Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 10 No 1 Jan-Feb 2000
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Perforasi
DirgaNet
Aktif
Citizen Band
Amateur Radio
Pro Anda
IDXC Top 50
Review Top 50
Redaksi

Volume 10
  IDXC Top 50

Saat edisi ini disiapkan per tanggal 31 Desember 1999, jumlah peserta telah mencapai 80 orang. Selamat bergabung kepada Rudy Gazali (RGA) dan Abdul Wahid (AWA) sebagai peserta baru, kami nantikan kontribusi QSL Anda berikutnya. Pada saat ini, telah tercatat 298 QSL stasiun luar negeri (non-Indonesia), serta 182 QSL stasiun dalam negeri (Indonesia). Karena terdapat sejumlah kontribusi QSL dari para peserta di luar susunan Top 50, maka pada edisi ini susunan peserta ditampilkan hingga peringkat ke-60.

Peserta urutan ke-61 s.d. 80 sengaja tidak ditampilkan karena tak adanya kontribusi QSL yang masuk ke pengasuh. Dari susunan para peserta di atas dapat pula Anda ketahui para peserta yang menambah kontribusi QSL-nya. Indikator tanda (+) kami sertakan di belakang jumlah QSL-nya sebagai informasi bahwa dalam edisi ini telah masuk kontribusi dari peserta.

Perubahan Metode Penilaian

Sejak edisi ini terdapat perubahan cara penilaian. Dalam IDXC Top 50 edisi 9 (5) Sep-Okt 1999 lalu telah dijelaskan perihal "nilai terkecil" untuk QSL yang telah dimiliki 20 peserta atau lebih (21, 22, 23, dst). Metode penilaian itu saat ini sedikit diubah. Nilai terkecil tetap 5, namun nilai ini berlaku untuk QSL yang dimiliki oleh 11 peserta atau lebih (12, 13, 14, dst hingga jumlah yang tidak terbatas), sedangkan penilaian untuk QSL yang dimiliki 1 s.d. 10 peserta tidak mengalami perubahan.

Dengan demikian, QSL yang hanya dimiliki satu peserta bernilai 100, dua peserta bernilai 50, dan selanjutnya berturut-turut (33.3), (25), (20), (16.7), (14.3), (12.5), (11.1), sedangkan QSL yang dimiliki 10 peserta bernilai 10. Untuk QSL yang dimiliki 11 peserta atau lebih, nilai bagi setiap pemiliknya hanya 5. Jadi, QSL yang dimiliki 11 peserta sama nilainya dengan QSL yang dimiliki 20, 50, atau 100 peserta !! Perubahan metode penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan.

Pertimbangan yang pertama adalah tipisnya selisih nilai QSL yang dimiliki 11 hingga 20 peserta, sebagaimana dalam metode penilaian lama. Nilai untuk QSL yang dimiliki 11 peserta (9.1), tak jauh beda dengan nilai untuk QSL yang dimiliki 20 peserta (5), hanya selisih 4.1 poin. Selisih itu akan makin tipis jika dilihat selisih nilai setiap bertambahnya 1 peserta. Misalnya, antara 14 dan 15 peserta (7.1 dan 6.7 selisih 0.4), antara 18 dan 19 peserta (5.5 dan 5.3 selisih 0.2).

Selisih nilai yang tipis ini memang telah mampu mengubah nilai total peserta, namun perubahannya sangat kecil, terlebih apabila hanya 1 atau 2 QSL yang berubah nilainya, sehingga iklim kompetisinya pun kurang terasa. Lain halnya pada QSL yang dimiliki 1 s.d. 10 peserta, selisih nilainya cukup besar. Nilai QSL yang hanya dimiliki seorang peserta (100) jauh berbeda dengan nilai QSL yang dimiliki 10 peserta (10).

Selisih nilai yang besar ini juga berlaku setiap bertambahnya satu peserta. Misalnya antara 4 dan 5 peserta (25 dan 20 selisih 5). Dengan selisih nilai yang besar, iklim kompetisinya akan lebih terasa. Seluruh peserta didorong untuk aktif memburu QSL dari stasiun-stasiun radio yang belum terdaftar untuk mendapat nilai tinggi, tidak hanya menunggu hasil perburuan peserta lain atau hanya terpaku memburu QSL stasiun-stasiun yang mudah diperoleh QSL-nya, tanpa ada usaha meningkatkan kemampuan DXing-nya.

Pertimbangan lain menetapkan nilai terkecil itu adalah "rasa keadilan" bagi para peserta kompetisi DX ini. Stasiun-stasiun radio yang mudah dipantau atau mudah dimintai QSL (sehingga QSL-nya dimiliki banyak peserta) wajar diberikan nilai kecil, sedangkan stasiun yang relatif sulit dipantau atau sulit dimintai QSL (sehingga QSL-nya hanya dimiliki 1-2 peserta), sewajarnya diberikan nilai yang tinggi.

