Sapa Redaksi
Dampak Kenaikan Tarif bagi Kita
Mulai 1 September 2000, tarif pos mengalami kenaikan yang sangat besar, untuk kartu pos, kilat khusus, maupun bentuk pos yang lain, sedangkan tarif pos yang mengalami penurunan hanya untuk jasa pos yang selama ini tidak laku. Bagaimana pengaruhnya bagi kelangsungan hobi kita ini ? Jelas memukul kita semua, sebab bagi rekan-rekan yang mengemari pilihan pendengar, yang biasanya kirim 3 kartu, sekarang cukup 1 kartu dan masih nombokin Rp 50. Sedangkan yang suka sayembara jelas tak bisa kirim banyak seperti terdahulu agar kemungkinan menang besar, itu semua dampak yang dirasakan pendengar.
Bagaimana dampaknya bagi stasiun RLN yang selama ini jumlah surat yang diterima semakin karena pengaruh daya beli masayarakat sangat menurun ? Jelas-jelas akan semakin turun drastis jumlah surat yang akan diterima. Perlu disadari buat seluruh RLN khususnya rekanan IDXC yaitu Suara Jerman DW, Radio Taipei Internasional, Radio Korea Internasional, Radio Jepang, Suara Amerika, Radio Australia, Radio Nederland, Radio Veritas Asia, dan Radio Singapura Internasional, yang banyak menyelenggarakan acara agar pendengar ikut aktif berpartisipasi, supaya terus dilanjutkan dan jangan terpengaruh kenaikan tarif pos lalu mata acara tersebut dihapuskan.
Dan kami juga mohon kalau menilai potensi pendengar jangan hanya dengan parameter jumlah surat yang masuk. Sebab seperti yang disebutkan tadi bahwa 90% pendengar adalah tergantung jasa pos belum dapat mengakses lewat Internet walaupun lebih murah. Jadi, sekali lagi, dengan adanya kenaikan tarif ini bukan alasan redaksi mencari kambing hitam untuk berhenti mengelolanya.
Namun tantangan ini akan terus kami wujudkan dalam setiap edisinya dengan berbagai kiat yang akan kita lakukan, kami juga mohon kepada semua pecinta Dirgantara khususnya yang belum atau lalai membayar iuran agar secepatnya membayar sebab redaksi tidak mampu lagi untuk nomboki terus, dan kenaikan harga langganan pun tidak mungkin dihindari jadi bagi semua saja pecinta Dirgantara harap maklum.
Bagi kita semua pecinta Dirgantara dan hobi mendengarkan radio dapat memandang dengan bijaksana kenaikan iuran Dirgantara kali ini, sebab kenaikan tak hanya dilakukan oleh Dirgantara sepihak, akan tetapi redaksi berupaya sekuat tenaga mencar-cari peluang agar mendapatkan donatur, sehingga Dirgantara bisa rajin mengunjungi para pecintanya dan kalau ada kesempatan redaksi mampu membeli inventaris untuk urusan penerbitan Dirgantara. Sekian dulu kabar dari dapur redaksi yang tidak mengenakan bagi semua pecintanya. Mohon maaf. (DBR)