Laporan Berita
Laporan Temu Pendengar Djokdja 2000
Liburan Membawa Nikmat
Bagi hanpir semua peserta dan calon peserta Djokdja 2000 liburan sekolah adalah sebuah kesengsaraan. Bagaimana tidak ? Di saat-saat seperti itu, transportasi banyak terpakai. Akibatnya ? Banyak calon peserta yang gigit jari tidak bisa menghadiri Djokdja 2000 karena tak mendapatkan transport. Juga keluhan beberapa peserta yang harus bersusah payah untuk bisa sampai ke lokasi, demi bertemu dengan rekan-rekan lain.
Demikian juga saat pulangnya. Namun kesengsaraan itu tidak berlaku bagi Ibu Sophia Azis Taba. Justru liburan sekolah inilah dia bisa meluangkan waktunya hadir di Djokdja 2000. Bahkan Panitia juga harus mengakui bahwa usulan tanggal 8-9 Juli 2000 memang datang dari Ibu Sophia Azis Taba. Jadi, Liburan Membawa Nikmat kan, Bu ?
Telor Kingkong
Panitia Djokdja 2000 kali ini memanfaatkan komunikasi lewat Internet. Bukannya "nyombong" tapi memang itu tuntutan jaman. Dimana kecepatan mesti diutamakan. Tak heranlah kalau Sekretariat (Jemmy Liwang) selalu sibuk dengan urusan Internet. Sampai-sampai jadi pelanggan tetap salah satu penyedia saran Internet. Saat rekan Jemmy Liwang dan Aries Subagyo capek ber-email ria, tiba-tiba terdengar suara "cekakak-cekikik" mereka. Padahal sudah dini hari. Ada apa gerangan ? Ternyata mereka cari hiburan "chatting". Dasar tukang usil, mereka ngerjain orang lain. "refreshing, coy !" ujar Jemmy. Mo, tahu apa nickname-nya ? telor_kingkong !! Bukan telor sembarang telor.
Virus Danger
Rekan Aries, penjaga gawang < djokdja2000@yahoo.com > dibuat kaget bukan kepalang ketika meneliti email yang masuk. Ada dua buah email yang masuk dengan subject yang sama : DANGER !! Sempat dag dig dug dan ada pertimbangan antara dibuka dan tidak. Kalau dibuka, takutnya virus itu aktif menyebar di mail account-nya Djokdja 2000. Akhirnya, dengan pertimbangan ini dan itu email itu pun dibuka. Ngga tahunya info soal Hotel Dhirgahayu yang di-booking pihak lain. Kirain ada virus baru Jim... Untung nggak keburu di-delete.
Antena Persona Non-grata
Jangan salah, ini bukan nama jenis antena. Dua hari menjelang hari H, rekan rekan Panitia dibuat kalang-kabut. Jemmy Liwang, satpam Sekretariat Djokdja 2000 tidak terpantau sinyalnya. Telephone (0274) 565626 di-blockir. Email untuk rekan-rekan lain pun tak nongol. Barulah Jum'at sore, ada sedikit signal yang tertangkap, meski SINPO 23332. Ternyata, Jemmy harus cabut dari Sekretariat dengan terpaksa. Kalangan politik bilang, di "Persona Non-grata". Kenapa pasal ? Gara-gara pasang antena di atap rumah tanpa ijin empunya kost. Oalah Jim !!
Tak Ada Bed, Kursipun Jadi
Salah satu kendala Panitia Djokdja 2000, sampai tanggal 7 Juli 2000, jumlah peserta yang memastikan hadir baru belasan orang. Kenyataannya, kapasitas Wisma Gadjah Mada yang menurut perkiraan panitia cukup luang tidak mencukupi. Luber !! Gara-garanya, jumlah peserta yang melebihi kapasitas Wisma Gadjah Mada yang hanya 40 bed. Apa boleh buat, panitia harus rela tidur "ngelosoh". Tidak ada rotan, akar pun jadi, tidak ada bed, kursipun jadi. Dengan menjajarkan kursi, rekan Aries, Jemmy, Budhi, Arief cs pun tergeletak dengan nyenyaknya. Ruangan aula mirip kamp pengungsi saja.
DBR Noise
Waktu sudah dini hari, kira-kira pukul 03.00 WIB. Ruangan aula yang beberapa menit sebelumnya masih terdengar obrolan ngalor ngidul antaran Kustiyono, Sugeng Santoso, Arief Broto, Soekirno serta Budhi berubah jadi senyap. Hanya terdengar sedikit berisik oleh suara radio Roberts R-809. Dengan mata yang terkantuk-kantuk, Aries bangun untuk mematikan pesawat yang nampaknya siaran kurang "match".
Frekuensinya yang nggak pas, atau mungkin memang siaran mulanya sudah "close down". Alangkah kagetnya Aries, radio sudah off nyatanya suara berisik masih terdengar. Ngga taunya suara itu terdengar dari sosok tubuh gendut yang tergeletak di sampingnya. Siapa lagi kalau bukan si Budhi yang lagi "latihan pernafasan".
Sopir Tiban
Sama seperti liburan sekolah, adanya Muktamar Muhammadiyah juga menjadi salah satu sebab langkanya transport. Namun bagi Panitia justru sebaliknya, sebuah berkah tersendiri. Gara-gara "bokap"-nya Arief ikutan Mukhtamar, Arief bisa pakai mobil AD 8895 AF sebagai sarana antar jemput. Jadilah si Arief yang mengingatkan kita akan Guruh Soekarnoputra, jadi sopir tiban.
Sensus Kijang
Maksud hati mau ber-adventure. Sebelum terjun ke Djokdja 2000 maunya Arief juga mengenal markas sang Ketua. Maka dibuatlah kencan, harus ketemu jam segini di tempat ini. Komplet-plet !! Tapi apa ? Sampai jam yang ditentukan dan dijanjikan Arief, mobil Kijang metalik AD 8895 AF belom juga nongol. Entah sudah berapa mobil Kijang yang lewat dan jadi perhatian Aries. Ngerasa ngga yakin, baliklah Aries ke rumah. Namun masih ada sedikit toleransi, sebelum cabut ke Djokdja 2000, nyanggong dulu ke tempat di mana tadi sudah dijanjikan. Nggak tahunya si Arief membelokkan diri untuk menunaikan ibadah sholat Jum'at. Untunglah bisa ketemu, kalau tidak ? Bisa amburadullah Djokdja 2000.
Cross Country
Persiapan Djokdja 2000 memang kurang matang. Ini karena kurangnya komunikasi antar panitia karena tempat domisili yang saling berjauhan. Dari Yogya, selepas maghrib meluncurlah AD 8895 AF ke daerah Sleman menyusuri pedesaan. Dengan penuh keyakinan, Aries, Jemmy dan Arief menyusuri perkebunan salak pondoh hanya demi menemui rekannya Agus Sutikno. Tetapi sial, keyakinan itu nampaknya terlalu berlebihan. Karena ternyata Duo Agus (Agus Sutikno dan Agus Wahyudi) sudah cabut duluan ke Kaliurang.