Profil Stasiun
35 Tahun Siaran Bahasa Esperanto
Pada akhir tahun yang lalu, China Radio International
menyelenggarakan Jamuan Minum Teh bertempat di gedung utama dalam rangka
merayakan Ulang Tahun ke-36 Siaran Bahasa Esperanto-nya. Cukup banyak expert
dan scholar dari seluruh dunia menghadiri jamuan itu. Pimpinan Asosiasi
Esperanto Nasional dan Asosiasi Esperanto Beijing, Konsul lslandia, Ragnar
Baldursson beserta istri, dan Esperantis dari Amerika Serikat, Inggris Raya,
dan Korea Selatan, juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Zhang Zhenhua, Presiden China Radio International (CRI),
menyampaikan pidato pembukaan. Chen Yuan, salah seorang pionir dari Cina
dalam pemakaian bahasa Esperanto, dan Konsul Baldursson juga berpidato, di
mana mereka memuji siaran Bahasa Esperanto oleh CRI, dan mengharapkan agar
bisa dilanjutkan. Di dalam jamuan itu, staf Siaran Bahasa Esperanto memberi
gambaran tentang perkembangan siaran Bahasa Esperanto oleh CRI. Siaran itu
dimulai pada tanggal 19 Desember 1964. Pada saat itu, siaran hanya dilakukan
sekali seminggu, dan hanya ditujukan ke Eropa Timur.
Pada saat ini, sangat kontras, siaran Bahasa Esperanto bisa
didengar empat kali sehari (dengan total durasi 100 menit sehari / Red.),
dengan acara acara seperti Berita, Topik Hari Ini, Budaya Cina, Ekonomi,
Wisata Cina, Kotak Surat, dan Alunan Musik. Pendengar di Asia Timur Laut,
Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Latin, dapat menangkap siaran tersebut.
CRI unggul dalam siaran bahasa Esperanto, baik dari total jam siarannya,
maupun dari jangkauannya, dan punya pendengar di lebih dari 60 negara. Fans
bahasa Esperanto mengatakan bahwa acara siaran dari Cina menjadi satu bagian
penting dalam hidup mereka.
Asosiasi Esperanto Internasional (IEA) dan organisasi
orgarrisasi Esperanto seluruh dunia menyampaikan kawat dan surat ucapan
selamat sehubungan dengan ulang tahun ini. Total CRI menerima lebih dari 100
surat dan kawat dari hampir 40 negara. Renato Corsetti, Wakil Presiden IEA
menulis dalam suratnya, bahwa kinerja CRI telah memperoleh sambutan baik
dari seluruh dunia. Osmo Buller, sekretaris jenderal organisasi tersebut,
juga memuji usaha CRI sebagai "Model untuk mempraktekkan bahasa Esperanto di
seluruh dunia".
Presiden Asosiasi Esperanto Jepang, Shibayama Junichi,
mengirimkan kaset rekaman, di mana ia katakan, "Ketekunan adalah kekuatan.
Saya melihat demonstrasi usaha ini melalui usaha keras selama 35 tahun
menyiarkan bahasa Esperanto." Di dalam suratnya, seorang pendengar wanita
Jepang, Kikusima Kazuko, melambungkan pujian atas kerja kami dengan menyebut
acara bahasa Esperanto sebagai "satu jendela yang selalu terbuka", yang
memungkinkan orang orang asing bisa memperoleh pandangan menyeluruh tentang
Cina. Staf Siaran Bahasa Esperanto telah bertekad untuk bekerja lebih keras
demi kebahagiaan pendengarnya dalam abad baru ini. (Zhao Manli / The
Messenger / SAS)
Suara Jerman Deutsche Welle
Club Circular 1 / 2000 - 4 Februari 2000
Resonan Perpanjangan Jam Siaran. Sejak 1 November
1999, Siaran Bahasa Indonesia menjadi 120 menit, dan merupakan jam siaran
terbanyak di antara berbagai bahasa Asia lain. Penambahan jam siaran tersebut
patut dipertahankan, mengingat peranan Indonesia di Asia Tenggara, dan juga
situasi ekonomi dan politik Indonesia yang masih carut marut, dan sangat
problematis untuk dipecahkan. Sambutan pendengar mengenai hal tersebut
tentunya sangat diharapkan.
