Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 10 No 2 Mar-Apr 2000
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Perforasi
DirgaNet
Aktif
Tokoh Kita
Citizen Band
DXperimen
Laporan Berita
Profil Stasiun
Review Top 50
Redaksi

Volume 10
  Profil Stasiun
35 Tahun Siaran Bahasa Esperanto

Pada akhir tahun yang lalu, China Radio International menyelenggarakan Jamuan Minum Teh bertempat di gedung utama dalam rangka merayakan Ulang Tahun ke-36 Siaran Bahasa Esperanto-nya. Cukup banyak expert dan scholar dari seluruh dunia menghadiri jamuan itu. Pimpinan Asosiasi Esperanto Nasional dan Asosiasi Esperanto Beijing, Konsul lslandia, Ragnar Baldursson beserta istri, dan Esperantis dari Amerika Serikat, Inggris Raya, dan Korea Selatan, juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Zhang Zhenhua, Presiden China Radio International (CRI), menyampaikan pidato pembukaan. Chen Yuan, salah seorang pionir dari Cina dalam pemakaian bahasa Esperanto, dan Konsul Baldursson juga berpidato, di mana mereka memuji siaran Bahasa Esperanto oleh CRI, dan mengharapkan agar bisa dilanjutkan. Di dalam jamuan itu, staf Siaran Bahasa Esperanto memberi gambaran tentang perkembangan siaran Bahasa Esperanto oleh CRI. Siaran itu dimulai pada tanggal 19 Desember 1964. Pada saat itu, siaran hanya dilakukan sekali seminggu, dan hanya ditujukan ke Eropa Timur.

Pada saat ini, sangat kontras, siaran Bahasa Esperanto bisa didengar empat kali sehari (dengan total durasi 100 menit sehari / Red.), dengan acara acara seperti Berita, Topik Hari Ini, Budaya Cina, Ekonomi, Wisata Cina, Kotak Surat, dan Alunan Musik. Pendengar di Asia Timur Laut, Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Latin, dapat menangkap siaran tersebut. CRI unggul dalam siaran bahasa Esperanto, baik dari total jam siarannya, maupun dari jangkauannya, dan punya pendengar di lebih dari 60 negara. Fans bahasa Esperanto mengatakan bahwa acara siaran dari Cina menjadi satu bagian penting dalam hidup mereka.

Asosiasi Esperanto Internasional (IEA) dan organisasi orgarrisasi Esperanto seluruh dunia menyampaikan kawat dan surat ucapan selamat sehubungan dengan ulang tahun ini. Total CRI menerima lebih dari 100 surat dan kawat dari hampir 40 negara. Renato Corsetti, Wakil Presiden IEA menulis dalam suratnya, bahwa kinerja CRI telah memperoleh sambutan baik dari seluruh dunia. Osmo Buller, sekretaris jenderal organisasi tersebut, juga memuji usaha CRI sebagai "Model untuk mempraktekkan bahasa Esperanto di seluruh dunia".

Presiden Asosiasi Esperanto Jepang, Shibayama Junichi, mengirimkan kaset rekaman, di mana ia katakan, "Ketekunan adalah kekuatan. Saya melihat demonstrasi usaha ini melalui usaha keras selama 35 tahun menyiarkan bahasa Esperanto." Di dalam suratnya, seorang pendengar wanita Jepang, Kikusima Kazuko, melambungkan pujian atas kerja kami dengan menyebut acara bahasa Esperanto sebagai "satu jendela yang selalu terbuka", yang memungkinkan orang orang asing bisa memperoleh pandangan menyeluruh tentang Cina. Staf Siaran Bahasa Esperanto telah bertekad untuk bekerja lebih keras demi kebahagiaan pendengarnya dalam abad baru ini. (Zhao Manli / The Messenger / SAS)

Suara Jerman Deutsche Welle
Club Circular 1 / 2000 - 4 Februari 2000

Resonan Perpanjangan Jam Siaran. Sejak 1 November 1999, Siaran Bahasa Indonesia menjadi 120 menit, dan merupakan jam siaran terbanyak di antara berbagai bahasa Asia lain. Penambahan jam siaran tersebut patut dipertahankan, mengingat peranan Indonesia di Asia Tenggara, dan juga situasi ekonomi dan politik Indonesia yang masih carut marut, dan sangat problematis untuk dipecahkan. Sambutan pendengar mengenai hal tersebut tentunya sangat diharapkan.

