Laporan dan Berita
WorldSpace Pengembang Radio Digital Portabel Pertama
Pengantar : Tim Liputan Dirgantara sempat menghadiri Pameran Audio-Video Jave 2000 di Balai Sidang Jakarta, bulan Oktober 2000 yang lalu. Berikut dua tulisannya.
WorldSpace yang bermarkas di Washington, D.C., berdiri di tahun 1990. Saat ini memperoleh izin pengaturan satelit-satelit miliknya dari the United States Federal Communication Commission, pemerintah Trinidad Tobago serta Australia. Dua buah satelitnya yang saat ini sudah beroperasi adalah AfriStar (1998) untuk kawasan Afrika dan Timur Tengah, dan AsiaStar (Mei 2000) untuk kawasan Cina, India, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan kepulauan di kawasan ASEAN. Sedangkan AmeriStar yang merupakan satelit ketiga baru akan diluncurkan tahun 2001.
Perusahaan ini memproduksi pesawat radio dengan teknologi canggih dan dirancang untuk menyamai teknologi digital yang dimiliki televisi, mempunyai desain berbentuk portabel, dan bisa menerima siaran langsung dari satelit. WorldSpace sendiri sudah mulai merintis kegiatannya di Indonesia dengan membuka Kantor Perwakilan Operasi.
"Kami memang baru pada tahap pembukaan kantor perwakilan, tapi ini merupakan langkah maju. Indonesia merupakan pangsa pasar yang baik, dengan pertumbuhan ekonomi menakjubkan di Asia Tenggara, sehingga WorldSpace memilih Indonesia," ujar Endy Sabaruddin, seperti dikutip oleh Media Indonesia, 4 Desember 1997, yang waktu itu menjabat sebagai Business Development Director of WorldSpace Indonesia.
Langkah-langkah WorldSpace ini terus ditindak lanjuti dengan melakukan kerjasama dengan beberapa instansi. Salah satunya adalah berperan serta dalam Diskusi Panel "Peran Strategis Radio dalam Membangun Indonesia Baru", yang diselenggarakan Direktorat Radio - Departemen Penerangan Republik Indonesia, di Hotel Borobudur, Jakarta, 16 Maret 1999. Pada kesempatan tersebut, WorldSpace Management Corporation, diwakili oleh Michael Whitener dan Eddy Sabaruddin mengadakan presentasi tentang radio digital satelit (Dirgantara 9 (3) Mei-Juni 1999 hal. 6-7 dan Dirgantara 8 (1) Jan-Feb 1998 hal. 11-12).
Empat perusahaan elektronik besar Jepang yang bekerja sama dengan WorldSpace terdiri dari Hitachi, Matsushita Electric Industrial (Panasonic), Japan Vivtor Company (JVC), dan Sanyo. Dalam memproduksi pesawat radio satelit, masing-masing produsen mempunyai tingkat keunggulan dan kelemahan tersendiri (baca juga Uji Dengar Radio Satelit DSB Sanyo WS-1000).
Namun secara umum, cara kerja siaran radio satelit WorldSpace adalah program siaran dikirimkan melalui satelit bumi ke beberapa satelit milik WorldSpace, antara lain AsiaStar dan AfriStar. Dari kedua satelit ini, sinyal radio dipancarkan kembali ke bumi. Sinyal dari AsiaStar dan AfriStar langsung diterima pesawat radio (Hitachi, JVC, Panasonic, Sanyo), baik di rumah maupun di alam terbuka tanpa melalui stasiun pemancar pengulang.
Beberapa produk yang ditawarkan dilengkapi penerima siaran radio konvensional, seperti FM, AM, maupun SW (Hitachi dan JVC). Namun semua pesawat radio satelit itu dilengkapi dengan data port yang dapat dipergunakan untuk menerima program multimedia (all receivers have a data port for multimedia downloads), yang mampu mengakses Internet dengan menghubungkan pesawat radio ke PC dalam waktu yang tak lama lagi.
Uji Dengar Radio Satelit DSB Sanyo WS-1000
Pengantar : Bersamaan dengan acara meliput pameran di atas, tim redaksi melihat berbagai produk yang ditawarkan, kemudian memutuskan untuk membawanya ke markas untuk kemudian melakukan uji dengar. Dipilihnya radio satelit DSB Sanyo WS-1000 bukan tanpa alasan. Berikut tulisannya.
