Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 10 No 2 Mar-Apr 2000
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Perforasi
DirgaNet
Aktif
Tokoh Kita
Citizen Band
DXperimen
Laporan Berita
Profil Stasiun
Review Top 50
Redaksi

Volume 10
  Vol 10 No 2 Mar-Apr 2000Sapa Redaksi
Sembilan Tahun

Syukurlah, tonggak ke-9 usia klub IDXC akhirnya dapat kita capai dengan selamat. Menjadi harapan kita semua, baik pengurus maupun anggota, agar tonggak ini selanjutnya bisa dihiasi dengan prestasi prestasi, seperti motto klub Unifikasi, Komunikasi, Prestasi. Tanpa prestasi, No way !! Buat apa kita kumpul-kumpul tanpa menghasilkan sesuatu ? Ada acara yang sudah direncanakan dan dikemas oleh Aries Subagyo cs, yaitu Temu Pendengar Djokdja 2000, detilnya bisa Anda simak di edisi ini.

Yang ini, kita juga patut mensyukurinya sebagai salah satu usaha mencapai prestasi tertentu, khususnya untuk klub, dan umumnya untuk semua SWLer, tanpa pandang usia atau golongan apapun, utamanya demi silaturahmi. No silaturahmi, No prestasi. Salah satu syarat tercapainya silaturahmi adaiah keterbukaan, dan itu sudah kami budayakan, misalnya melalui media ini, berupa kolom Kassa Dirgantara. Bukan untuk pamer, ini lho anggota kami punya uang sekian sekian, tetapi agar pengirimnya tahu bahwa kirimannya sampai ke tangan kami dengan selamat.

Selanjutnya, kami pun punya tim pengawas keuangan intern, yang melalui data~data itu dapat mengeceknya dengan Laporan Keuangan Bulanan. Itu sedikit tentang prestasi dapur kita. Apakah hal itu profesional atau tidak, rasanya bukan itu point-nya, yang penting adalah adanya transparansi, ada keterbukaan. Anda pun bisa ikut serta sebagai anggota dari tim pengawas keuangan intern, kenapa tidak ?

Kontes DX 2000 IDXC ditutup sesuai jadwalnya, persis pada tanggal 14 Pebruari 2000. Hasilnya bisa juga Anda simak di halaman lain. Selamat kepada Jemmy Liwang yang pada saat-saat terakhir, bak pelari marathon pada kilometer terakhir menjelang finish, melakukan "rush" dengan QSL QSLnya yang tergolong langka bagi DXer Indonesia. Demikian juga dengan peserta lain yang menunjukkan adanya peningkatan dalam keseriusan DXer kita. Sebagai barometer adanya peningkatan itu, bisa Anda lihat juga dalam pergeseran posisi pada ajang IDXC Top 50, di mana DXer mancanegara pun ikut nimbrung.

Jangan lupa, AKTIF 1999 tetap diteruskan sampai akhir Juni 2000 untuk pemilihan Master-nya. Kebangkitan kembali pendengar siaran gelombang pendek di Makassar, begitulah judul salah satu laporan dari daerah. Ada lagi laporan dari Batam, kemudian pernyataan dari staf Suara Jerman Deutsche Welle tentang kegiatan kita, cerita yang cukup romantis tentang sepasang merpati pendengar gelombang pendek, beium lagi Surat Anda, yang kami usahakan selalu komunikatif bagi pembaca yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Kami berusaha, Anda yang menilai hasilnya.

Selain input dari rekan-rekan pembaca, tidak kami lupakan juga peran serta media DX lain, terutama dalam hal monitoring SW, satu dan lain hal, demi keabsahan data yang kami tampilkan, misalnya dalam SW Siaran Bahasa Indonesia. Terima kasih kami sampaikan kepada editor Atansi Mapem Club, Shortwave Desk, Arena GP, SW DX Guide, VOA Guide, Ranesi, On Target, dan masih banyak lagi yang tak bisa kami tulis semua di sini.

