IDXC Top 50
Saat edisi ini disiapkan per tanggal 31 Desember 1999,
jumlah peserta telah mencapai 80 orang. Selamat bergabung kepada Rudy Gazali
(RGA) dan Abdul Wahid (AWA) sebagai peserta baru, kami nantikan kontribusi
QSL Anda berikutnya. Pada saat ini, telah tercatat 298 QSL stasiun luar
negeri (non-Indonesia), serta 182 QSL stasiun dalam negeri (Indonesia).
Karena terdapat sejumlah kontribusi QSL dari para peserta di luar susunan
Top 50, maka pada edisi ini susunan peserta ditampilkan hingga peringkat ke-60.
Peserta urutan ke-61 s.d. 80 sengaja tidak ditampilkan
karena tak adanya kontribusi QSL yang masuk ke pengasuh. Dari susunan para
peserta di atas dapat pula Anda ketahui para peserta yang menambah kontribusi
QSL-nya. Indikator tanda (+) kami sertakan di belakang jumlah QSL-nya sebagai
informasi bahwa dalam edisi ini telah masuk kontribusi dari peserta.
Perubahan Metode Penilaian
Sejak edisi ini terdapat perubahan cara penilaian. Dalam
IDXC Top 50 edisi 9 (5) Sep-Okt 1999 lalu telah dijelaskan perihal "nilai
terkecil" untuk QSL yang telah dimiliki 20 peserta atau lebih (21, 22, 23,
dst). Metode penilaian itu saat ini sedikit diubah. Nilai terkecil tetap 5,
namun nilai ini berlaku untuk QSL yang dimiliki oleh 11 peserta atau lebih
(12, 13, 14, dst hingga jumlah yang tidak terbatas), sedangkan penilaian
untuk QSL yang dimiliki 1 s.d. 10 peserta tidak mengalami perubahan.
Dengan demikian, QSL yang hanya dimiliki satu peserta
bernilai 100, dua peserta bernilai 50, dan selanjutnya berturut-turut
(33.3), (25), (20), (16.7), (14.3), (12.5), (11.1), sedangkan QSL yang
dimiliki 10 peserta bernilai 10. Untuk QSL yang dimiliki 11 peserta atau
lebih, nilai bagi setiap pemiliknya hanya 5. Jadi, QSL yang dimiliki 11
peserta sama nilainya dengan QSL yang dimiliki 20, 50, atau 100 peserta !!
Perubahan metode penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan.
Pertimbangan yang pertama adalah tipisnya selisih nilai QSL
yang dimiliki 11 hingga 20 peserta, sebagaimana dalam metode penilaian lama.
Nilai untuk QSL yang dimiliki 11 peserta (9.1), tak jauh beda dengan nilai
untuk QSL yang dimiliki 20 peserta (5), hanya selisih 4.1 poin. Selisih itu
akan makin tipis jika dilihat selisih nilai setiap bertambahnya 1 peserta.
Misalnya, antara 14 dan 15 peserta (7.1 dan 6.7 selisih 0.4), antara 18 dan
19 peserta (5.5 dan 5.3 selisih 0.2).
Selisih nilai yang tipis ini memang telah mampu mengubah
nilai total peserta, namun perubahannya sangat kecil, terlebih apabila hanya
1 atau 2 QSL yang berubah nilainya, sehingga iklim kompetisinya pun kurang
terasa. Lain halnya pada QSL yang dimiliki 1 s.d. 10 peserta, selisih nilainya
cukup besar. Nilai QSL yang hanya dimiliki seorang peserta (100) jauh berbeda
dengan nilai QSL yang dimiliki 10 peserta (10).
Selisih nilai yang besar ini juga berlaku setiap bertambahnya
satu peserta. Misalnya antara 4 dan 5 peserta (25 dan 20 selisih 5). Dengan
selisih nilai yang besar, iklim kompetisinya akan lebih terasa. Seluruh
peserta didorong untuk aktif memburu QSL dari stasiun-stasiun radio yang
belum terdaftar untuk mendapat nilai tinggi, tidak hanya menunggu hasil
perburuan peserta lain atau hanya terpaku memburu QSL stasiun-stasiun yang
mudah diperoleh QSL-nya, tanpa ada usaha meningkatkan kemampuan DXing-nya.
Pertimbangan lain menetapkan nilai terkecil itu adalah "rasa
keadilan" bagi para peserta kompetisi DX ini. Stasiun-stasiun radio yang
mudah dipantau atau mudah dimintai QSL (sehingga QSL-nya dimiliki banyak
peserta) wajar diberikan nilai kecil, sedangkan stasiun yang relatif sulit
dipantau atau sulit dimintai QSL (sehingga QSL-nya hanya dimiliki 1-2
peserta), sewajarnya diberikan nilai yang tinggi.