Pada saat edisi ini disiapkan, stasiun radio yang QSL-nya telah dimiliki 11 peserta atau lebih, dan terdaftar dengan nilai terkecil (5), tercatat sebanyak 25 stasiun luar negeri (non-Indonesia). Berikut daftar 25 stasiun tersebut lengkap dengan informasi jumlah peserta yang memilikinya :

01. Radio Japan - Yamata (53 peserta)
02. Radio Korea International - Kimje (45 peserta)
03. Radio Nederland - Madagascar (39 peserta)
04. Voice of Free China - Taipei (34 peserta)
05. Radio Veritas Asia - Quezon City (24 peserta)
06. Deutsche Welle - Trincomalee (23 peserta)
07. Radio Nederland - Flevo (20 peserta)
08. Deutsche Welle - Wertachtal (20 peserta)
09. Radio Osterreich International - Vienna (19 peserta)
10. Adventist World Radio - Guam (18 peserta)
11. Radio Tashkent - Tashkent (17 peserta)
12. HCJB Radio - Quito (17 peserta)
13. FEBC - Manila (17 peserta)
14. Radio Nederland - Tashkent (17 peserta)
15. Radio Taipei International - Taipei (17 peserta)
16. Swiss Radio International - Bern (14 peserta)
17. Radio Sweden - Stockholm (13 peserta)
18. Radio Prague - Prague (13 peserta)
19. KTWR Trans World Radio - Guam (13 peserta)
20. Voice of America - Tinang (12 peserta)
21. Radio Singapore International - Singapore (12 peserta)
22. KNLS - Anchor Point (12 peserta)
23. Radio Exterior de Espana - Madrid (11 peserta)
24. China Radio International - Beijing (11 peserta)
25. Radio Vaticana - Vatican City (11 peserta)

Bagi Anda yang aktif memantau atau aktif memburu QSL stasiun luar negeri, nama-nama stasiun radio di atas tentunya sudah sangat Anda kenal sebagai stasiun radio gelombang pendek internasional yang relatif mudah dipantau dan mudah diperoleh QSL-nya.

Peraturan Penilaian untuk QSL dari Stasiun Relai

Pengasuh juga ingin menginformasikan mengenai aturan penilaian QSL dari stasiun relai, karena peraturan tentang hal ini (mungkin) kurang diketahui sebagian peserta. Untuk QSL yang berasal dari stasiun relai, pernyataan mengenai stasiun relai tersebut harus tertulis pada QSL tersebut. Misalnya QSL dari stasiun relai Radio Jepang di Montsinery atau Moyabi, pernyataan mengenai itu harus ada.

Atau kalaupun tidak tertulis stasiun relainya, setidaknya waktu dan frekuensi siaran yang dilaporkan tertulis lengkap pada QSL tersebut, sehingga dapat diidentifikasi letak stasiun pemancar ataupun relainya. Misalnya untuk QSL Radio Thailand melalui pemancarnya di Bangkok atau melalui pemancarnya Suara Amerika di Udorn Thani.

Meskipun di QSL-nya tidak dicantumkan bahwa stasiun relainya ada di Udorn Thani, namun apabila frekuensi dan waktu siarannya tertulis lengkap maka dapat diidentifikasi bahwa QSL tersebut untuk laporan siaran Radio Thailand melalui Udorn Thani, dan QSL itu dapat didaftarkan sebagai QSL stasiun Radio Thailand - Udorn Thani.

Mungkin cukup sulit meminta stasiun menuliskan keterangan stasiun relainya terutama stasiun radio yang memang tak biasa menuliskannya, namun hal ini bukannya tidak mungkin. Sesuai pengalaman pengasuh, untuk meminta QSL yang bertuliskan stasiun relai dari Radio Jepang, pengasuh mengirimkan laporan penerimaan siaran (LPS) yang mencantumkan permintaan itu pada lembar LPS tersebut. Bisa dalam bentuk catatan kaki. Dan pada balasannya memang diketikkan lengkap stasiun relai, frekuensi, serta jam siarannya.

Meskipun ada stasiun yang tidak langsung memenuhi permintaan tersebut, sehingga pengasuh terpaksa mengirim berulang kali LPS tersebut lengkap dengan permintaan untuk menuliskan stasiun relainya. Dan pada akhirnya, dibalas juga dengan QSL yang bertuliskan stasiun relainya. Hal ini penulis alami pada saat meminta QSL dari stasiun relai China Radio International di Swiss dan Russia. Demikian juga QSL yang pengasuh peroleh dari Radio Moskow (Suara Rusia), seluruhnya bertuliskan lokasi pemancarnya.

Kalau dalam laporan penerimaan siaran kita tidak meminta stasiun relainya ditulis pada QSL, memang jarang stasiun radio akan melakukannya. Bagi rekan-rekan peserta yang pengasuh tolak QSL stasiun relainya karena tidak mencantumkan lokasi relai pada lembar QSL-nya kami harap Anda tidak berkecil hati. Teruslah berusaha meminta hak Anda tersebut !!

Bukannya pengasuh tak percaya pada pernyataan Anda bahwa suatu QSL mewakili satu stasiun relai tertentu, namun keotentikan QSL merupakan ciri utama hobi DXing yang tidak dimiliki oleh hobi-hobi lainnya, seperti koleksi filateli atau pin. Selangka langkanya suatu perangko atau pin, pasti ada orang lain yang memilikinya secara sama persis. Namun untuk QSL, jelas sangat unik sifatnya. Nama Anda tercantum dan tak mungkin dimiliki secara sama persis oleh orang lain !!

Belum lagi kesulitan-kesulitan yang Anda hadapi untuk memperoleh suatu QSL, misalnya QSL dari stasiun relai tertentu atau dari stasiun yang sangat sulit dipantau, tentunya akan menambah nilai QSL Anda tersebut. Kepada para anggota yang belum bergabung, kami nantikan partisipasi Anda. Cukup kirimkan foto kopi QSL Anda (tidak perlu QSL aslinya) ke alamat : P.O. Box 2001 DPPS, Depok 16432.

Daftar lengkap peserta dan QSL yang yang terdaftar dapat diperoleh melalui e-mail : akbarig@centrin.net.id. Balasan akan pengasuh kirim dalam bentuk attachment ke alamat e-mail Anda, gratis. Bila Anda ingin memperolehnya dalam bentuk hard copy, ajukan permintaan lewat pos ke alamat di atas dengan melampirkan perangko Rp 1000. (Best 73's. AIG)

 
Dirgantara Online - Vol 10 No 1 Jan-Feb 2000
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space