Selain beberapa prestasi itu, ada berita duka tentang meninggalnya rekan kita, Bapak Hadi Prajitno, IDXC 0014/INS, di Yogyakarta, dan ibunda rekan Eddy Setiawan di Jakarta. Kami sampaikan pernyataan turut berbela sungkawa kepada keluarga almarhum dan almarhumah, Semoga arwah mereka diterima di sisi Tuhan YME sesuai dengan amal ibadahnya. Amin. (DBR/SAS)

Segenap anggota dan pengurus IDXC menyampaikan turut berbela sungkawa atas meninggalnya :

Bapak Hadi Prajitno (Yogyakarta)
dan
Ibu Linawati Alianto Saputra (Jakarta)

Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan pada anggota keluarga yang ditinggalkan, Semoga diberi kekuatan lahir bathin.

In Memoriam: Bapak Hadi Prajitno, IDXC-0014/INS

Saya sangat terhentak kaget ketika pak Ton menelpon saya, mengabarkan bahwa Pak Hadi telah meninggalkan kita semua. Redaksi sendiri mengetahui dari surat yang dikirim buat beliau dikembalikan ke alamat pengirim, dengan catatan Kem Sip - Nama tersebut telah meninggal dunia tanggal 1/12/99. Saya mengenal Pak Hadi sudah cukup lama, yaitu sejak saya masih tinggal di Yogyakarta, dan sudah beberapa kali bertemu beliau. Setiap kali ada pertemuan yang diadakan oleh IDXC, beliau selalu menyempatkan untuk datang.

Kehadiran beliau selalu membuat suasana menjadi sumringah dan ger-geran, karena beliau memang memiliki "sense of humor" yang lumayan tinggi. Sikap itulah yang membuat saya lebih akrab mengenal beliau, di samping beliau adalah sosok yang mudah untuk didekati. Lahir pada tanggal 31 Desember 1933 di Sleman, bagian utara kota Yogyakarta, asal salak pondoh. Nyaris seluruh nafas hidupnya diabdikan pada dunia pendidikan.

Setelah pensiun sebagai guru pegawai negeri sipil, beliau mengajar di salah satu SLTP Muhammadiyah, sampai menduduki jabatan Kepala Sekolah, selain sebagai pengurus organisasi Muhammadiyah di kota kelahirannya. Selain punya bakat seni, beliau juga memiliki hobi menulis, di mana sempat memenangkan Sayembara Kincir Emas, yang diselenggarakan pemerintah Belanda. Sebagai pemenang, beliau diberi kesempatan untuk mengunjungi negeri bunga tulip yang pernah menjajah negerinya.

Mungkin karena keluguan Pak Hadi, yang memang Jowo Asli Jogja, beliau tidak minta yang macam-macam, tidak neko-neko, bahkan minta segera pulang lebih awal dari jadwal semestinya yang kurang lebih 2 bulan. Seperti yang telah diceritakan oleh Mas Asbari maupun Pak Hadi sendiri kepada saya. Alasan kepulangannya yang di luar jadwal adalah karena sudah sangat kangen dengan kota gudeg dan kesannya tentang wong Londo yang angkuh menurutnya.

Pada suatu hari, saya bersama Aries Subagyo pernah mengunjungi beliau di tempat kerjanya untuk tujuan wawancara. Saat itu, kami berdua sempat "salah tembak", karena memang ada dua Pak Hadi di situ. Sayang seribu sayang, mike-nya kebetulan ngadat. Akhirnya, kami bertiga hanya ngobroi, dibarengi ger-geran, karena humor-humor yang segar. Pertemuan terakhir dengan beliau adalah saat temu remah dengan Kim, Mi-no dari Radio Korea Internasional KBS, di Hotel Quality Inn, Yogyakarta, bulan Oktober 1999 (lihat edisi IX (6), halaman 15, gambar bawah - Pak Hadi berdiri di deretan belakang paling kanan dari bawah jam).

Saya tidak menduga bahwa pertemuan itu merupakan pertemuan terakhir, karena beliau kemudian menghadap Sang Khalik mendahului kita semua. Beliau juga meninggalkan seorang istri (mantan atlit panahan nasional dari Yogyakarta), dua anak, dan tiga cucu. Anak dan menantunya mewarisi dan meneruskan pengabdian beliau sebagei guru. Selamat Jalan Pak Hadi ... namamu 'kan dikenang selalu, tidak saja oleh kami, teman temanmu, tetapi juga oleh anak-anak didikmu. Jasamu tiada tara ... pengabdianmu sungguh tanpa pamrih ... Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un. (Aji Sukardy, Lampung)

 
Dirgantara Online - Vol 10 No 2 Mar-Apr 2000
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space