Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 10 No 2 Mar-Apr 2000
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Perforasi
DirgaNet
Aktif
Tokoh Kita
Citizen Band
DXperimen
Laporan Berita
Profil Stasiun
Review Top 50
Redaksi

Volume 10
  Citizen Band
Aneka Bahasa Komunikasi Radio Antar Penduduk

Ini merupakan kelanjutan edisi terdahulu yang belum habis. Dilanjutkan kemudian dengan Kode Q (Q Code). (KUS)

Kode 10 Makna
10-75 Menyebabkan atau penyebab gangguan
10-76 Dalam perjalanan menuju ke ...
10-77 Belum / tidak kontak
10-81 Pesankan kamar di hotel ...
10-82 Pesanan kamar untuk ...
10-84 Nomor telepon
10-85 Alamat
10-89 Butuh montir radio
10-90 Gangguan pesawat televisi (TVI)
10-91 Bicara dekat mikropon
10-92 Pemancar perlu distel (adjust)
10-93 Apakah frekuensi sudah tepat ?
10-94 Berbicara agak panjang (Long call tune)
10-95 Mengudara dengan sinyal setiap 5 detik
10-97 Tes jarus di pesawat (check)
10-99 Tugas selesai, semua selamat
10-100 Akan ke kamar mandi
10-200 PERLU BANTUAN POLISI DI ...

Mengingat salah satu tujuan RAPI adalah membantu pemerintah juga dalam menanggulangi gangguan kamtibmas, maka ingin memperkenalkan tambahan Kode 10, sebagai berikut :

Kode 10 Makna
10-300 PERLU PEMADAM KEBAKARAN DI ...
10-400 PERLU BANTUAN PENERTIB UMUM DI ...
10-500 PERLU BANTUAN PROVOST DI ...
10-600 PERLU BANTUAN GARNIZUN DI ...
10-700 PERLU BANTUAN S.A.R. DI ...
10-800 PERLU BANTUAN PLN DI ...

Kode Q Makna
QRA Apakah nama stasiun Anda ?
QRB Berapa jauh kira-kira tempat Anda dari tempat saya ?
QRD Anda berada di mana dan berapa jaraknya dari sini ?
QRE Jam berapa Anda akan tiba di ... ?
QRF Apakah Anda akan kembali ke ... ?
QRG Berapa tepatnya frekuensi saya ?
QRK Berapa sinyal saya terbaca di pesawat Anda ?
QRL Apakah Anda sibuk ?
QRM Apakah Anda mengalami gangguan interferensi ?
QRN Apakah Anda terganggu oleh statis ?
QRT Apakah saya harus berhenti mengudara ?
QRU Adakah sesuatu untuk saya ?
QRV Apakah Anda telah siap ?
QSA Berapakah kekuatan sinyal saya ?
QSB Apakah sinyal saya timbul tenggelam ?
QSL Apa Anda dapat mengirim konfirmasi tentang komunikasi kita ?
QSM Apakah saya harus mengulangi pesan terakhir ?
QSO Dapatkah saya kontak dengan ... ?
QTC Berapa banyak berita dari Anda untuk saya ?
QTH Di manakah lokasi (alamat) Anda ?
QTN Jam berapa Anda berangkat dari ... ?
QTR Jam berapakah waktu yang tepat ?
QTU Jam berapakah stasiun Anda dibuka ?
QTV Apakah saya perlu stand by di frekuensi ... untuk Anda ?
QTX Berapa jam Anda bersedia untuk hubungan berikutnya ?
QUA Apakah Anda punya berita tentang ... ?

Antena Mobil

Pengantar : Antena merupakan kelengkapan, baik dalam berkomunikasi satu arah maupun dua arah. Berikut, akan diuraikan berkenaan dengan antena mobil. (Kus)

Antena Base

Antena base merupakan antena yang dipasang tetap, yang digunakan untuk melengkapi stasiun tetap. Antena base macamnya tak kalah banyak dengan jenis antena mobil. Setiap saat muncul model baru dengan penjelasan dari pabriknya, bahwa antena yang diproduksinya lebih hebat dari produksi yang lampau. Antena ini terbagi daiam dua golongan saja, yaitu antena yang berarah, beam atau directional, dan antena yang tidak berarah atau omni directional. Yang terakhir ini biasa disebut dengan antena omni. Dan hanya jenis antena terakhir inilah yang biasa diizinkan daiam KRAP.

