Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 10 No 2 Mar-Apr 2000
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Perforasi
DirgaNet
Aktif
Tokoh Kita
Citizen Band
DXperimen
Laporan Berita
Profil Stasiun
Review Top 50
Redaksi

Volume 10
  Tokoh Kita
Di Udara Andi Azis Taba Ketemu Jodohnya

Jodoh, rezeki, dan kematian adalah rahasia Tuhan yang sampai kapanpun manusia tidak akan mampu menebak kapan dan di mana akan terjadinya. Misteri tersebut hingga saat ini masih tetap menyelimuti manusia, dan mereka dihadapkan untuk berusaha mencari jawaban atas misteri tersebut. Hidup berputar laksana roda, rezeki seseorang tidak dapat ditebak, apakah itu harta, pangkat, maupun kehormatan. Sangat mudah bagi seseorang sampai terhempas pada kondisi tidak memiliki apapun. Terenggut semua apapun yang dimilikinya.

Yang dilakukan manusia sekadar menjalani hidup ini apa adanya, dengan tetap melakukan usaha dan ikhtiar ke arah kemungkinan terbaik. Tidak ada manusia di bumi ini mampu mengetahui sebelumnya akan hal jodohnya, dan kapan saat dia menjalani prosesi yang teramat sakral itu. Ada yang sudah berpacaran berbilang tahun, namun pada akhirnya hanya karena suatu alasan sepele bubar semua jalinan cinta kasih yang telah mereka bina bersama. Begitu mudahnya bagaikan membalik telapak tangan.

Akan tetapi terkadang pula, hanya karena faktor kebetulan berjumpa sesaat, malah berlanjut ke pelaminan, walaupun sebelumnya tanpa melalui tahap berpacaran. Jodoh tidak akan datang begitu saja, tetapi melewati jalannya sendiri. Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda dalam menemukan jodoh dan pasangan hidup mereka. Sangat boleh jadi, pengalaman hidup Andi Azis Taba dalam menjawab misteri hidup, khususnya jodoh, agak unik. Perjumpaan dengan istrinya, Sophia, hanya dilakukan lewat udara.

Kala itu, pada tahun 1974, mendengar siaran radio merupakan salah satu bagian dari keseharian hidup pemuda asal Selayar yang kemudian menetap di kota Makassar ini. Demikian pula dengan Sophia, yang pada waktu itu menetap di kota Palopo. Kebiasaan mereka saling berkirim lagu lewat udara di RRI Nusantara I Ujung Pandang, sekarang RRI Nusantara IV Makassar, rupanya secara perlahan mampu menumbuhkan getar-getar cinta mereka. Mengingat jarak yang memisahkan tempat tinggal mereka, maka untuk perjumpaan di darat terasa sulit dilakukan. Sampai akhirnya, tahun 1977, terjadi perjumpaan di darat yang pertama, di kota Makassar.

Pertemuan perdana itulah rupanya sebagai awal untuk menjalin hubungan yang lebih akrab, kemudian mereka berjanji untuk membina hidup dalam satu rumah tangga yang sakinah. Janji mereka rupanya mendapat restu dari Allah SWT, dan akad nikah di depan penghulu dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 1987, di kota Palopo. Pasangan yang cukup ideal ini setelah menjadi suami istri, justru semakin meningkatkan hobby mereka semula, nguping radio. Yang tadinya hanya mereka lakukan pada siaran radio lokal, mereka tingkatkan ke siaran stasiun radio luar negeri (SW).

Sulit bagi Andi Azis Taba meninggalkan hobinya. Demikian pula dengan istrinya, Sophia. Sering pada saat bersamaan terdengar dari rumah mereka suara siaran dari dua stasiun radio yang berbeda. Sejak aktif mendengarkan siaran radio, pria dengan nomor keanggotaan IDXC 0272/INS ini sudah menggunakan enam pesawat radio. Sewaktu masih tinggal di Selayar, radio warisan orang tua, merk Telefunken ukuran besar, kemudian tiga radio lagi merek Philips, dan saat ini menggunakan radio merek Tens tipe R-97T, dan Sony ICF-SW30 digital. Dengan pesawat tersebut, hampir semua siaran gelombang pendek seksi Indonesia tak ada yang lepas dari monitornya.

Sewaktu ada di rumah, jadwal nguping radio setiap hari dijalaninya dengan teratur. Mulai pukul 16.00 WITA sampai Suara Jerman turun dari udara, atau selagi RRI Surabaya frekuensi 585 kHz masih menyiarkan lagu-lagu nostalgia, yang dipandu oleh Mas Yon dan Andri. Pasangan ini memang sangat menyenangi acara ini, karena mengingatkan pada masa-masa mereka berpacaran dulu. Mengingat tugas sehari harinya sebagai tenaga pengajar di sekolah dasar, kegiatan nguping radio dibatasi hanya sampai pukul 07.00 Waktu Indonesia Tengah.

Bagi Andi Azis Taba, mendengarkan siaran radio, selain bisa menambah wawasan, pengetahuan, informasi, dan untuk hiburan, sebagai penyaluran hobi pun memberi kepuasan tersendiri. Semenjak menggeluti hobi ini, Andi Azis Taba punya banyak sahabat sahabat pena dari seluruh penjuru tanah air, yang sudah tentu punya hobi yang sama. Komunikasi sesama pendengar radio serta dengan stasiun radio luar negeri cukup rutin dan lancar, sehingga petugas pos pun hapal betul dengan nama dan alamatnya.

Sering surat untuknya harus diikat, karena banyaknya. Hal mana sempat menimbulkan pertanyaan kawan-kawan sejawatnya, dari mana saja surat surat tersebut. Asyiknya hobi nguping radio itu sangat dirasakan oleh Andi Azis Taba manakala bisa bertemu dengan sesama pendengar atau penyiar. Terasa langsung akrab, meski tidak pernah jumpa muka sebelumnya, dan perbincangan pun lancar saja. Profesi sebagai tenaga pendidik ternyata juga sejalan dengan hobinya, karena informasi yang diperoleh melalui siaran radio sangat membantu dalam mentransfer ilmu pengetahuan ke murid muridnya.

Juga memberikan kemungkinan untuk selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dari segi kehidupan lainnya secara lebih dini dan lebih akurat. Persamaan hobi pasangan suami istri ini tidak menimbulkan masalah, bahkan saling menunjang. Bila salah satu harus ke luar rumah untuk suatu tugas, dan tidak bisa memenuhi jadwal nguping radionya, mereka bersepakat agar yang lain ganti memonitor untuknya. Hobi pasangan ini membawa mereka pada pilihan gaya hidupnya. Jangan heran, kalau pada suatu saat bertemu mereka, kemudian sewaktu waktu sang suami yang berkaca mata minus empat ini mengeluarkan radio dari baiik rompi atau jaketnya, karena memenuhi jadwal rutinnya. (Yaya)

 
Dirgantara Online - Vol 10 No 2 Mar-Apr 2000
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space