Resonansi yang masuk diterjemahkan ke bahasa Jerman, dan juga dipertanggung jawabkan ke atas, agar nampak jelas bahwa perpanjangan waktu siaran itu memang logis dan sesuai dengan kebutuhan pendengar akan informasi obyektif, dialog, serta diskusi dari SJDW. Titik balik ini sangat berpengaruh bagi keberadaan Siaran Bahasa Indonesia dalam badan DW di masa mendatang, mengingat goncangan anggaran yang sedang dihadapi, yang berdampak pada penutupan berbagal redaksi sejak Desember 1999. Resonansi pendengar tentunya bukan saja ditinjau dari segi kuantitas surat, tetapl juga kualitasnya.

Bukan sekedar ucapan selamat, melainkan ungkapan kritis sesuai dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan yang bersifat umum, tidak egosentris. Sayang, dari sekian ratus surat yang masuk sejak Nopember - Desember 1999, hanya tujuh surat yang memadai untuk diterjemahkan. Sudah tentu, (jumlah) itu sangat minim, bahkan sangat kritis. Motivasi dan himbauan dari IDXC kepada pendengar, khususnya para anggota, dalam Dirgantara edisi November - Desember 1999, volume 9 (6), untuk berperan aktif mengisi program siaran SJDW patut diacungkan jempol.

Uraian di atas sangat erat kaitannya dengan statistik masuknya surat di tahun 1999 yang lalu. Berbagai permasalahan yang mungkin timbul atau terjadi, baik dari segi politik apalagi ekonomi telah kami diskusikan. Porto surat yang naik hampir 1000% tentu sangat menyulitkan untuk diatasi. Solusinya bagi para anggota klub barangkali tidak terlalu pelik, karena surat surat bisa dikirimkan di dalam satu amplop. Demikian pula halnya dengan pendengar pendengar yang non anggota klub, tetapi tinggal saling berdekatan.

Itu baru masalah biaya kirim, tetapi bila masalahnya sampai pada kurangnya motivasi untuk menulis, memang rumit. Maklumlah, budaya tulis menulis kita masih menjadi masalah sejak dahulu kala. Yang jelas, masukan pendengar kami sambut dengan suka cita. Lebih dari itu, juga menunjukkan kepedulian pendengar terhadap eksistensi Siaran Bahasa Indonesia dalam badan DW di tahun-tahun mendatang.

Kotak Pos. Pindahnya kotak pos di dalam negeri Jerman ke Berlin, karena menyesuaikan diri dengan berpindahnya pusat pemerintahan dan ibu kota, berdampak jelas. Semua surat yang masuk ke Kotak Pos 50588 akan jalan jalan dulu ke Berlin, baru kemudian diantar ke Koln. Memang aneh, tapi apa mau dikata ? Itulah kebijakan pemerintah Jerman, dan itu berarti semakin lamanya perjalanan surat, jika dihitung mulai dari lokal sampai ke tempat tujuan. Contohnya, bulan Januari ini, belum ada kiriman surat yang masuk. Mungkin keterlambatan ini karena proses pindah itu. Semoga keadaan itu cepat berubah.

Kalender 2000. Sejak beberapa tahun ini, kalender tahunan diberhentikan karena masalah dana. Tetapi mengingat banyaknya permintaan yang masuk, dari berbagai belahan dunia, maka kalender tahun 2000 diterbitkan dalam bentuk chip, murah dan praktis untuk didistribusikan.

Club Competition 2000. Telah diumumkan di Club Circular edisi 2 / 1999, sayang realisasinya terlambat satu bulan. Tak lain karena berbagai hal harus diberi prioritas dahulu, dan hadiah pun harus dipersiapkan, apalagi di saat dana sedang begini seret. Hadiah yang diperebutkan adalah sebuah radio, sejumlah kecil jam meja, serta t-shirt. Pertanyaan yang diajukan terlampir pada lembaran tersendiri. Kami mohon masing masing klub memperbanyak lembaran bagi para anggotanya.

