Sapa Redaksi
Gayung Mulai Bersambut
Temu Pendengar Djokdja 2000 (TPD 2000) di Kaliurang pada 8-9 Juli 2000, di mana Indonesian DX Club sebagai penyelenggara telah usai dan berlangsung dengan sukses. Terlepas dari segala kelebihan maupun kekurangan dalam pelaksanaannya. Hasilnya dapat diikuti mulai edisi ini dan edisi yang akan datang. Baik yang bersifat laporan maupun serba-serbi. Untuk menindak lanjuti beberapa hasil TPD 2000, terjadi beberapa perubahan di Redaksi Dirgantara. Untuk lebih jelasnya, silakan membacanya sendiri. Sementara lobi terus dilakukan dengan baik.
Semuanya adalah untuk kebaikan kita bersama, serta untuk meningkatkan kinerja kita. Namun apalah artinya perubahan tanpa didukung oleh Anda semua ? Untuk itu, kami menanti saran, kritik, dan tanggapan Anda sekalian. Juga untuk anggota yang habis iurannya, dimohon dengan sangat agar memenuhi masalah administrasinya. Kalau tidak, dengan
amat sangat terpaksa kami akan menghentikan pengiriman buletin. Tentu saja,
semuanya berdampak pada penerbitan Dirgantara ini, sehingga edisi ini pun mengalami
keterlambatan terbit. Bahkan ada beberapa rubrik yang biasanya muncul,
belum sempat nongol lagi.
Semuanya baru dalam taraf pembenahan. Tentu sudah
selayaknyalah apabila redaksi mengucapkan permintaan maaf kepada semua
kolega. Diharapkan apabila Anda semua membantu dengan mengirim naskah,
dana tepat pada waktunya, Dirgantara juga akan setia mengunjungi Anda di
manapun Anda berada. Beberapa hasil dari TPD 2000 telah terealisasi. Itu
semua berkat "Mr. Bersemoga" Nick Grace, perwakilan dari Cumbre DX, yang
telah kembali ke negeri Paman Sam. Beberapa DXer dari manca negara bersedia
mengirimkan buku "Passport to World Band Radio", yang jumlahnya cukup banyak
untuk Indonesian DX Club.
Agar jangan sampai ketinggalan, silakan mengikutinya dalam
edisi yang akan datang. Redaksi juga kedatangan tamu, yang merupakan kolega
dan juga anggota IDXC, Yuichi Yamada, editor Jembatan DX. Dalam kesempatan
mengunjungi beberapa stasiun radio di Jakarta dan sekitarnya diantar oleh
redaksi. Akankah realisasi terbentuknya Asosiasi Pendengar dalam waktu
dekat ? Semuanya tergantung dari klub pendengar yang ada. Bila memang
dikehendaki, siapapun nanti akan menjadi penyelenggara pertemuan. Sudah
selayaknya memperoleh dukungan. Pendapat Anda ditunggu !! (HSB)
Best Active Club 1999
Di tahun 2000 ini, Indonesian DX Club terpilih sebagai Best Active Club oleh Suara Jerman Deutsche Welle,
dan memperoleh sebuah radio. Terima kasih kami ucapkan kepada Suara Jerman yang telah memberi kepercayaan kepada
Indonesian DX Club sebagai the Best Active Club Tahun 1999. Semoga dapat dipertahankan di tahun yang akan datang. (HSB)