WorldSpace sebagai penyelenggara siaran radio satelit yang mencakup hampir seluruh kawasan dunia memberikan layanannya secara multilingual. Selain dalam bahasa Inggris, Spanyol, Italia, Perancis, Mandarin, dapat juga didengar dalam bahasa Thai, Tagalog, Tamil, Korea, Swahili, Hindi, Urdu, Gujarat, dan tentu saja, Indonesia. Pesawat radio berbentuk kotak persegi empat tersebut mempunyai spesifikasi sebagai berikut :
Band : WorldSpace bands with 32 memory presets
RF frequency : 1452-1492 MHz
Modulasi : QPSK
Audio coding : MPEG 2.5 layer 3
Terminals :
Inputs : WS ANT for WorldSpace bands. EXT for future use.
Outputs : Headphone 8-32 ohms. Line-out 700mV/10k ohms.
Digital Output Optical : digital optical output. EXT for future use.
Power output : 500 mW.
Loudspeaker : 80 mm (diameter).
Power sources : AC adaptor.
DC adaptor : 3V (2 "D/SUM-1/R20" batteries).
Back-up : DC #V (2 "AA/SUM-3/R6" batteries).
Dimension : 260 (W) x 190 (D) x 85 (H) mm.
Weight : Approx. 1 kg (without antenna)
Antenna : Dimension : 147 (dia) x 45 (H) mm. Cable length 5 m.
Weight : approx. 0.5 kg.
Accessories : AC adaptor. Remote control. Clock and alarm functions.
Stereo output for headphone and hi-fi systems.
Setelah dirakit, dengan bantuan remote control, dicarilah sinyal yang dikehendaki. Terdengarlah kemudian aneka bunyi suara yang kualitasnya setara dengan musik dari compact disk (CD). Jika Anda kurang mantap, tinggallah menambah active speaker. WorldSpace mempergunakan sistem baru, dimana sinyal radio disalurkan melalui dish satelit kecil yang mirip dengan Very Small Aperture Terminal (VSAT). Antena yang menyerupai VSAT ini kemudian mengirim sinyal langsung ke pesawat penerima.
Program WorldSpace sendiri diproduksi di London dan Washington, DC, menggunakan studio yang canggih. Bagi pendengar yang menyukai musik rock modern, dapat didengar melalui BOB. Musik pop kontemporer dapat diikuti melalui Ultra Pop. Anda yang menyukai tarian global (international dance) dapat mengikutinya melalui 24x7. Lagu-lagu country temporer dan tradisional dapat disimak melalui Up-Country.
Sedangkan bapak-bapak yang suka mendengarkan lagu-lagu Beethoven, Mozart, dan lagu-lagu klasik Eropa, tekanlah remote ke Maestro. Potion memperdengarkan Rhythm and Blues (R&B). Lagu-lagu Afrika, Latin, dan Reggae dapat didengar di Ritmo. Program kata untuk anak-anak maupun dewasa dapat disimak melalui Earz maupun Letters.
Melalui Satelit AsiaStar yang terletak di posisi 36.000 kilometer di atas kepulauan Riau, dapat didengar pula musik digital dengan kualitas tinggi, berita dan informasi, sampai layanan pendidikan, berupa siaran berita dari Masima Corporation Radio Group (Prambors 102.3 FM, Female 100.2 FM, Delta 99.5 FM, Bahana Metropolitan 101.95 FM, SP 90.75 FM Jakarta, Radio Republik Indonesia (RRI), BBC, CNN, dan Bloomberg.
Apabila Anda kurang puas, dapat juga mengikuti radio regional terbaik dari Broadcasting Network Thailand (BNT), MTV Asia, Christian Embassy Network Korean, Radio Corp. of Singapore (RCS), Manila Broadcasting Corporation (MBC), maupun Radio Midday (India). Harga pesawat yang ditawarkan oleh WorldSpace tidak terlampau mahal, berkisar antara US$ 200 sampai US$ 500, tergantung dari mana Anda membelinya. Satu hal yang pasti adalah kepuasan Anda apabila Anda mendengar siaran radio satelit melalui pesawat ini. (HSB, DBR, AIG)