Aktualitas Klub. Seperti biasanya, Aktualitas Klub serta pemilihan klub pendengar terbaik dilaksanakan pada bulan Maret. Menilik turunnya jumlah surat yang masuk, yang tentunya berkaitan erat dengan situasi ekonomi dan politik di tanah air, kelihatannya kami masih akan mempertimbangkan untuk menon aktifkan klub klub pendengar yang kurang aktif di tahun lalu. Kita lihat sajalah daiam jumpa kita di Club Circular mendatang.

Frekuensi. Lihat SW Siaran Bahasa Indonesia di halaman tengah (Red.)

Berita Aktual. Seiring dengan terus dijalankannya kebijaksanaan moneter lokal, penyempitan di berbagai bidang pun terus berlanjut. DW Plus dari Seksi Bahasa Jerman tidak diproduksi lagi mulai bulan November 1999. Lembaran Ilmu dan Dunia Olahraga yang didanai seksi Bahasa Indonesia, dan Penelitian Media seksi surat pendengar atau pemirsa pun dihapuskan. Sayang memang, karena kedua lembaran tersebut informatif bagi pendengar di tanah air, dan cukup banyak diminati pula. Tetapi bukankah banyak jalan menuju Roma ? Nah, jika Anda ingin memiliki naskah yang Anda dengar dalam siaran, silakan melayangkan surat kepada kami, dengan menyebutkan tanggal siaran, judul, atau tema bahasan.

Dari Redaksi. Sebagai antisipasi masalah di atas, Redaksi merencanakan sesuatu yang diharapkan dapat memberi motivasi pendengar untuk melayangkan surat ke meja Redaksi. Sayangnya, semua masih belum dapat dibuka untuk umum. Partisipasi para pendengar sangat kami nantikan. Terdapat sedikit perubahan dalam jadwal siaran. (Kami cantumkan di balik lembaran pertanyaan Club Competition 2000 / Red.)

Pergantian Personel di Redaksi. Seperti yang telah disayembarakan pada bulan September, dan diundi di buian Nopember 1999, Tristiastini Soetrisno bergabung kembali bersama SJDW menggantikan rekan Gerard Bibang yang telah habis masa kerjanya. Di awal tahun 2000, rekan Nursyawal juga kembali ke tanah air, karena masa kerja yang telah berlalu. Penggantinya masih dalam proses, dan belum jelas kapan mulai aktif menjumpai Anda melalui siaran Suara Jerman Deutsche Welle.

Club Circular 2 / 2000 - 15 Februari 2000

Sayembara Istimewa. Seperti yang telah diberitakan daiam Club Circular 1 / 2000, poin dari redaksi tentang antisipasi atas turunnya kotak pos Siaran Bahasa Indonesia, sementara ini terwujud dengan diadakannya Sayembara Istimewa, dengan 50 hadiah, termasuk di dalamnya t-shirt, tas, yang banyak digemari, yang sengaja tidak kami rincikan, karena terbentur masalah dana dan persediaan.

(Semoga rekan pembaca sudah langsung mendengarnya dari siaran SJDW, mengingat hari edar edisi 10 (2) ini yang tidak menjamin foto kopi lembaran pertanyaan Sayembara Istimewa bisa sampai ke tangan Anda sebelum batas waktu pengiriman jawaban ke Redaksi SJDW, tanggal 13 Maret 2000. Pertanyaannya berupa pilihan untuk Indonesia, Apakah Anda setuju Sistem Negara Federasi atau Sistem Negara Kesatuan / Red).

Sekedar untuk diketahui rekan pembaca, Suara Jerman Deutsche Welle sampai saat ini merupakan satu satunya stasiun gelombang pendek yang peduli akan keberadaan klub-klub pendengar. Radio Canada Internasional misalnya, melalui suratnya menyatakan lebih menghargai hubungan langsung dengan individu pendengar yang mengirim surat ke alamatnya daripada (niat) klub untuk ikut mempublikasikan acara acara siarannya.

Dalam hal ini, kita tak bisa bilang Deutsche Welle lebih bagus daripada Radio Canada Internasional, karena hal ini menyangkut masalah kebijakan (policy) masing masing stasiun gelombang pendek. Belum lagi, kalau kita bicara sebagai seorang DXer, siaran dari stasiun radio gelombang pendek manapun pasti akan dikejar QSL-nya !! (SAS)

 
Dirgantara Online - Vol 10 No 2 Mar-Apr 2000
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space