Antena mobil yang kita kenal semuanya adalah jenis omni, memancar ke seluruh penjuru arah, dan juga menerima sinyal radio dari arah mana saja. Pada umumnya, antena ini hanya terdiri dari elemen tegak yang sering juga disebut pecut. Elemen tersebut merupakan inti antena yang memancarkan enegi RF. Pada pangkal batang pecut terpasang tiga atau empat elemen sebagai ground plane, yaitu elemen pengganti fungsi bumi yang merupakan cermin pengimbang.

Kemampuan jangkauan pancaran dari antena base ini selalu lebih unggul dibandingkan dengan antena mobil jenis apapun, karena antena base dapat dibuat lebih mendekati ukuran yang seharusnya. Demikian pula dapat juga dipasang pada tempat yang cukup tinggi. Antena di atas kendaraan bergerak ketinggiannya sangat terbatas. Faktor ketinggian antena sangat menentukan jangkauan pancaran sinyal RF-nya. Namun kita tidak terlalu bebas untuk memasang antena setinggi tingginya, karena ada peraturan yang membatasi tinggi antena.

Antena Base di dalam Ruangan

Karena kebutuhan hubungan dengan KRAP semakin luas, kadang kadang memaksa kita untuk berbuat segala sesuatu yang cepat. Misalnya, apabila kita sedang menginap di suatu hotel atau rumah penginapan, sedangkan kita perlu atau butuh melakukan hubungan memakai KRAP, maka satu satunya yang dapat kita lakukan adalah memasang antena di dalam ruangan. Antena yang paling praktis adalah jenis dipole yang dibuat dari kawat. Ujung yang satu dipasang pada eternit dengan paku payung, sedangkan ujung lainnya direntang di lantai, sehingga susunan antena merupakan huruf L.

Kadang-kadang antena mobil pun dapat dimanfaatkan sebagai antena di dalam ruangan. Dengan memasangkan antena di lijstplank yang ada talang airnya. Antena tersebut akan bekerja dengan sempurna, di mana talang akan berfungsi sebagai ground plane pengganti badan mobil. Perlu diperhatikan, bahwa jenis-jenis antena yang baru saja dibahas merupakan antena yang dipakai dalam keadaan mendesak atau darurat, sehingga kesempurnaannya masih di bawah antena base yang sesungguhnya. Oleh karena itulah, antena yang demikian kadang kadang mudah mengganggu radio dan pesawat TV. Antena di dalam ruangan akan semakin efektif untuk berkomunikasi apabila ruangan tersebut berada di lantai tiga ke atas.

Perlengkapan Tambahan

Di samping RIG, antena, masih banyak peralatan tambahan bagi perangkat KRAP, yang diproduksi oleh sementara pabrik-pabrik elektronik. Peralatan peralatan ini terpisah dari pesawat KRAP itu sendiri, dan bukan merupakan suatu kebutuhan pokok. Peralatan tambahan ini bilamana diperlukan dapat dipasang di samping pesawat KRAP. Perlengkapan tambahan yang sering juga dikenal dengan sebutan "optional assessories", yang macamnya cukup banyak, antara lain :

Automatic Radio Silencer dan Koil Balun

Alat ini merupakan kotak kecil yang dapat mengendalikan secara otomatis radio mobil apabila ada berita yang masuk ke dalam pesawat KRAP. Cara pemasangannya pun sangat sederhana. Alat ini dihubungkan pada speaker pesawat radio, sehingga bila ada sinyal masuk pada KRAP, maka saluran speaker radio mobil dipadamkan, ring dilakukan pengaturan atau tuning. Oleh karena itulah, base-loaded antenna lebih digemari untuk dipasang di mobil.

Balun adalah singkatan dari BALance UNbalance menjadi BALUN, yang maksudnya untuk mengubah terminal keluaran RF yang semula balance menjadi tidak balans, atau sebaliknya. Balun tersebut biasanya dipakai pada antena yang bersifat dipole, yang tujuannya untuk memberikan sifat balans pada kedua elemen driven-nya, sedangkan sumber sinyal RF-nya berasal dari kabel koaksial yang tidak balans.