Resonansi yang masuk diterjemahkan ke bahasa Jerman,
dan juga dipertanggung jawabkan ke atas, agar nampak jelas bahwa perpanjangan
waktu siaran itu memang logis dan sesuai dengan kebutuhan pendengar akan
informasi obyektif, dialog, serta diskusi dari SJDW. Titik balik ini sangat
berpengaruh bagi keberadaan Siaran Bahasa Indonesia dalam badan DW di masa
mendatang, mengingat goncangan anggaran yang sedang dihadapi, yang berdampak
pada penutupan berbagal redaksi sejak Desember 1999. Resonansi pendengar
tentunya bukan saja ditinjau dari segi kuantitas surat, tetapl juga
kualitasnya.
Bukan sekedar ucapan selamat, melainkan ungkapan kritis
sesuai dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan yang bersifat umum, tidak
egosentris. Sayang, dari sekian ratus surat yang masuk sejak Nopember -
Desember 1999, hanya tujuh surat yang memadai untuk diterjemahkan. Sudah
tentu, (jumlah) itu sangat minim, bahkan sangat kritis. Motivasi dan himbauan
dari IDXC kepada pendengar, khususnya para anggota, dalam Dirgantara edisi
November - Desember 1999, volume 9 (6), untuk berperan aktif mengisi program
siaran SJDW patut diacungkan jempol.
Uraian di atas sangat erat kaitannya dengan statistik
masuknya surat di tahun 1999 yang lalu. Berbagai permasalahan yang mungkin
timbul atau terjadi, baik dari segi politik apalagi ekonomi telah kami
diskusikan. Porto surat yang naik hampir 1000% tentu sangat menyulitkan
untuk diatasi. Solusinya bagi para anggota klub barangkali tidak terlalu
pelik, karena surat surat bisa dikirimkan di dalam satu amplop. Demikian
pula halnya dengan pendengar pendengar yang non anggota klub, tetapi tinggal
saling berdekatan.
Itu baru masalah biaya kirim, tetapi bila masalahnya sampai
pada kurangnya motivasi untuk menulis, memang rumit. Maklumlah, budaya tulis
menulis kita masih menjadi masalah sejak dahulu kala. Yang jelas, masukan
pendengar kami sambut dengan suka cita. Lebih dari itu, juga menunjukkan
kepedulian pendengar terhadap eksistensi Siaran Bahasa Indonesia dalam badan
DW di tahun-tahun mendatang.
Kotak Pos. Pindahnya kotak pos di dalam negeri Jerman
ke Berlin, karena menyesuaikan diri dengan berpindahnya pusat pemerintahan
dan ibu kota, berdampak jelas. Semua surat yang masuk ke Kotak Pos 50588
akan jalan jalan dulu ke Berlin, baru kemudian diantar ke Koln. Memang aneh,
tapi apa mau dikata ? Itulah kebijakan pemerintah Jerman, dan itu berarti
semakin lamanya perjalanan surat, jika dihitung mulai dari lokal sampai ke
tempat tujuan. Contohnya, bulan Januari ini, belum ada kiriman surat yang
masuk. Mungkin keterlambatan ini karena proses pindah itu. Semoga keadaan
itu cepat berubah.
Kalender 2000. Sejak beberapa tahun ini, kalender
tahunan diberhentikan karena masalah dana. Tetapi mengingat banyaknya
permintaan yang masuk, dari berbagai belahan dunia, maka kalender tahun 2000
diterbitkan dalam bentuk chip, murah dan praktis untuk didistribusikan.
Club Competition 2000. Telah diumumkan di Club
Circular edisi 2 / 1999, sayang realisasinya terlambat satu bulan. Tak lain
karena berbagai hal harus diberi prioritas dahulu, dan hadiah pun harus
dipersiapkan, apalagi di saat dana sedang begini seret. Hadiah yang
diperebutkan adalah sebuah radio, sejumlah kecil jam meja, serta t-shirt.
Pertanyaan yang diajukan terlampir pada lembaran tersendiri. Kami mohon
masing masing klub memperbanyak lembaran bagi para anggotanya.
Aktualitas Klub. Seperti biasanya, Aktualitas Klub
serta pemilihan klub pendengar terbaik dilaksanakan pada bulan Maret.
