkembang," lanjutnya. (Sumber : Satunet.com - Laporan : Ratri Suyani/ari/abs/hsb)
Metro TV Siap Ubah Pola Tontonan Masyarakat
Stasiun televisi 24 jam Metro TV akan mengubah pola tontonan masyarakat Indonesia dengan menyajikan 70% siaran berita, dan 30% lainnya berisi infotaintment dan kuis yang bernuansa berita. "Berita yang disajikan juga diupayakan untuk memenuhi kebutuhan segmen kelas menengah dan atas sebagai pangsa pasar Metro TV," ujar Pemimpin Redaksi Metro TV Andy F. Noya, Sabtu. Berita kriminal yang ditayangkan pun akan dibatasi pada berita white collar crime (kejahatan kerah putih), seperti kasus pengucuran BLBI, Bank Bali, kredit macet, bukan copet yang dibunuh massa.
Tayangan perdana Metro TV dapat disaksikan lewat layar videotron di Bundaran HI, depan Plaza Indonesia, dengan tayangan live bertema kurs rupiah. Selama enam bulan pertama siaran hanya bisa diterima di daerah Jabotabek. Sementara di luar daerah tersebut hanya pelanggan Indovision dan pengguna satelit saja yang mampu menangkap siarannya. "Dalam waktu dekat kita akan mengembangkan jangkauan siar Metro TV ke Makassar, Medan, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Bandung," ujar Andy.
Diakuinya, saat ini banyak kalangan yang pesimis dengan keberanian Metro TV tidak menayangkan sinetron dan film yang menjadi kegemaran sebagian besar pemirsa televisi di Indonesia. Dengan berpegang pada kebutuhan akan berita yang semakin tinggi, ditambah kondisi politik ekonomi dalam negeri yang masih memanas, maka kehadiran stasiun TV berita merupakan jawaban. Metro TV juga berharap bisa menyajikan berita yang mampu mempengaruhi para pengambil kebijakan.
Pertimbangan waktu tayang selama 24 jam menurut Andy adalah informasi tentang Indonesia yang juga dibutuhkan oleh masyarakat di belahan dunia lain yang masih aktif justru pada saat Indonesia memasuki waktu tengah malam. Dengan jumlah karyawan sebanyak 350 orang yang masih terpusat di Jakarta, Metro TV masih didukung oleh 10 koresponden yang bertugas Los Angeles, San Diego, Hong Kong, dan Belanda.
Sementara untuk konsumsi berita luar negeri, pihak Metro akan bekerja sama dengan stasiun televisi CNN, APPN, dan Reuters. "Tidak ada prime time dalam TV berita. Yang kami unggulkan tetap pada breaking news-nya. Apalagi kami didukung dengan peralatan-peralatan canggih yang mampu menayangkan breaking news secara live," tambah Andy. (Satunet.com - Laporan : Ratri Suyani/rir/abs/hsb)