Manfaat balun dapat memberikan pancaran RF yang lebih sempurna pada elemen driven yang bersangkutan, dan di samping itu, meskipun nilai SWR naik, dapat menghindari terjadinya interferensi televisi (TVI) dan interferensi RF (RFI). Koil balun ini tidak ada manfaatnya untuk antena jenis vertical ground plane.

Switch Koaksial dan Digital Frequency Counter

Bila Anda memasang beberapa pesawat KRAP dan hanya menggunakan sebuah atau beberapa jenis antena, dengan maksud untuk dipakai berganti ganti, maka untuk keperluan pemindahannya diperlukan switch koaksial. Memasangnya sangat mudah, kadang kadang salah satu posisi switch itu dibebani dengan dummy-load, yang tujuannya untuk keperluan pengukuran daya keluaran RF, atau memonitor SWR. Ini akan dijelaskan kemudian.

Digital frequency counter dihubungkan pada saluran antena KRAP, yang akan mengukur frekuensi yang dipancarkan. Agar alat ini dapat bekerja, dibutuhkan catu daya AC atau DC. Alat digital frequency counter ini akan mengukur nilai frekuensi pada jalur yang sedang dipancarkan secara teliti, dan juga memonitor ketepatan jalur.

Dummy Load dan Headset

Sebuah pesawat pemancar KRAP tidak akan dibiarkan memancar tanpa dibebani antena, karena transistor penguat akhirnya dapat hancur. Oleh karena itu, apabila tidak dikehendaki memancarkan RF ke udara sedangkan tes harus dilakukan, terpaksa harus dicarikan jalan lain, yaitu memasang beban pengganti antena. Beban ini disebut "dummy load" merupakan resistor ohm murni yang nilainya pada umumnya 50 ohm, yakni disesuaikan dengan karakter kabel koaksial yang digunakan sebagai jalur transmisinya.

Headset dipakai oleh para pengemudi kendaraan yang "nge-break" sambil meluncur, tanpa terganggu oleh tangan pengemudi. Meskipun bagaimana, pemakaian headset ini tetap tidak dianjurkan, karena sangat mengganggu konsentrasi pengemudi. Pada headset terkandung sebuah microphone dan earphone atau telepon kuping.

Linear Amplifier dan Matchbox

Linear amplifier yang sering pula disebut booster, di Indonesia bahkan di negara negara lain, sangatlah dilarang untuk digunakan bersama pesawat KRAP. Di sini sengaja dijelaskan sebagai bahan pengetahuan saja. Booster dimaksudkan sebagai penambah daya keluaran RF yang dipancarkan ke antena, sedangkan menurut ketentuan yang berlaku, pesawat KRAP hanya diperkenankan memancar dengan daya 4 watt, sehingga dengan demikian, booster ini tidak diperlukan.

Matchbox diperlukan untuk melakukan tuning dan mengatur penyesuaian impedansi antena, yang sekaligus untuk memperbaiki nilai SWR. Matchbox sangat bermanfaat pada saat memasang antena base. Jenis matchbox ini sangat banyak, mulai dari yang manual sampai yang otomatis, yang dapat mengatur sendiri, tanpa dikendalikan tangan. Pengaturannya ialah pada saat sistem antena telah cocok resonansi frekuensinya, yang dihasilkan oleh TX (pemancar). Dengan menggunakan matchbox akan membantu mengurangi "splatter" dan harmonik frekuensi, di samping itu, efisiensi pancaran menjadi lebih sempurna. Kualitas penerimaannya pun juga akan lebih baik dibanding tanpa menggunakan matchbox.

Speaker Mobil Eksternal dan Internal

Berbeda dengan yang dimaksudkan dengan speaker yang dipasang di dalam mobil, speaker yang terakhir ini merupakan speaker tambahan, biasanya untuk mendengar siaran KRAP sebagai pengganti speaker yang berada di dalam RIG.

Speaker mobil internal merupakan speaker bantu, yang digunakan sebagai pengganti speaker yang ada di dalam RIG, dengan tujuan untuk memberikan kualitas audio yang lebih jelas pada saat menerima siaran KRAP. Speaker ini dapat dipasang lebih dekat dengan pengemudi, apabila di dalam mobil. Penyambungannya sangat sederhana, cukup dengan menghubungkan pada jack speaker yang terdapat di belakang RIG. (Bersambung)

 
Dirgantara Online - Vol 10 No 2 Mar-Apr 2000
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space