Menilik turunnya jumlah surat yang masuk, yang tentunya berkaitan erat
dengan situasi ekonomi dan politik di tanah air, kelihatannya kami masih
akan mempertimbangkan untuk menon aktifkan klub klub pendengar yang kurang
aktif di tahun lalu. Kita lihat sajalah daiam jumpa kita di Club Circular
mendatang.
Frekuensi. Lihat SW Siaran Bahasa Indonesia di
halaman tengah (Red.)
Berita Aktual. Seiring dengan terus dijalankannya
kebijaksanaan moneter lokal, penyempitan di berbagai bidang pun terus
berlanjut. DW Plus dari Seksi Bahasa Jerman tidak diproduksi lagi mulai
bulan November 1999. Lembaran Ilmu dan Dunia Olahraga yang didanai seksi
Bahasa Indonesia, dan Penelitian Media seksi surat pendengar atau pemirsa
pun dihapuskan. Sayang memang, karena kedua lembaran tersebut informatif
bagi pendengar di tanah air, dan cukup banyak diminati pula. Tetapi bukankah
banyak jalan menuju Roma ? Nah, jika Anda ingin memiliki naskah yang Anda
dengar dalam siaran, silakan melayangkan surat kepada kami, dengan
menyebutkan tanggal siaran, judul, atau tema bahasan.
Dari Redaksi. Sebagai antisipasi masalah di
atas, Redaksi merencanakan sesuatu yang diharapkan dapat memberi motivasi
pendengar untuk melayangkan surat ke meja Redaksi. Sayangnya, semua masih
belum dapat dibuka untuk umum. Partisipasi para pendengar sangat kami
nantikan. Terdapat sedikit perubahan dalam jadwal siaran. (Kami cantumkan di
balik lembaran pertanyaan Club Competition 2000 / Red.)
Pergantian Personel di Redaksi. Seperti yang telah
disayembarakan pada bulan September, dan diundi di buian Nopember 1999,
Tristiastini Soetrisno bergabung kembali bersama SJDW menggantikan rekan
Gerard Bibang yang telah habis masa kerjanya. Di awal tahun 2000, rekan
Nursyawal juga kembali ke tanah air, karena masa kerja yang telah berlalu.
Penggantinya masih dalam proses, dan belum jelas kapan mulai aktif menjumpai
Anda melalui siaran Suara Jerman Deutsche Welle.
Club Circular 2 / 2000 - 15 Februari 2000
Sayembara Istimewa. Seperti yang telah diberitakan daiam
Club Circular 1 / 2000, poin dari redaksi tentang antisipasi atas turunnya
kotak pos Siaran Bahasa Indonesia, sementara ini terwujud dengan diadakannya
Sayembara Istimewa, dengan 50 hadiah, termasuk di dalamnya t-shirt, tas,
yang banyak digemari, yang sengaja tidak kami rincikan, karena terbentur
masalah dana dan persediaan.
(Semoga rekan pembaca sudah langsung mendengarnya dari siaran
SJDW, mengingat hari edar edisi 10 (2) ini yang tidak menjamin foto kopi
lembaran pertanyaan Sayembara Istimewa bisa sampai ke tangan Anda sebelum
batas waktu pengiriman jawaban ke Redaksi SJDW, tanggal 13 Maret 2000.
Pertanyaannya berupa pilihan untuk Indonesia, Apakah Anda setuju Sistem
Negara Federasi atau Sistem Negara Kesatuan / Red).
Sekedar untuk diketahui rekan pembaca, Suara Jerman
Deutsche Welle sampai saat ini merupakan satu satunya stasiun gelombang
pendek yang peduli akan keberadaan klub-klub pendengar. Radio Canada
Internasional misalnya, melalui suratnya menyatakan lebih menghargai
hubungan langsung dengan individu pendengar yang mengirim surat ke alamatnya
daripada (niat) klub untuk ikut mempublikasikan acara acara siarannya.
Dalam hal ini, kita tak bisa bilang Deutsche Welle lebih
bagus daripada Radio Canada Internasional, karena hal ini menyangkut masalah
kebijakan (policy) masing masing stasiun gelombang pendek. Belum lagi, kalau
kita bicara sebagai seorang DXer, siaran dari stasiun radio gelombang pendek
manapun pasti akan dikejar QSL-nya !! (SAS)