Sapa Redaksi
Ekonomi Baru, Dirgantara Baru
Wacana pada saat ini adalah apa yang disebut Ekonomi Baru,
di mana para pelakunya hidup dan bekerja dengan sarana dan sistem yang
berbasis pada Internet. Sudah sejak 2 tahun silam media kita ini pun
mengepakkan sayap, terbang ke dunia Internet. Kita tidak bisa lagi hanya
berpangku tangan, menunggu data yang kita perlukan, dengan mengandalkan jasa
atau tenaga orang lain, tetapi harus proaktif memanfaatkan kemudahan kemudahan
yang disajikan Internet.
Kalau dahulu, kita harus menunggu datangnya pedoman acara
atau jadwal transmisi stasiun radio luar negeri dari surat surat yang
diantarkan oleh petugas pos, kini tidak lagi. Tanpa melupakan jasa bapak
bapak petugas pos selama ini, sekarang tinggal klik saja situs Web tertentu,
maka data apapun dan kapanpun akan tersaji di depan kita. Memang, belum semua
stasiun radio luar negeri "tidak peduli" pendengarnya lagi. Maka pada edisi
ini, kami sisipkan beberapa jadwal transmisi, di samping kolom DX+.
Ini demi kemudahan dalam editing, selain kami tidak ingin
terlalu kaku dalam format Bursa DX. Perkembangan terakhir, seperti yang bisa
Anda simak di dirg@net edisi ini adalah berhasilnya IDXC bertengger di antara
situs-situs yang punya domain name sendiri. IDXC sudah bisa diakses di alamat
URL : www.idxc.org. Walaupun ada rasa bangga, tetapi tak perlu heran, karena
begitulah kewajaran di dalam mengikuti perubahan di antara fenomena teknologi,
khususnya teknologi informasi.
Tengok saja perangkat keras yang namanya prosesor, saat ini
kecepatannya sudah menembus angka atau satuan GigaHertz (GHz), atau milyaran
cycle per detiknya ! Cepat atau lambat, Dirgantara juga akan berubah mengikuti
perkembangan ekonomi baru. Itu semua sangat tergantung pada kreativitas,
kesiapan, serta kemampuan beradaptasi, dan memberikan dukungan pada generasi,
apakah itu redaksi, khususnya bung Akbar, maupun rekan anggota dan pembaca.
Siapa takut ? (SAS)
Surat dari Ibukota
Ya, memang benar, di Kota Gudeg Yogyakarta, kita akan
bertemu dan bisa saling melepaskan rindu, melepaskan segala tetek bengek
yang selama ini menjadi keseharian kita. Saat yang dinanti nanti dan telah
direncanakan jauh jauh hari akan bisa terlaksana dengan lancar bila terjalin
baik tali silaturahmi semua pesertanya. Karena mempunyai pandangan sama
mengenai hobby keradioan, maka bukanlah suatu kendala untuk bertemu,
walaupun mereka masing masing punya latar belakang beragam dan domisili
berjauhan.
Mari kita bersama menyukseskan acara acara Temu Pendengar
Djokdja (TPD) 2000, karena panitia telah siap dengan berbagai acara yang
menarik, seperti diskusi, games, hunting, dan yang pasti akan banjir souvenir
dari radio-radio luar negeri. Jangan dilupakan juga kemungkinan Anda
beruntung membawa pulang door prize TPD 2000. Tak cuma itu, tatap muka
dengan penyiar yang selama ini akrab di telinga, karena beberapa radio luar
negeri telah memberikan konfirmasi akan mengirim penyiarnya.
Seperti Radio Singapura Internasional, Suara Amerika,
Radio Nederland, Radio Taipei Internasional, NHK Radio Jepang, BBC, dan masih banyak
lagi yang lain, yang masih ditunggu jawabannya. Konfirmasi untuk hadir di
TPD 2000 juga sudah banyak kami terima. Dari Kalimantan (Siz Iskandar, Ade),
Sulawesi (Ny. Sophia Azis Taba), Jakarta (Grup Matraman 30 / Eddy Setiawan
dan Tuty P.H.), belum lagi peserta DX Camp Tawangmangu di tahun kemarin.
Selain itu, simak juga perbincangan tentang TPD 2000 di Surat Anda dan Sapa
Mitra edisi ini.
Untuk memudahkan panitia, dan agar semua peserta bisa
terlayani dengan baik, calon peserta diharapkan mendaftar dan membayar
kontribusi peserta jauh-jauh hari, mengingat keterbatasan tempat dan
akomodasinya. Langsung saja ke alamat sekretariat !! OK, sampai jumpa di
Yogya !! (DBR)