Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 11 No 1 Jan-Feb 2001
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
DirgaNet
Laporan Berita
Aktif
Amateur Radio
Profil Stasiun
Review Top 50
Redaksi

Volume 11
  Vol 11 No 1 Jan-Feb 2001Sapa Redaksi
Perlukah Dibentuk Asosiasi ?

Di Indonesia terdapat beberapa klub pendengar radio dengan ciri masing-masing. Ada yang mengkhususkan diri pada satu stasiun, seperti CP RASBI (kini non-aktif), ada juga yang murni dengan menyertakan kegiatan lainnya, seperti korespondensi, filateli, dan lain-lain. Dari berbagai klub pendengar radio yang kini masih aktif untuk berkomunikasi, mereka menerbitkan buletin. Ada yang bulanan, ada juga yang dua bulanan. Ada yang masih berkutat dengan pola lama, ada juga yang telah memasuki dunia maya.

Beberapa buletin yang kini masih terbit antara lain : Buletin Pendengar, Buletin Anda, Mapem Club, dan Dirgantara. Sedangkan yang kini tinggal nama adalah Radio Listeners Club, Masingara Club, Klub Langkara, CP RASBI, dan Pegari. Belum lagi beberapa orang yang membentuk klub. Suatu kewajaran dalam berdemokrasi, kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengutarakan pendapatnya. Gaung reformasi kini merambat, memasuki semua aspek kehidupan. Semua menghendaki adanya perubahan. Hanya ada yang menghendaki secara cepat, ada juga yang menikmatinya dalam irama kelambatan.

Perubahan sendiri sebenarnya selalu terjadi tiap hari. Dalam perjalanannya, klub-klub pendengar juga memerlukan perubahan. Salah satunya adalah menyatukan visi dan misi dengan kehendak akan membentuk asosiasi. Asosiasi sendiri mengandung makna persatuan, perkumpulan. Masalahnya, yang diperlukan itu apakah asosiasi pendengar ataukah asosiasi klub pendengar ? Apabila asosiasi pendengar, apakah perbedaannya dengan klub pendengar yang telah ada ? Apapun namanya, asosiasi, perkumpulan, klub, kelompok, paguyuban, pada dasarnya adalah sama. Merupakan sekumpulan orang yang berkehendak sama untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini mendengarkan radio.

Namun akan lebih jelas lagi apabila asosiasi tersebut merupakan asosiasi klub pendengar, yang merupakan persatuan dari klub-klub pendengar yang telah ada. Dimana di dalamnya ada aturan-aturan tertentu yang merupakan kesepakatan bersama. Tentu saja dengan melepaskan baju dan ciri khas masing-masing klub. Hal yang lain adalah kesetaraan, kebersamaan, dengan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Masing-masing klub pendengar mempunyai hak yang sama dalam bersuara, berpendapat, dan tindakan.

Tak ada lagi klub yang mengaku dirinya paling tua, dirinya paling bagus, atau lebih baik daripada klub-klub yang lain. Tidak juga ada yang mengaku ide berasal dari seseorang. Asosiasi merupakan gaung lama yang terpantul kembali, sekaligus merupakan payung bagi semua klub pendengar untuk tempat berlindung di kala terik matahari memancar, dan kala hujan badai menerpa. Satu hal juga yang harus dicermati, sekaligus merupakan cermin kaca, yakni tak ada lagi unsur pemaksaan dan gerundelan di belakangnya apabila nanti benar-benar terwujud.

Diperlukan juga "ati apengawak segoro", hati seluas samudra, yang rela menerima semua warna air dan sampah tanpa merasa berlebih. Siapapun juga yang nantinya akan menjadi nahkodanya, harus rela berjuang dalam tahap awal. Asosiasi tentunya merupakan kerja bareng, merupakan kerja kelompok yang nantinya akan membuahkan hasil. Ibarat sapu lidi, harus ada suhnya, pengikatnya. Kekurangan yang satu bisa ditutupi oleh yang lain. Asosiasi adalah forum kerjasama klub yang selama ini masih tercerai-berai, berkutat pada kepentingan masing-masing.

Demikian juga ia memerlukan dana penunjang sebagai modal dasar, selain sumber daya manusianya. Juga diperlukan tempat untuk mangkal, dalam kaitan dengan administrasi dan kesekretariatan. Tidak mesti sebuah rumah, bisa hanya sebuah kotak pos atau tromol pos. Waktu terus bergulir, ide sudah lama digagas, dituangkan dalam tulisan, beragam forum, meski baru sebatas kecil-kecilan. Kini perlu tindakan yang nyata. Aksi. Bukan sebatas kata-kata tanpa makna. Ayolah kita mulai moment yang bagus ini dengan niatan luhur, sekaligus membesarkan klub pendengar di Indonesia dalam wadah asosiasi. Sekaligus mengantisipasi globalisasi. (DBR)

 
Dirgantara Online - Vol 11 No 1 Jan-Feb 2001
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space