Laporan Berita
Kebangkitan Kembali Pendengar Siaran SW di Makassar
Pada rentang waktu tahun 1980-an, sejumlah nama pendengar
siaran SW (gelombang pendek) dari Makassar dan sekitarnya, di antaranya Alwi
Hasan, Nur Jalil Sultan, Mohammad Yahya Arafat, Mahmuddin, lskandar
Zulkarnaen, Hendry Theo Katuuk, Kurnia Hartati, cukup populer dan sering
mengudara dari stasiun luar nageri. Di masa itu, pendangar siaran gelombang
pendek didominasi oleh mereka yang masih berstatus mahasiswa. Salah satu
alasan utamanya adalah karena mereka punya waktu luang untuk bertamu dan
kumpul-kumpul dengan teman-teman sehobi.
Setelah menyelesaikan kuliah, banyak di antara mereka yang
pulang ke kampung, atau ke kota lain mencari penghidupan. Sehingga tahun
tahun berikutnya, secara perlahan, nama-nama mereka pun menghilang dari
udara, bahkan mengalami kondisi "tidur panjang". Dalam usaha membangunkan
mereka dari tidur panjang itu, maka penulis mencoba merintis kebangkitan
kembali kegiatan pendengar radio di kota Makassar dan sekitarnya, dengan
menyelenggarakan pertemuan silaturahmi, bertempat di gubuk penulis.
Koordinator pertemuan dipegang langsung oleh Alwi Hasan.
Sayangnya, perjalanan waktu sekian lama cukup menguji mereka yang dahulu
pernah menggebu di udara, dan kini secara perlahan menghilang dari peredaran,
menyusul buruknya penerimaan siaran Radio Australia Seksi Indonesia di kota
Makassar. Namun, ada pula di antara mereka, meski hilang dari udara, tetapi
begitu mendengar informasi adanya pertemuan para pendengar radio, dengan
penuh kesadaran datang ke lokasi untuk melepas rasa kangen, serta berbagi
cerita dan pengalaman.
Meski undangan sudah diedarkan, termasuk melalui siaran DX
Komunikasi punya Mas Asbari Nurpatria Krisna pada tanggal 9 Januari 2000,
namun yang sempat hadir pada pertemuan tanggal 16 Januari 2000 itu hanyalah
Alwi Hasan, Mohammad Yahya Arafat, dan sesepuh kami, Hendry Theo Katuuk,
yang pada tiap pertemuan selalu hadir lebih awal. Walaupun hanya dihadiri
oleh 5 orang peserta, namun souvenir kiriman dari staf Redaksi Dirgantara
terbagi habis. Cuaca kota Makassar yang selalu hujan, sangat boleh jadi
menjadi penyebab ketidak hadiran rekan-rekan lainnya.
Oleh karena itu, menjadi harapan penulis agar para
pendengar gelombang pendek di kota Makassar dan sekitarnya, yang ingin
bergabung dengan Indonesian DX Club, maupun mereka yang kebetulan sudah
jadi anggota, untuk menghubungi Alwi Hasan, dengan alamatnya : Depan Apotik
Arifah, tempat penjualan cakar, sebelah barat Toserba Alfa, Panakkukang Mas,
Makassar.
Hanya dengan bergabung di Indonesian DX Club-lah kegiatan
kita sebagai pendengar siaran stasiun radio luar negeri, Insya Allah, akan
dapat aktif kembali, setelah sekian lama terhenti. Alwi Hasan dan Mohammad
Yahya Arafat sudah menyatakan bersedia bergabung dalam wadah Indonesian DX
Club, sementara Hendry Theo Katuuk dan Alwi Hasan berencana untuk hadir
pada Temu Pendengar Djokdja 2000. Semoga. (Andi Azis Taba)
Temu Pendengar Djokdja 2000
Sesuai dengan e-mail dari rekan Aries Subagyo, rencana Temu
Pendengar Djokdja 2000 sudah ditetapkan sebagai berikut :
| Nama kegiatan |
: Temu Pendengar Djokdja 2000 |
| Waktu |
: Hari Sabtu dan Minggu |
|
Tanggal 8 dan 9 Juli 2000 |
| Tempat |
: Hotel Dirgahayu |
|
Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Yogyakarta |
Sekretariat : Aries Subagyo, P.O. Box 50, Kutoarjo 54201,
Jawa Tengah, E-mail : djokdja2000@yahoo.com, dan Jemmy Liwang : Jalan Beo
No.31, Demangan Baru, Yogyakarta 55284, Telephone : (0274) 565626, E-mail :
jemmy.l@mailcity.com.
Batam Menyambut Tamu dari Negeri Matahari Terbit
Dick Himawan (IDXC-0311/INS) dan fans Radio Japan - NHK
World bertemu Lilis Ariwaty dan Nagata-san, pada tanggal 3 Oktober 1999, di
SD Negeri 20 Pulau Sekanak. Gambar : Berdiri, kiri-kanan : Pak Yunizar, Guru
SMP Negeri 2 Pulau Belakang Padang; Bu Yusteri, Kepala Sekolah SD Negeri 20
Pulau Sekanak; Dick Himawan; Lilis Ariwaty; Bu Agustina Yunizar, Guru SDN 20;
dan ibu guru SDN 20 --- Jongkok, kiri-kanan : Nagata-san, suami Lilis
Ariwaty dan 4 siswi SMP Negeri 2 Pulau Belakang Padang, yang kedua dari
kanan Norazilah. Foto kiriman Dick Himawan.