Pada saat edisi ini disiapkan, stasiun radio yang QSL-nya
telah dimiliki 11 peserta atau lebih, dan terdaftar dengan nilai terkecil
(5), tercatat sebanyak 25 stasiun luar negeri (non-Indonesia). Berikut daftar
25 stasiun tersebut lengkap dengan informasi jumlah peserta yang memilikinya :
01. Radio Japan - Yamata (53 peserta)
02. Radio Korea International - Kimje (45 peserta)
03. Radio Nederland - Madagascar (39 peserta)
04. Voice of Free China - Taipei (34 peserta)
05. Radio Veritas Asia - Quezon City (24 peserta)
06. Deutsche Welle - Trincomalee (23 peserta)
07. Radio Nederland - Flevo (20 peserta)
08. Deutsche Welle - Wertachtal (20 peserta)
09. Radio Osterreich International - Vienna (19 peserta)
10. Adventist World Radio - Guam (18 peserta)
11. Radio Tashkent - Tashkent (17 peserta)
12. HCJB Radio - Quito (17 peserta)
13. FEBC - Manila (17 peserta)
14. Radio Nederland - Tashkent (17 peserta)
15. Radio Taipei International - Taipei (17 peserta)
16. Swiss Radio International - Bern (14 peserta)
17. Radio Sweden - Stockholm (13 peserta)
18. Radio Prague - Prague (13 peserta)
19. KTWR Trans World Radio - Guam (13 peserta)
20. Voice of America - Tinang (12 peserta)
21. Radio Singapore International - Singapore (12 peserta)
22. KNLS - Anchor Point (12 peserta)
23. Radio Exterior de Espana - Madrid (11 peserta)
24. China Radio International - Beijing (11 peserta)
25. Radio Vaticana - Vatican City (11 peserta)
Bagi Anda yang aktif memantau atau aktif memburu QSL stasiun
luar negeri, nama-nama stasiun radio di atas tentunya sudah sangat Anda kenal
sebagai stasiun radio gelombang pendek internasional yang relatif mudah
dipantau dan mudah diperoleh QSL-nya.
Peraturan Penilaian untuk QSL dari Stasiun Relai
Pengasuh juga ingin menginformasikan mengenai aturan
penilaian QSL dari stasiun relai, karena peraturan tentang hal ini (mungkin)
kurang diketahui sebagian peserta. Untuk QSL yang berasal dari stasiun relai,
pernyataan mengenai stasiun relai tersebut harus tertulis pada QSL tersebut.
Misalnya QSL dari stasiun relai Radio Jepang di Montsinery atau Moyabi,
pernyataan mengenai itu harus ada.
Atau kalaupun tidak tertulis stasiun relainya, setidaknya
waktu dan frekuensi siaran yang dilaporkan tertulis lengkap pada QSL tersebut,
sehingga dapat diidentifikasi letak stasiun pemancar ataupun relainya.
Misalnya untuk QSL Radio Thailand melalui pemancarnya di Bangkok atau melalui
pemancarnya Suara Amerika di Udorn Thani.
Meskipun di QSL-nya tidak dicantumkan bahwa stasiun relainya
ada di Udorn Thani, namun apabila frekuensi dan waktu siarannya tertulis
lengkap maka dapat diidentifikasi bahwa QSL tersebut untuk laporan siaran
Radio Thailand melalui Udorn Thani, dan QSL itu dapat didaftarkan sebagai
QSL stasiun Radio Thailand - Udorn Thani.
Mungkin cukup sulit meminta stasiun menuliskan keterangan
stasiun relainya terutama stasiun radio yang memang tak biasa menuliskannya,
namun hal ini bukannya tidak mungkin. Sesuai pengalaman pengasuh, untuk
meminta QSL yang bertuliskan stasiun relai dari Radio Jepang, pengasuh
mengirimkan laporan penerimaan siaran (LPS) yang mencantumkan permintaan itu
pada lembar LPS tersebut. Bisa dalam bentuk catatan kaki. Dan pada balasannya
memang diketikkan lengkap stasiun relai, frekuensi, serta jam siarannya.
Meskipun ada stasiun yang tidak langsung memenuhi permintaan
tersebut, sehingga pengasuh terpaksa mengirim berulang kali LPS tersebut
lengkap dengan permintaan untuk menuliskan stasiun relainya. Dan pada
akhirnya, dibalas juga dengan QSL yang bertuliskan stasiun relainya. Hal ini
penulis alami pada saat meminta QSL dari stasiun relai China Radio
International di Swiss dan Russia. Demikian juga QSL yang pengasuh peroleh
dari Radio Moskow (Suara Rusia), seluruhnya bertuliskan lokasi pemancarnya.
Kalau dalam laporan penerimaan siaran kita tidak meminta
stasiun relainya ditulis pada QSL, memang jarang stasiun radio akan
melakukannya. Bagi rekan-rekan peserta yang pengasuh tolak QSL stasiun relainya
karena tidak mencantumkan lokasi relai pada lembar QSL-nya kami harap Anda
tidak berkecil hati. Teruslah berusaha meminta hak Anda tersebut !!
Bukannya pengasuh tak percaya pada pernyataan Anda bahwa
suatu QSL mewakili satu stasiun relai tertentu, namun keotentikan QSL
merupakan ciri utama hobi DXing yang tidak dimiliki oleh hobi-hobi lainnya,
seperti koleksi filateli atau pin. Selangka langkanya suatu perangko atau
pin, pasti ada orang lain yang memilikinya secara sama persis. Namun untuk
QSL, jelas sangat unik sifatnya. Nama Anda tercantum dan tak mungkin dimiliki
secara sama persis oleh orang lain !!
Belum lagi kesulitan-kesulitan yang Anda hadapi untuk
memperoleh suatu QSL, misalnya QSL dari stasiun relai tertentu atau dari
stasiun yang sangat sulit dipantau, tentunya akan menambah nilai QSL Anda
tersebut. Kepada para anggota yang belum bergabung, kami nantikan partisipasi
Anda. Cukup kirimkan foto kopi QSL Anda (tidak perlu QSL aslinya) ke alamat :
P.O. Box 2001 DPPS, Depok 16432.
Daftar lengkap peserta dan QSL yang yang terdaftar dapat
diperoleh melalui e-mail : akbarig@centrin.net.id. Balasan akan pengasuh
kirim dalam bentuk attachment ke alamat e-mail Anda, gratis. Bila Anda
ingin memperolehnya dalam bentuk hard copy, ajukan permintaan lewat pos ke
alamat di atas dengan melampirkan perangko Rp 1000. (Best 73's. AIG)